Aku tahu sekarang. Ternyata aku terluka lebih parah dari yang aku pikirkan. Aku pikir hanya luka karena pukulan. Ternyata aku mengalami patah tulang di beberapa bagian tubuhku dan luka karena benturan di kepalaku. Pantas saja seluruh tubuhku terasa sakit.
Ah, kalian tahu apa yang terjadi saat Jimin hyung bangun dan melihatku sudah siuman? Dia langsung memelukku dengan erat. Tentu saja aku kesakitan karena dia. Jimin hyung melupakan jika aku terluka parah.
Setidaknya sudah dua hari semenjak aku siuman hari itu. Selama itu para hyung selalu bergantian menemaniku. Mereka bahkan mengabaikan fakta bahwa mereka selalu sibuk bekerja dan meluangkan waktu untuk menjagaku. Hyungku baik, kan?
Tapi dengan begini selalu membuatku merasa jika aku mengganggu waktu kerja mereka. Aku selalu berpikir apakah aku akan selalu membebani mereka. Apa aku hanya benalu di kehidupan mereka? Rasanya aku memang selalu membuat mereka susah.
"Jungkook-ah, aku akan ke kantin sebentar. Kau ingin ku belikan sesuatu?"
Itu adalah Yoongi hyung. Dia datang sendiri tadi pagi. Sebelumnya ada Namjoon hyung dan Hoseok hyung di sini. Mereka pergi bekerja dan membuat Yoongi hyung sendirian di sini bersamaku.
"Tidak perlu, hyung." aku menjawab pertanyaannya tadi. Kemudian dia hanya mengangguk kecil dan bangkit dari duduknya. Dan tanpa mengatakan apapun lagi, dia keluar dari ruang rawatku. Ah, Yoongi hyung kan memang tidak banyak bicara.
Ah, benar juga. Namjoon hyung mengatakan kepadaku jika dia ingin melaporkan kejadian ini kepada polisi. Tapi aku rasa ini juga salahku. Aku sudah menjelaskan situasi saat itu. Kedua orang itu mabuk dan...yah, seperti yang terjadi saat itu. Hanya saja aku tidak memberitahu mereka jika ada orang yang menolongku.
Aku jadi berpikir kembali siapa orang itu. Aku sangat yakin jika kami tidak saling mengenal. Apa sikapnya memang seperti itu kepada orang yang tidak dikenal? Baiklah, aku tahu jika manusia berhati malaikat masih tersisa beberapa di dunia ini. Mungkin dia salah satunya, kan. Tapi orang itu benar-benar membuatku penasaran.
Apa aku bisa bertemu dengannya lagi, ya? Aku rasa berterimakasih hanya dengan kata-kata tidak cukup. Jika dia tidak menolongku, mungkin sekarang aku sudah tidak bernafas lagi. Entah karena mati kedinginan atau karena luka ini. Bagaimanapun saat itu aku mengalami pendarahan hebat. Jika aku tetap tidak mendapat perawatan sedikit lebih lama lagi, aku benar-benar akan kehabisan darah.
Jika dipikir-pikir sekali lagi, mengapa laki-laki itu bisa datang dan menemukanku? Rasanya terlalu kebetulan hingga sulit dikatakan sebagai kebetulan. Dan lagi dia melewati gang kecil itu padahal aku yakin jika dia bukanlah orang yang tinggal dekat rumahku. Baiklah, iya. Rumah para hyungku. Lalu mengapa ini terasa kebetulan sekali? Atau jangan-jangan... aku tetap tidak ingin berpikiran buruk.
Tapi karena kejadian itu aku menjadi takut untuk berpergian sendiri. Meskipun aku tahu jika kejadian semacam itu tidak akan terjadi jika aku lebih berhati-hati, tapi tetap saja aku bisa beralasan jika aku trauma kan.
Lagi pula itu sangat menakutkan. Lihat sekarang! Aku sudah empat hari dirawat di sini, tapi keadaanku belum bisa dikatakan cukup baik. Ekhem! Tidak apa-apa kan jika aku sedikit melebih-lebihkan. Aku tidak berbohong jika hingga saat ini aku tidak bisa bangun dari tempat tidur. Sungguh, rasanya masih sangat sakit ketika aku mencoba untuk bergerak.
"Jungkook-ah, kau mau cokelat?"
Astaga!
Aku spontan menoleh ketika mendengar suara itu. Mataku langsung melotot ketika melihat Yoongi hyung sedang duduk di tempatnya tadi. Bukankah tadi dia mengatakan akan ke kantin? Kenapa tiba-tiba dia ada di sana.
"Aku bukan hantu." sembari menatapku jengah, Yoongi hyung mengatakan itu.
Aku langsung tersadar dan buru-buru menormalkan ekspresi wajahku. "Bukankah kau tadi ke kantin, hyung?" tanyaku memastikan. Jangan-jangan tadi aku berhalusinasi.
"Aku sudah kembali sejak dua menit yang lalu." jawabnya.
Ah, dia bercanda ya. Aku bahkan tidak menyadari jika dia sudah kembali. Sekarang aku benar-benar curiga kepadanya. Apakah sebenarnya Yoongi hyung bukan manusia? Dia memiliki kekuatan super dan bisa tiba-tiba menghilang.
"Berhenti memikirkan hal aneh."
Dia juga bisa membaca pikiranku? Yoongi hyung pasti manusia pilihan yang hanya muncul seribu tahun sekali. Aku harus baik-baik menjaga hubungan dengannya. Dia bisa kumanfaatkan nantinya
"Jungkook-ah!"
"Ne, Yoongi hyung?"
"Jadi kau mau cokelat atau tidak?" tanya Yoongi hyung lagi. Aku tahu jika dia mulai kesal kepadaku. Sebaiknya aku tidak memikirkan hal-hal aneh tentangnya lagi.
"Tentu, hyung." tapi kenapa dia memberiku cokelat? Apa ini makanan yang sering diberikan kepada orang sakit?
Yoongi hyung berjalan menghampiriku dan memberikan sebungkus dark chocolate kepadaku. "Minum ini juga." katanya sembari meletakkan sebotol minuman lemon di dekatku. Wah, aku benar-benar tidak mengerti pemikiran Min Yoon Gi ini.
"Terima kasih, hyung." ucapku saat Yoongi hyung berbalik dan duduk kembali di sofa. Sementara hyungku itu hanya mengangguk dan bergumam singkat.
Wah, Yoongi hyung bahkan sudah sedikit membuka bungkus cokelat ini. Beruntunglah aku karena tidak perlu susah-susah membuka bungkusnya. Yoongi hyung benar-benar mengerti jika tanganku masih sakit karena terluka.
"Halo, Kookie!"
Aku menoleh dan sedetik kemudian bibirku terangkat tanpa kusuruh. Itu adalah Jin hyung dan Namjoon hyung. Mereka masuk ke dalam ruang rawat ku setelah aku melihat mereka.
"Sedang apa kau?" tanya Jin hyung setelah meletakkan tas jinjing kecil di dekat sofa. "Dari mana kau mendapatkan cokelat?" tanyanya lagi, bahkan sebelum aku sempat menjawab pertanyaannya tadi.
"Yoongi hyung yang memberikannya." jawabku dengan tenang. Mari kita lihat apa yang akan Jin hyung katakan kepada Yoongi hyung.
"Yoongi-ya, kenapa kau membelikannya cokelat?" tanyanya kepada Yoongi hyung.
Yoongi hyung tidak menjawab. Dia malah mengambil ponselnya dan mengotak-atik benda itu sejenak. "Dilansir dari idntimes.com : Dark chocholate terbukti bisa menstabilkan tekanan darah, sesuai dengan pernyataan Contemporary Reviews in Cardiovascular Medicine. Hal tersebut berdampak pada kemampuan tubuh mendistribusikan oksigen, vitamin, dan nutrisi lainnya ke jaringan-jaringan, terutama bagian yang terluka. Kandungan antioksidan dalam dark chocholate juga bermanfaat bagi kesehatan kulit serta mencegah infeksi pada luka."
Wah, apa katanya?
"Yoongi-ya, aku rasa kau sakit." Jin hyung berkomentar mendahuluiku. Sementara Namjoon hyung sedang bertahan untuk tidak tertawa. "Kau benar-benar membaca itu dan melakukannya?" tanya Jin hyung kemudian.
"Semua orang mengetahui itu." kata Yoongi hyung seakan tak peduli dengan ucapan Jin hyung. Aku baru tahu jika ternyata Yoongi hyung bisa bergurau juga.
"Mana mungkin seperti itu. Kau bercanda, ya? Namjoon?!" setelah menyerang Yoongi hyung dengan kata-katanya, kini Jin hyung meminta persetujuan dari Namjoon hyung.
"Maaf, hyung. Tapi apa yang dibaca oleh Yoongi hyung memang benar. Kau seharusnya tahu jika Yoongi hyung memiliki pengetahuan yang luas dan beragam." kata Namjoon hyung dengan ekspresi seakan menyesali jawabannya. Tapi aku yakin jika dia sedang mati-matian menahan tawa.
"Kalian gila." Jin hyung masih saja tidak percaya. "Minuman lemon ini apa lagi?" tanyanya setelah melihat botol di dekatku.
"Dilansir dari..."
"Baik, baik. Aku mengerti."
KAMU SEDANG MEMBACA
Save Me [END]
Fanfiction[방탄소년단 x 전정국] Jeon Jungkook harus mampu hidup sendiri sejak kecil. Dia harus bertahan dalam lingkungan baru sendirian. Begitu lama dia menderita hingga akhirnya dia menemukan para malaikat penolongnya. Namun apakah itu saja mampu untuk membuatnya me...
![Save Me [END]](https://img.wattpad.com/cover/207701016-64-k442473.jpg)