Apa yang terjadi?
Sedang apa kami di sini?
Mengapa aku menangis?
Mengapa para hyung terlihat sedih?
Ada banyak pertanyaan yang bermunculan di pikiranku. Tapi tetap saja otakku tak mampu untuk menjawab apapun. Yang aku tahu, kami sedang dalam keadaan berduka. Tapi kenapa, ya? Aku gila. Aku bahkan tidak mengingat apa yang terjadi sebelumnya. Ingatanku seakan memudar seiring dengan banyaknya butiran air mata yang meluncur bebas dari pelupuk mataku.
Kami... Ah, aku ingat. Tapi ini bercanda, kan? Atau aku sedang bermimpi? Yoongi hyung tidak akan melakukan hal semacam itu, kan? Untuk apa pula dia melakukan hal semacam itu? Padahal dua hari sebelumnya dia masih terlihat biasa. Kenapa sekarang dia pergi begitu saja? Aku tidak bisa memahami apa yang dia pikirkan. Dan tiba-tiba aku sangat menyesal.
"Kalian makanlah! Aku sudah membelikan makanan untuk kalian. Jangan mencoba beralasan untuk tidak makan. Aku sudah bersusah payah untuk keluar dan membelikan makanan.
Aku menoleh ke arah Jin hyung yang barusan meletakkan kantong besar di atas meja. Dia menghempaskan diri dan duduk di sofa lalu melepaskan kaca mata hitam yang bertengger di atas hidungnya. Aku tahu dia sengaja memakainya saat pergi ke luar rumah untuk menutupi mata merahnya yang sedikit membenngkak karena terlalu lama menangis. Lagi pula dia lebih memilih untuk tidak memasak dan malah membeli makanan dari luar, itu artinya moodnya benar-benar sedang sangat buruk.
Ah, tentu saja. Tanpa harus aku katakana pun itu sudah jelas. Di tumah ini siapa pula yang tidak bersedih? Terlebih Jin hyung yang notabene nya adalah roommate Yoongi hyung. Biar aku tebak, dia pasti tidak bisa berhenti menyesali banyak hal.
Dia juga merupakan mad-hyung. Tentu saja dia pasti menyesal sekaligus merasa bersalah karena tidak mengetahui masalah salah satu dongsaengnya hingga berakhir seperti ini. Tapi karena posisinya sebagai hyung tertua juga yang memaksanya agar bisa bersikap dewasa di saat seperti ini. Dia ingin bersedih juga, aku tahu itu. Tapi dia juga pasti berpikir jika dirinya memiliki tanggung jawab untuk menenangkan dongsaengnya agar tidak terus-terusan bersedih.
Ah, kalian tidak tahu apa yang terjadi di sini? Kalian yakin ingin tahu? Jika aku menjadi kalian, lebih baik aku tidak mengetahui masalah ini selamanya. Tapi ya sudahlah, lagi pula untuk apa juga aku menyembunyikannya dari kalian?
Ini terjadi kemarin. Ya, kemarin saat aku dan Jimin hyung masuk ke dalam studio milik Yoongi hyung. Aku masih tidak percaya apa yang aku lihat saat itu. Ah, sungguh aku tidak ingin mengatakannya. Mengingatnya saja sudah sangat menyakitkan.
Karena kejadian tak terduga ini kami semua akhirnya tahu masalah apa yang sedang dihadapi oleh Yoongi hyung. Ternyata semua kegundahannya tertuup dengan baik di balik topeng dinginnya. Bahkan kami semua yang selalu bersamanya tidak mengetahui apapun.
Aku memang tidak mengerti apa yang dia rasakan. Aku tidak tahu betapa menderitanya Yoongi hyung yang harus menerima begitu banyak beban sendirian. Aku pikir dia selalu bahagia saat berhubungan dengan nada dan not. Tapi ternyata hal-hal yang disukainyalah yang membuat kami harus merelakan dirinya seperti ini. Entah kenapa karena mengetahui semua ini aku menjadi membenci musik. Apa aku terlalu kekanak-kanakkan? Biar saja.
Ah, sudahlah. Suasana hatiku sedang sangat buruk. Bagaimana tidak, aku melihat sendiri bagaimana kondisi Yoongi hyung saat itu. Namjoon hyung mengatakan jika Yoongi hyung mengonsumsi obat tidur dalam jumlah yang berlebihan sehingga mengalami overdosis. Aku memang melihat tablet obat tidur berceceran di lantai dalam jumlah banyak saat itu. Jadi sebenarnya apa yang dijelaskan oleh Namjoon hyung sudah terpikirkan di otakku sebelumnya. Tapi tetap saja aku tidak menyangka ini akan terjadi.
Setelah kami mengetahui keadaannya, ada yang menyarankan untuk membawa Yoongi hyung ke rumah sakit. Tapi saat itu tiba-tiba Seo-Joon hyung muncul dan mengatakan jika itu tidak akan berguna. Ah, jika kalian bertanya mengapa Seo-Joon tiba-tiba muncul, maka jawabannya adalah karena dia dan Tae hyung akan pergi bersama ke rumah sakit tempat Seo-Joon bekerja. Aku tidak sempat menanyakan apa alasan Tae hyung ke sana. Aku terlalu kalut saat itu.
Karena yang mengatakan itu adalah seorang dokter, maka mau tak mau kami harus menerimanya. Itu adalah hari yang sangat menyakitkan bagi kami. Aku tidak menyangka akan kehilangan seorang hyung lagi. Padahal Yoongi hyung sangat memperhatikan kami semua. Dia sangat baik kepada kami. Rasanya sangat sakit saat mengetahui jika sekarang kami tidak akan bisa bersama dengannya lagi.
Kami sempat ingin menghubungi orang tua Yoongi hyung. Tapi tentu saja kami tahu jika mereka sudah tidak berhubungan sejak lama. Tidak ada yang tahu bagaimana kabar dari orang tua Yoongi hyung. Dan lagi tidak ada satu pun di antara kami yang mengetahui nomor telepon orang tua Yoongi hyung.
Akhirnya diputuskan bahwa tubuh Yoongi hyung akan dikremasi saat itu juga. Rasanya aku mengingat jika semuanya menangis saat itu. Bahkan hingga saat ini aku masih menangis. Apa aku sudah mengatakannya tadi?
"Cepatlah makan! Kalian akan sakit jika melalaikan diri sendiri." Berbeda dengan nada suaranya tadi, kini Jin hyung kembali berkata. Tapi kami memilih untuk tetap diam. Jika boleh jujur, aku pun tak ingin memakan apapun. Satu-satunya hal yang aku inginkan adalah mendengar satu kalimat yang mengatakan jika Yoongi hyung akan kembali lagi bersama kami.
Tapi rasanya tidak mungkin, ya?
Tapi bagaimanapun juga Yoongi hyung tetaplah salah satu orang yang selalu membantuku. Dia adalah orang yang selalu memperhatikan ku. Bahkan dialah orang pertama yang akan menyadari gerak-gerik mencurigakan dariku. Ah, dia terlihat begitu cuek. Tapi jika kalian memperhatikannya sekali lagi, dialah orang yang paling memperhatikan kami.
Harus kuakui jika dialah yang paling peduli kepadaku. Dia yang terlihat mudah marah akan selalu mengalah kepadaku. Dia adalah orang yang mengulurkan tangannya kepadaku untuk kugenggam. Kemudian membantuku bangkit dan menyokong ku untuk kembali terbang.
Sayangnya dia sekarang telah pergi dan aku kehilangan orang yang bisa menyokong ku. Beginilah, aku kembali jatuh dan merasakan sakit yang teramat sangat. Aku kehilangan salah satu orang yang sangat berarti di hidupku. Kenapa harus Yoongi hyung? Kenapa tidak aku saja? Bukankah memang seharusnya aku tidak hidup selama ini?
Ah, di saat seperti ini aku kembali memikirkannya. Apa ini tidak akan terjadi jika aku tidak masuk ke dalam kehidupan mereka? Sudah kukatakan, semua orang yang dekat denganku tidak akan berakhir dengan baik. Setidaknya itulah yang selalu aku lihat dan kurasakan.
Jadi, Yoongi hyung... Kenapa tidak aku saja?
KAMU SEDANG MEMBACA
Save Me [END]
Fanfic[방탄소년단 x 전정국] Jeon Jungkook harus mampu hidup sendiri sejak kecil. Dia harus bertahan dalam lingkungan baru sendirian. Begitu lama dia menderita hingga akhirnya dia menemukan para malaikat penolongnya. Namun apakah itu saja mampu untuk membuatnya me...
![Save Me [END]](https://img.wattpad.com/cover/207701016-64-k442473.jpg)