Bagian 19 : The Best of Me

1.3K 186 23
                                    

"Apa yang terjadi, hyung?"

Semuanya tetap diam meskipun aku tahu mereka mendengar pertanyaanku. Hanya Jin hyung yang merespon dengan menggelengkan kepalanya tanda tak tahu. Ah, kenapa ini terjadi pada Jimin hyung?

"Jungkook-ah, kembalilah! Kau juga harus beristirahat."

"Aku tidak mau." tanpa tunggu lama lagi aku langsung menolaknya. Dan sepertinya tadi Namjoon hyung juga tidak berharap banyak ketika membujukku. Dia pasti tahu jika aku yang keras kepala ini tidak akan mengindahkan perkataannya. Benar, aku memang keras kepala.

"Jimin pasti baik-baik saja. Dokter berkata jika dia hanya kelelahan. Kondisimu saat ini jauh lebih buruk dari pada dia." Jin hyung juga tiba-tiba berusaha untuk membujukku. Tapi sudah kubilang, aku tidak mau.

"Jungkook-ah, jangan keras kepala." kini Tae hyung yang bersuara.

"Tolong biarkan aku tetap di sini sebentar saja."

Aku dapat melihat Yoongi hyung menghela nafasnya. "Dasar keras kepala."

"Argh! Hyung..." aku memekik kaget saat tiba-tiba Yoongi hyung menarik tanganku dan memaksaku untuk berdiri. Tentu saja itu sukses membuat bagian tubuhku yang terluka langsung terasa sakit saat itu juga. "Hyung, aku..."

"Berhenti keras kepala atau aku akan menarikmu kembali dengan paksa." kenapa Yoongi hyung malah mengancam ku seperti itu? Tolonglah. Aku hanya ingin berada di sini sedikit lebih lama lagi.

"Hyung, aku..."

"Jungkook-ah!"

Baiklah, aku menyerah. Dengan sedikit meringis menahan sakit, aku berdiri.

"Hati-hati."

Ah, padahal kau yang membuatku kesakitan seperti ini, hyung. Kenapa tiba-tiba Yoongi hyung berubah menjadi berbanding terbalik dengan sikapnya tadi? Dia ini tidak mengalami gangguan identitas disosiatif, kan?

Yoongi hyung segera memapahku untuk kembali ke ruang rawat ku yang sebenarnya hanya terpaut dua ruangan dari sini. Aku sempat memandang wajah Jimin hyung yang terlihat tenang dengan mata tertutup sebelum kemudian Yoongi hyung menutup pintu dan membawaku menjauh dari ruangan itu.

"Yoongi hyung."

"Hmm?" dia hanya bergumam pelan untuk menjawab panggilanku.

"Apa Jimin hyung baik-baik saja?" tanyaku sedikit menggumam. Aku tidak bermaksud benar-benar bertanya. Aku hanya ingin Yoongi hyung mendengarkan gumamanku ini.

"Kau bahkan melihat sendiri jika dia belum bangun juga."

"Ya! Yoongi hyung..." aku menjerit kesal mendengar apa yang dikatakannya. Ayolah, aku butuh orang yang bisa menenangkanku. Bukan orang yang membuatku semakin cemas seperti Yoongi hyung ini. Tidak bisa seperti ini. Aku harus kembali dan menukar Yoongi hyung dengan yang lain.

"Belakangan ini dia kan memang sering pingsan." apa lagi yang diucapkannya ini? Tidak bisakah dia sedikit berusaha membuatku tenang?

"Hyung..."

"Karena sudah biasa, maka tidak akan ada hal buruk yang terjadi."

Ah, pemikiran macam apa itu? Aku rasa pengetahuan Yoongi hyung terlalu luas sehingga dia kesulitan untuk menelaah berbagai informasi yang masuk. Aku tidak yakin berapa kali dia salah memahami sesuatu. Atau jangan-jangan dia sedang bercanda? Entahlah. Aku menyesal karena dia yang menemaniku.

Tapi setidaknya dia berhasil membuatku tidak mencemaskan Jimin hyung lagi. Ya, benar. Tanpa sadar aku malah memikirkan mengapa Yoongi hyung bisa 'secerdas' ini. Aku benar-benar tak habis pikir dengannya.

Save Me [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang