Dariel Atteriza Smith (27th). CEO tampan. Multitalent. Dingin. Keras kepala. Dia sudah membangun perusahaan, dari nol sampai sukses dengan tangan dia sendiri.
Zeina Anastashia Miller (22th). Ceria. Agresif pada orang tertentu. Keras kepala.
Berawa...
Hari ini terhitung sudah seminggu sejak kejadian di apartemen Zeina dan Rio Lincoln menawarkan perjodohan kepada Dariel.
Semakin hari, kedekatan Zeina dan Dariel pun semakin membuat orang yang melihatnya berpikir mereka pasangan yang serasi.
Terkadang mereka terlihat begitu hangat dengan canda tawa nya, tertawa bersama, sang superhero yang terkadang mengacak rambut gadis kecil yang selalu merengut setelahnya. Terkadang mereka juga terlihat seperti tom&jerry, beradu mulut, saling memicingkan mata, dan berakhir tertawa bersama lagi.
Dariel tak memungkiri jika saat ini gadis itu adalah teman baiknya. Meskipun Zeina sendiri tidak suka statusnya itu hanya sebagai teman. Ah, Dariel jadi terkekeh geli mengingat gadis manja itu. Dan merindukannya.
Dariel melirik arloji yang melingkar sempurna di pergelangan tangan kirinya, tersenyum. Pas sekali. Beberapa menit lagi waktunya makan siang. Dariel mengeluarkan ponsel nya dari saku jas, berniat menghubungi Zeina, ketika ketukan terdengar di pintu ruangan nya.
"Ya, masuk saja." Dariel kembali memasukkan ponsel nya itu kedalam saku jas. Dan berpikir akan menghubungi Zeina setelah ini.
"Long time no see, kawan." ucap seseorang yang baru saja memasuki ruangan Dariel dengan santai. Bahkan dia terlihat memakai kemeja santainya beserta jeans seperti ini disaat jam kerja. Terlalu santai. Membuat Dariel menghela napas kesal.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Coba lah untuk serius sedikit, Kenzie. Ini masih jam kerja dan kau sudah terlihat seperti akan ke club malam saja! Ck!" Dariel berdecak kesal, dia rasa memberi tahu temannya yang satu ini memang sangat sulit. Dasar kepala batu.
Mendengar itu membuat Kenzie berdecih tidak suka, "Memang nya untuk apa aku seperti itu? Aku cukup menjadi seperti ini sekarang. Bersenang-senang dan bersenang-senang. Tidak ada yang kuinginkan lagi." kata Kenzie. Nada suara nya rendah. Mata nya melirik Dariel tajam. Tapi, bagi Dariel, dia masih bisa melihat kesakitan di mata sahabat nya itu.
"Ayolah Kenzie, itu bahkan sudah berlalu dua tahun. Jadilah Kenzie yang dulu, sebelum dua tahun lalu. Apa kau tidak--"
"Shut up, Dariel! Kau sudah terlalu banyak bicara. Aku datang kemari bukan untuk berdebat denganmu. Apalagi mendengar omong kosongmu yang selalu saja menyuruhku menjadi diriku yang dulu. Memang nya kau pikir aku apa selama ini?! Berubah? Seperti powerangers maksudmu?" kata Kenzie lagi. Dia sudah sangat sebal sekarang. Mood nya hancur berantakan. Hanya karena di ungkit tentang itu.
"Well, kupikir kau Bella Swan yang berubah menjadi vampire, dude. Dingin. Arggg!" ucap Dariel drama, sembari terkekeh mencoba mencairkan suasana kembali. Dariel tau, hati Kenzie memang sudah benar-benar keras sekarang.