TR 8

912 46 26
                                        

Agustus 2018..

..

seluruh manusia yang bergelar panitia tengah sibuk-sibuknya mempersiapkan acara besar tahunan fakultas mipa. Hilir mudik panitia menjadi saksi betapa mereka sangat bekerja keras untuk mensukseskan acara tersebut. Tak ayal, Ify pun demikian. pada semester tiga ini dia tergabung menjadi panitia perkemahan mahasiswa fakultas mipa. Seksi acara, sangat sibuk sekali tentunya.

"Ify!". gadis itu masih fokus dengan list yang ia baca sedari tadi.

"Woi Ify!!". Ia berdecak tak suka karena manusia yang memanggil dirinya tidak sabaran sekali.

"Apa!". bukan bertanya tapi ia malah membentak, membuat si empu lawan bicaranya terkekeh pelan.

"Kamu kenapa sih? aku manggil kamu dari tadi loh!". kata orang itu. Ify melengos.

"Gak lihat aku lagi sibuk gini?". pemuda itu mengangguk santai.

"Cuma mau ngingetin aja. jangan lupa makan siang! ini udah jam setengah 2 dan kamu belum makan sama sekali dari tadi". Setelah mengatakan tujuannya, pemuda itu langsung pergi. Ify terdiam tak tau harus merespon apa, dia cukup terkejut. Hatinya sedikit tersentil karena merasa bersalah.

"Rio tunggu!". Ia mengejar rekan sesama divisi nya. menahan lengan kekar pemuda itu untuk berhenti sejenak.

"Kenapa lagi? bukannya kamu sibuk?". Ify tersenyum kecil dan menggeleng pelan.

"Iya sibuk. Tapi aku mau makan siang, bareng yuk!". Ajak nya tanpa malu. Ah, sungguh Ify tak bisa menyembunyikan rasa gugup nya sekarang. Oscario Fidelis, pemuda satu angkatan dengan dirinya tapi berbeda jurusan mampu membuatnya bergetar tanpa diminta.

Ini pertama kali mereka menjadi rekan kerja di kepanitiaan fakultas. Ify yang baru saja putus dengan Faris, selalu merasa kesepian. mencari sosok pelindung tak masalah lah untuknya. membuatnya nyaman sementara, pun tak masalah lah. asalkan rasa sepinya bisa berkurang. Dan itu yang membuatnya suka bersama Rio.

"Aku udah makan tadi. Kalau mau, aku temani saja". Ify mengangguk antuasias, lalu menarik tangan Rio menuju kantin.

"Nasi nya sudah ada untuk panitia, mau makan kemana kamu?". Rio menunjukkan satu onggok kantong plastik yang masih berisi nasi bungkus untuk para panitia yang belum makan.

"Ohh,, ada ya? bentar deh kalau gitu!". Rio menahan Ify, lalu mengambil nasi tersebut untuknya. Ify merasa terhenyuh melihat sikap Rio yang sangat manis padanya. Hanya mengambilkan nasi saja sudah membuatnya jatuh hati. Dasar bucin.

Pemuda itu menyerahkan satu bungkus nasi dan air untuknya "Makan dimana?".

"Di gajebo depan hima aja".

"Hima mana dulu nih?".

"Emang selain kimia, hima lain punya gajebo?". Rio tertawa dan mengangguk setuju. ia lupa kalau hanya sekre HMJ kimia lah yang mempunyai gajebo.

mereka pun duduk di gajebo depan sekre hmj kimia. Ify menyantap makan siangnya dengan lahap. tak ada kata jaim dalam hidupnya, meskipun itu didepan doi yang ia suka. Rio menggeleng heran melihat sikap Ify ketika makan. tidak ada anggun-anggunnya sama sekali.

"Makan itu yang bener, Fy! buru-buru banget sih!". tegur Rio.

"Aku laper!".

"Kenapa gak makan kalau laper?!".

"kan ini lagi makan, Rio!".

"Kenapa gak makan dari tadi?".

"Aku kan kerja, jadi sibuk!".

Tabula RasaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang