Ify's side ya gaes...
.
.
**"Gue boleh gabung kan?". Ulang nya lagi. Gue hanya diam tanpa mau menjawab. Sedangkan Dara melirik gue minta persetujuan. Dia bimbang sendiri.
" So gaes?". Gue mengedikkan bahu tak acuh dan memakan makanan gue.
"Sombong banget". Desis nya. Gue mendelik tajam pada laki-laki aneh itu.
"Ehh kita bukan sombong ya!". Seru Dara. Gue malas berdebat dengan orang saat ini. Tapi seperti nya manusia satu ini bikin gue gedeg sendiri.
"Lo kalau mau duduk ya duduk aja. Bangku umum kan!". Kata gue santai. Dia nyengir tak berdosa lalu duduk di depan gue, di samping Dara.
"Kak, udah mau jam dua nih. Aku datang bareng Bang Rio ke sana". Kata Dara. Gue mengangguk saja. Emang gitu tugasnya, mau gimana lagi. Masa gue harus larang, ya kan?
"Oo gitu, ya udah lanjut aja. Kakak nanti ke hima". Kata gue.
"Kakak gak mau bareng aku?". Gue menggeleng khidmat. Dara pun menghargai keputusan gue dan ia pun berpamitan.
Sepeninggal Dara, manusia yang duduk di depan gue masih memperhatikan gue. Entah apa motifnya.
"Ekhemm". Gue mendongak dan bertanya kenapa.
"Kenalan dong!". Kata nya santai.
"Nama lo siapa?". Dia menyodorkan tangan ke arah gue.
"Gue Gema, Gema Putra Mahaka". Gue melirik tangannya yang masih menggantung di depan gue.
"Gue Ify".
"Cuma Ify?".
"Perlu tau nama panjang gue buat apa?". Tanya gue. Dia gelagapan dan nyengir polos.
"Ehe enggak sih, yaudah kalau gak mau kasih tau". Gue menghela nafas panjang dan meminum es teh gue.
"Lo jurusan apa?".
"Kimia".
"Ohh kimia. Bisa buat bom dong". Kelakar nya. Gue tersenyum kecil. Kenapa kalau kimia selalu di analogikan dengan bom?
"Bisa!". Jawab gue santai.
"Wah keren!". Gue memandang aneh.
"Apasih!".
" Tadi lo ngomongin anak teknik, ada apa nih?".
"Urusan lo mau tau apa?".
" Karena gue anak teknik, jadi merasa terpanggil". Katanya bangga.
"Oh".
" Jadi?"
"Gak papa. Gak ada". Dia mendengus mendengar jawaban dengan nada dingin gue.
Gema kembali diam, tak berkicau lagi seperti tadi. Sepertinya dia lelah membuat gue untuk bicara. Baguslah."Lo angkatan berapa?". Tanya nya.
" 2016".
"Wahh ternyata senior gue". Gue mendelik lalu mengangguk paham. Berarti dia junior.
" Lo angkatan berapa?".
"2018 dong". Jawabnya bangga. Gue tersenyum kecil.
" Makan siang gue udah selesai dan gue mau balik ke hima. Duluan ya". Pamit gue. Dia menahan tangan gue dan dengan reflek gue menghempaskan nya.
"Eh sorry, maksud gue jangan pergi sendiri. Gue anter deh". Katanya.
" Gak perlu. Gue bisa sendiri".

KAMU SEDANG MEMBACA
Tabula Rasa
ChickLitMenolak lupa akan rasa yang pernah singgah. percayalah, tidak semua persinggahan menjanjikan kenyamanan. tapi ini, aku menemukan rasa ternyaman untuk tetap tinggal disisi mu.