Hati, kumohon jangan goyah. Jangan jatuh kepada harapan-harapan yang mungkin menyakitkan.
---
Tidak tahu apa yang terjadi, sehingga pesta yang akan dilakukan keluarga Wildan diundur selama seminggu. Itu membuat Wildan bersemangat, membujuk Gege agar ikut bersamanya. Memperkenalkan Gege sebagai kekasihnya, agar tidak ada lagi kata 'dijodohkan dengan Gisel.'
Pagi ini cuaca sedikit tidak mendukung, mendung dan gerimis. Membuat Wildan malas untuk beranjak dari ranjangnya.
Wildan menarik selimutnya, tiba-tiba muncul wajah Gege dipikirannya.
Dua puluh menit kemudian, Wildan sudah siap dengan seragam sekolah SMK Brata Jaya. Ia berangkat menggunakan motor kesayangannya yang bewarna hitam dan hijau tua.
Sasaran utamanya adalah gudang. Gudang adalah rumahnya ketika disekolah.
"Tumben, bos gue udah ngak telat," ujar Bagas dan tidak mendapat respon apapun.
"Oh yah Gege..." ujar Fariz yang langsung dipotong oleh Wildan.
"Gege kenapa?" tanya Wildan dingin dengan tatapan tajam memetikan.
"Santai, kyak lo naksir dia aja," ujar Azriel
"Ck, ngak boleh gituin sahabat. Kalau sahabat jatuh cinta didukung," ujar Gibran
"Dia cuma mainin Gege kan? Kenapa khawatir?" Aldo membuat semua orang mengangguk kecuali Wildan.
"Gege kenapa?" ulang Wildan sekali lagi.
"Gege..." Fariz sedang memikir apa yang akan dia katakan. Niatnya tadi hanya untuk mengetes Wildan, tetapi respon Wildan sangat mengerikan. "Gue liat dia kemarin pulang dengan mata sembab, iya sembab," jawab Fariz kikuk. Tak sepenuhnya berbohong, ramalannya sangat tetap.
Ada perasaan lega dihati Wildan. "Gue kira udah mati," ujar Wildan sarkas.
Fariz memekik, "Astagfirullah alhazim, Wildan ucapan adalah doa. Lo mau orang yang lo cinta udah duluan? Nyesel lo kalau di udah dipanggil Tuhan duluan," Fariz mengatakannya dengan nada emosi.
"Pusing banget lo. Mau sama dia?" ujar Wildan dengan santai.
"Cuma orang yang gila harta yang ngak tertarik sama Gege." ujar Riziq dan mendapatkan tatapan dari semua anak Basupati.
"Cuma orang yang gila kehormatan yang ngak suka sama Gege," kini Bagas juga membela Gege.
"Sesuatu yang berharga, akan terasa sangat berarti setalah tiada. Pasti dan selalu begitu." Fariz melangkah mendekati Wildan. "Kalau gue suka sama Gege ngak masalahkan? Lo juga cuma mainin diakan?" lanjut Fariz.
Rahang Wildan mengeras."Ulangi ucapan lo," titah Wildan dengan penuh penekanan.
Dengan senang hati, Fariz mengulanginya. "Kalau gue suka sama Gege,nga..."
Bugh.
Satu pukulan mengenai pipi Fariz bagian kanan.
Fariz berdiri, akhirnya dia tau bahwa sahabatnya yang satu ini, sudah jatuh cinta. "Udah cukup pembuktian, kalau lo suka sama dia Wil. Jangain dia, bukan cuma lo yang mau. Ada banyak yang mau sama Gege dari dulu, cuma banyak yang belum berani ngungkapin apalagi pas tau lo sama dia ada problem." jelas Fariz
""Arrgghh," teriak Wildan mengacak rambutnya dengan kasar.
---
Baru saja Gege memasuki gerbang sekolah, Rey tiba-tiba datang merangkulnya. "Rey, malu." ujar Gege dengan raut wajah sedikit terkejut.
"Wajar kali Ge, jangan-jangan lo belum pernah jalan bareng cowok?" Rey menunjuk Gege dengan selidik.
"Pernah kok," jawab Gege cepat. "Sama pacar gue,".
"Serius udah punya pacar?" tanya Rey terkejut.
"Sudah." bukan Gege yang menjawab melainkan Wildan yang sudah ada di depan mereka dari tadi.
"Ngak mungkin lo, mana ada cowok yang jadiin cewenya babu," Rey menggenggam tangan Gege. "Ayok,"
Sementara Wildan menahan satu tangan Gege lagi. "Gue atau dia," tanya ke Gege.
Gege menghela nafas. "Lo," ujarnya pelan. Wildan tersenyum miring ke Rey.
Gege tersenyum ke arah Rey, "Jalan lupa selalu tersenyum," ujar Gege ke Rey. Membuat Rey tersenyum miring ke arah Wildan. "Siap bidadariku,"
Setelah Rey menjauh. Wildan menguatkan genggamannya ditangan Gege. "Kenapa?" tanya Gege
"Gue cemburu," jawab Wildan ketus.
Dada Gege bergemuruh. "Astaga Ge, tahan."
"Pulang sekolah. Gue tunggu, jangan ngebantah." Wildan berjalan meninggalkan Gege yang masih diam termenung ditempat.
Gege selalu menerka-nerka. Untuk apa lagi Wildan menyuruhnya menunggu setelah pulang sekolah?
Saat jam istirahat, sebelum Wildan berjalan ke arah gudang, Wildan menghampiri Gege yang ingin masuk ke kantin. "Jangan lupa," ujarnya dengan manis lalu mengacak-acak rambut Gege.
Tari dan Yolanda histeris setelah Wildan sudah pergi. "Anjir, Ge gue yakin Wildan suka sama lo," ujar Tari
"Jangan mudah jatuh hati sama dia Ge, siapa tau aja dia cuman mainin lo," ujar Yolanda mengingatkan
Sementara itu Gege sibuk menahan dirinya agar tidak terjatuh dari harapan. Gege berusaha meyakinkan dirinya, bahwa ini adalah rasa yang salah. Dan selalu mengulang kalimat yang diucapkan Yolanda didalam hatinya.
Pulang sekolah, Wildan sudah menunggu Gege didepan pintu. Wildan takut, Gege akan pulang lebih dulu dan tidak menunggunya.
"Ayok," Wildan menarik tangan Gege membawanya kedalam mobil. Wildan sengaja membawa mobio melihat cuaca yang mendung, Wildan takut Gege basah dan bisa demam.
Beberapa menit Wildan menyetir, tiba-tiba ia memberhentikan mobilnya. Wildan menoleh ke Gege. Wildan meraih kedua tangan Gege. "Empat hari lagi, keluarga gue ngadain acara, gue mau lo jadi pacar gue, biar gue ngak dijodohin sama Gisel. Karena gue sukanya sama lo,"
"Wil, itu akan membuat hidup gue tambah rumit." jawab Gege
Wildan menggeleng. "Ngak. Aku selalu ada buat kamu,"
"Ngak Wil." jawan Gege tetap
"Hari ini aja Ge. Jangan buat aku maksa ngelakuin hal yang buat kamu sedih." Wildan terpaksa mengancam Gege lagi.
Gege diam. Wildan mengelus pipi Gege, "Kamu udah masuk didunia aku."
Wildan beralih mengelus bibir Gege. Membuat Gege tersentak kaget. "Aku, mencintaimu, pasti dan selalu Ge,"
"Beri aku kesempatan untuk mencoba membuatmu jatuh cinta, "Wildan masih setia memandang Gege.
Wildan tersenyum geli, "Kan aku jadi cerewet kalau sama kamu,"
"Hati, kumohon jangan goyah. Jangan jatuh kepada harapan-harapan yang mungkin menyakitkan." batin Gege
Gege mengalihkan pandangannya. Ia melihat seorang anak yang mengamen, di jendela mobilnya. Gege membuka jendela, memberinya sedikit uang. "Ini dek, tetap semangat yah, jangan lupa tersenyum, kakak pernah dengar, senyum itu artinya bersyukur loh," ujar Gege setelah memberi anak itu sedikit uang.
"Makasih kakak cantik, semoga langgeng sama pacarnya yah kak, cocok banget soalnya. " ujar anak itu kemudian pergi ke mobil yang lain.
Gege kembali menutup jendela mobilnya. "Aku tambah yakin, kalau kamu adalah wanita paling istimewa yang pernah aku temuin,"
---
Sampai bertemu dengan Wildan dan Genaya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Wildan Genaya
Teen FictionJika penderitaan yang kau liat, bukankah aku sudah cukup menderita bersamamu? Bukankah penderitaanku adalah hal kebahagiaanmu? Lantas apalagi? Hatiku sudah kau genggam terlebih ragaku yang sudah menjadi milikmu. Terima kasih atas luka dan asa yang...