satu minggu yang lalu zidny keluar dari rumah sakit, dan sekarang ia sudah bisa beraktivitas seperti biasanya
pagi ini kenan menjemput zidny untuk berangkat sekolah bersama. kenan datang lebih awal saat sampai ternyata zidny baru selesai mandi. jadi dia menunggu di ruang keluarga bersama Caesar
"bagaimana kabar ayah kamu?" tanya caesar disela sela obrolannya
ternyata Caesar, Caca, Faroza, dan Marisa sudah bersahabat dari jaman mereka SMP. kenan dan zidny baru tau saat marisa mengantarkan puding coklat kesukaan zidny kerumah zidny saat zidny baru pulang dari rumah sakit tiga hari yang lalu
tentu saja marisa menceritakan kejadian pembullyan yang zidny alami kepada kedua orang tua zidny
mereka kaget karena mendengar berita itu dari mulut marisa bukan dari zidny langsung. tetapi marisa menjelaskan apa alasan zidny tidak mau memberi tau kedua orang tuanya dan mereka hanya membalas dengan hela napas kasar
Caesar meminta kenan supaya lebih menjaga zidny jangan sampai kejadian seperti itu terulang lagi. tentu saja kenan mengiyakan bahkan tidak perlu disuruh juga kenan akan menjaga zidny
kenan merasa caesar orangnya memang gampang wellcome dengan siapa saja. walaupun baru beberapa kali bertemu karena memang Caesar jarang sekali dirumah kenan tidak merasa cangung sedikitpun
"kabar ayah baik pa" jawab kenan sopan
Caca yang menyuruh kenan untuk memanggil mereka juga dengan sebutan mama dan papa biar seperti zidny yang memanggil faroza dan marisa dengan sebutan ayah, bunda
"sukur lah" ucap Caesar
papa zidny hari ini berangkat ke kantor agak siangan jadi jam segini masih santai santai
"ke meja makan yuk, mama udah selesai masak kayanya" sambung caesar mengajak kenan untuk sarapan bersama
kenan memang belum sempat sarapan dari rumah dan itu sengaja karena caca tadi malam menelfon kenan untuk sarapan bersama dirumahnya sekalian menjemput zidny
"kenan mau makan pake apa? biar mama yang ambilin" tawar Caca
caca memang sudah suka dengan kenan dari pertama kali dia melihat fotonya di ponsel milik zidny. menurut caca kenan sangat ganteng lebih lagi mengetahui kalau kenan adalah anak dari sahabatnya membuat caca tambah menyayangi kenan
"biar kenan sendiri aja mah" tolak kenan tidak enak hati
"yaudah dimakan dulu ya sambil nunggu anak perawan lagi dandan" kata caca dengan terkekeh
tak lama zidny turun dan menuju meja makan
"tumben lama turunnya dandan dulu ya mentang mentang di jemput pacar" goda caca
"ih apaan sih Ma, biasanya juga jam segini zidny turun" elak zidny
"sudah sudah sarapan dulu nanti kesiangan lagi" lerai caesar
"abang mana pah?" tanya zidny sambil menduduki bokongnya di kursi sebelah kenan
"nginep di kos nya temen" zidny hanya manggut-manggut menanggapinya
butuh waktu sekitar sepuluh menit untuk menghabiskan sarapan mereka, tak ada percakapan saat sarapan itu memang sudah aturannya
sekarang tepat pukul setengah tujuh waktunya mereka berangkat sekolah
"pa, ma, berangkat dulu" kata kenan sambil menyalami caca dan caesar
"zidny sama kenan berangkat dulu. assalamualaikum" setelah kenan tinggal zidny yang menyalami kedua orangtuanya
KAMU SEDANG MEMBACA
KENAN (SEGERA TERBIT)
Teen FictionKenandra Arion Alditama, anak pengusaha sukses dengan cabang perusahaan dimana mana. walaupun bukan besar di keluarga yang broken home tetapi dia memiliki kepribadian yang sangat menyeramkan maka dari itu dia diangkat menjadi ketua geng motor yang p...
