Pasti akan sulit lupa, bahkan mungkin tidak akan pernah bisa lupa. Apalagi punya kesan yang indah sebelum kepergiannya. Seperti diambil secara paksa. Sekeras apapun kamu menginginkan dia agar tetap tinggal, dia akan tetap pergi, karna tugas dia sudah selesai. Namun, satu hal yang harus kamu tahu. Dia akan tetap mencintaimu, meskipun dari alam yang berbeda.
***
Setelah selesai menyanyikan lagu untuk Hana. Sonyapun mempersilahkan mereka untuk menikmati hidangan yang sudah disediakan. Sonya ikut meninggalkan Hana, ikut bergabung dengan teman-temannya yang tengah berbincang. Karina, Rendi dan Romi tergerak untuk menghampiri Hana.
"Han lo gapapa kan?" tanya Karina memastikan keadaan Hana.
"Gue gapapa kok."
"Gue salut sama lo Han, lo mau nurutin apa kata mama lo meskipun lo sendiri sebenernya gak mau lakuin itu," seru Rendi.
"Kalo gue jadi lo sih gue bakalan berontak. Gue paling gak suka diatur apa lagi dikekang," Romi ikut angkat bicara.
"Ya emang dasar lo mah anak durhaka," sahut Rendi.
"Sembarangan kalo ngomong. Gue mah anak baik, rajin, tidak sombong dan rajin menabung. Inget itu!" ujar Romi tak terima.
"Omongan lo hoax semua Rom."
"Yah si mamangnya gak tau. Omongan gue udah diuji dan lulus tes. Terbukti omongan gue itu tulus apa adanya tanpa dibuat-buat. Catet tuh."
"Bodoamat gue gak bawa alat tulis."
"Ren, Rom bisa gak ributnya ditunda dulu?" kesal Karina pada keduanya.
"Bisa kok bisa. Apa sih yang nggak bisa buat neng Rina," seru Romi lalu menaik turunkan kedua alisnya.
"Alis lo kenapa Rom? Cantengan?" tanya Rendi dengan wajah polosnya.
"Bukan tapi dangdutan."
"Wih keren."
"Bapak lo keren."
"Oh tentu."
"BERISIKK! Kalian tuh ya susah dibilangin. Kok bisa ya Reino sabar ngadepin orang kayak lo berdua tiap hari. Kalo gue lama-lama bisa stres," ujar Karina yang semakin dibuat kesal.
"Gak tiap hari Rin, minggu kan libur."
"Oh iya, Reino gimana ya sekarang. Apa dia baik-baik aja disana?" seru Romi yang mendapat pelototan dari Karina.
"Jangan ngomongin soal Reino dulu. Nantinya Hana jadi makin sedih," ucap Karina seperti berbisik namun masih dapat didengar oleh mereka.
"Gapapa Rin, karna percuma. Mau ngomongin Reino atau nggak. Gue tetep kepikiran sama dia."
"Pasti susah banget ya buat lupain Reino."
"Iya, bahkan mungkin gue gak akan pernah bisa lupain dia," Hana menundukkan kepalanya.
"Lo jangan pernah ngerasa sendiri Han, ada kita kok yang selalu siap nemenin lo. Kita siap dengerin keluh kesah lo. Kalo lo ada masalah bilang aja ke kita, pasti kita bantu. Iya kan Ren, Rom?"
"Bener banget tuh apa kata neng Rina."
"Iya Han, kita peduli sama lo. Kalo lo lagi sedih pasti kita hibur. Ada Romi yang selalu siap jadi badut," sahut Rendi.
"Iya deh iya, gue iklas jadi badut. Asalkan Rendi jadi topeng monyetnya."
"Gue topengnya lo monyetnya."
"Gue kan udah jadi badut," protes Romi. "Yaudah kalo gitu lo topengnya neng Rina mo.. eh astaghfirullah," Romi segera membekap mulutnya.
"APA LO BILANG?" pekik Karina sambil berkacak pinggang.
KAMU SEDANG MEMBACA
REIHANA [Completed]
Novela JuvenilSeseorang mengubah hidupmu. Mengubah segala sesuatu yang tidak kamu sukai menjadi sesuatu yang selalu kamu rindukan. Mengubah sikap burukmu menjadi lebih baik. Namun saat seseorang itu pergi, hidupmu menjadi seperti sedia kala. Kamu berubah menjadi...
![REIHANA [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/214534503-64-k739851.jpg)