Apakah ini cinta, atau hanya terbawa perasaan semata?
***
Waktu menunjukkan pukul 6 pagi. Kini Hana sudah siap mengenakan kaos olahraganya. Karna memang hari ini kelas XII Ipa 1 mendapat jadwal olahraga untuk jam pelajaran pertama.
Hana memasukkan buku dan peralatan lukis pemberian Reino yang akan ia bawa ke sekolah. Hana berniat untuk menghabiskan waktu istirahat dengan melukis.
Setelah semuanya siap, ia pun mulai menuruni tangga menuju dapur untuk sarapan. Hana mendapati Sonya yang tengah menyiapkan makanan. Hana duduk di kursi makan tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
"Nanti pulang sekolah ada kegiatan apa?" tanya Sonya sambil menyodorkan sepiring nasi goreng.
"Gak ada."
"Oke. Berarti kamu harus langsung pulang."
"Biasanya juga gitu."
"Tapi kadang kamu main dulu gak langsung pulang."
"Ya aku juga butuh main."
"Kamu itu butuh belajar, bukan butuh main. Main cuma buang-buang waktu doang. Gak berguna," ujar Sonya yang Hana tak menyahutinya lagi, karna hanya akan mengundang keributan.
"Ada yang mau Mama kasih tau ke kamu."
"Apa?" tanya Hana disela makannya.
"Mama mau ngenalin kamu ke seseorang."
"Siapa?"
"Nanti juga kamu tau. Makanya kamu nanti langsung pulang. Mama gak mau tamu Mama nunggu lama," ucap Sonya yang hanya dibalas anggukan kecil oleh Hana.
Setelah selesai sarapan, Hana langsung berangkat ke sekolah.
Tak butuh waktu lama, kini ia sudah sampai di sekolah. Karna memang jarak dari rumah ke sekolah cukup dekat. Hana menyusuri koridor kelas yang masih cukup sepi. Beberapa menit kemudian ia pun sampai di kelasnya. Keadaan kelas masih sepi, hanya terdapat beberapa siswa saja yang baru datang.
Sebelum duduk Hana sempat melirik ke kursi yang ada di sampingnya. "Lah, belom dateng?" Hana mengedarkan pandanganya yang sedetik kemudian ia menyadari sesuatu. "Gue ngapain nyariin dia? Duh.. otak gue gak beres nih."
Hana mulai duduk di kursinya, lalu merogoh ponsel yang baru sempat ia buka. Terdapat notifikasi dari nomor yang tidak ia simpan, nomor milik Reihan. Sebenarnya Hana tidak ingin membacanya, namun ia cukup penasaran dengan pesan yang Reihan kirim.
"Dih, apaan, sih? Gak jelas banget. Dasar aneh," seru Hana saat sudah membaca pesan tersebut.
Hana mendengar suara seseorang yang baru saja datang. Pandangannya mengarah pada orang tersebut, yang ternyata Reihan. Hana berpura-pura tak melihatnya dan kembali fokus pada ponselnya.
Namun pandangan Hana kembali mengarah pada Reihan. Seperti ada yang berubah dari orang tersebut. Ya, Hana merasa ada yang berbeda dari manusia menyebalkan itu. Hana terus memperhatikannya, sampai pada akhirnya
"Eh, copot.. copott!"
Reihan menyandung meja yang ia lewati. Membuat Hana dan murid yang menyaksikan kejadian tersebut tak kuasa menahan tawa.
"Aduh, ini siapa yang naro meja di sini, sih?" kesal Reihan yang tak mendapat sahutan dari siapapun.
Reihan kembali melanjutkan langkahnya lalu mulai duduk di kursinya, yang Hana kembali menyibukkan diri.
Setelah duduk, Reihan hanya diam, tatapannya pun kosong. Hana merasa ada yang aneh dari Reihan, ia tidak bersikap seperti basanya.
"Tumben diem? Biasanya juga berisik," heran Hana yang melirik Reihan sekilas. Lalu kembali memainkan ponselnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
REIHANA [Completed]
Novela JuvenilSeseorang mengubah hidupmu. Mengubah segala sesuatu yang tidak kamu sukai menjadi sesuatu yang selalu kamu rindukan. Mengubah sikap burukmu menjadi lebih baik. Namun saat seseorang itu pergi, hidupmu menjadi seperti sedia kala. Kamu berubah menjadi...
![REIHANA [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/214534503-64-k739851.jpg)