22 - Menolak Perjodohan

60 2 0
                                        

Semua murid mulai membereskan bukunya bersiap untuk pulang.

Hana sudah selesai membereskan alat tulisnya, namun ia masih terdiam di tempatnya. Ia memperhatikan Reihan yang tengah memasukkan buku-bukunya ke dalam tas.

"Gak usah ngeliatin gue sampe segitunya. Gue tau gue ganteng," ujar Reihan yang mengetahui Hana sedang memperhatikannya.

"Siapa juga yang ngeliatin lo? Geer banget," ucap Hana sambil memalingkan wajahnya.

"Ya elah, udah ketauan juga, gak mau ngaku lagi."

"Ya orang gue gak ngeliatin lo kok," elak Hana.

"Terserah lo deh," sahut Reihan yang kemudian mulai melangkahkan kakinya untuk pulang.

Hana masih terdiam di tempatnya, merasa tidak percaya, lagi-lagi Reihan mengabaikannya.

'Dia kenapa, sih? Sikapnya kok beda banget sama gue? Yang biasanya maksa ngajak gue pulang, sekarang malah pergi gitu aja.'

"Han, lo gak akan pulang?" tanya Karina, membuyarkan lamunan Hana.

"Ini gue mau pulang."

"Lo kenapa?"

"Gue gapapa. Emang kenapa?"

"Muka lo kayak kusut gitu. Kenapa? Ada masalah?"

"Rin, dia kenapa, ya? Kok sikapnya sekarang beda banget? Gak kayak biasanya," ucap Hana, membuat Karina menautkan kedua alisnya.

"Dia? Dia siapa?"

"Ish, cowok nyebelin itu."

"Maksud lo Reihan?"

"Iya."

"Ya elah, tinggal bilang Reihan doang apa susahnya."

"Gue gak mau sebut namanya."

"Iya deh, kenapa emang Reihan?"

"Sikapnya berubah. Dia sekarang cuek sama gue. Yang biasanya gangguin gue, tapi hari ini nggak."

"Bukannya bagus ya kalo dia gak gangguin lo lagi?"

"Iya sih, tapi gue ngerasa kayak ada yang kurang."

"Jangan-jangan.. lo mulai suka sama Reihan."

"Masa, sih? Apa, iya?"

"Ya lo sendiri ngerasa suka gak sama dia?"

"Gue gak tau."

"Lo harus pastiin, Han, lo beneran suka atau nggak sama dia. Jangan sampe nanti lo nyesel pas dia udah sama yang lain."

"Gue gak mau suka sama siapapun. Gue gak mau duain Reino."

Karina menepuk pelan pundak Hana. "Han, Reino udah gak ada. Jadi lo sah-sah aja kalo mau deket sama cowok lain."

"Gue sayang banget sama Reino, bahkan Reino udah gak ada pun, gue tetep sayang sama dia. Rasanya gak akan ada yang bisa gantiin posisi Reino di hati gue."

"Jangan ngomong kayak gitu kalo lo belom nyoba. Siapa tau Reihan bisa bikin lo bahagia, iya, kan?"

Hana terdiam untuk beberapa saat. "Emang lo yakin, Reihan beneran suka sama gue?"

"Ya gue sih yakin, dia kan perhatian banget sama lo."

"Tapi belakangan ini nggak, Rin."

"Mungkin Reihan cuma lagi pengen istirahat sejenak biat ngejar lo. Soalnya lo nolak dia terus."

"Masa iya, sih?"

"Ya bisa jadi, kan? Makanya lo jangan terlalu cuek sama dia, akhirnya lo juga ngerasain kan gimana rasanya dicuekin?"

REIHANA [Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang