Terlihat kuat, padahal sekarat. Terlihat tangguh, padahal rapuh. Terlihat baik-baik saja, padahal sudah ingin menyerah rasanya. Biarlah semua orang menganggap bahagia. Mereka tak perlu tahu, bagaimana sulitnya berada di posisiku.
***
Karina mulai melajukan motornya untuk mengantar Hana pulang. Sebenarnya Hana tidak ingin pulang ke rumah. Kalau bukan karna Rustam, Hana enggan kembali ke rumah itu.
"Han, lo kok bisa sama Satria, gimana ceritanya?" heran Karina.
"Gue tadi pergi dari rumah, terus gak sengaja ketemu sama Satria."
"Lo ngapain pergi dari rumah tanpa sepengetahuan mama papa lo?" tanya Karina yang membuat Hana kembali terdiam.
'Apa gue kasih tau Karina aja kali ya soal ini?'
"Hana, lo gapapa, kan?"
"Gue gapapa kok."
"Tapi muka lo murung gitu, lo keliatan lagi sedih. Han, lo ada masalah apa? Cerita sama gue, siapa tau gue bisa bantu."
"Gue baru tau rahasia besar yang mama sama papa sembunyiin dari gue selama ini."
"Rahasia apa?"
"Nanti gue ceritain besok di sekolah."
"Yaudah. Sekarang lo jangan sedih gitu dong. Senyumnya mana?"
Hana mencoba memaksakan senyumnya.
"Nah, kalo gitu kan enak diliat. Muka lo asem banget tadi," ujar Karina yang kemudian memecahkan tawanya, mencoba menghibur Hana.
Karina melihat ke arah belakang dari kaca spion. Namun ia tidak menemukan keberadaan Reihan. "Eh Reihan ke mana? Dia gak ikut nganterin lo?"
"Udah lah biarin. Gak penting juga."
"Kenapa? Lo marah sama dia?"
"Gue cuma gak suka aja sama sikapnya tadi. Masa dateng-dateng dia mukul Satria. Gimana gak kesel coba. Dia tu terlalu ikut campur sama urusan gue," jelas Hana dengan nada kesal.
"Mungkin karna dia khawatir sama lo. Dia takut lo diapa-apain sama Satria."
"Udah jelas-jelas tadi Satria gak ngapa-ngapain gue. Dia sama sekali gak ada jahatin gue, Rin. Justru dia yang dari tadi nemenin gue."
"Atau mungkin Reihan cemburu liat lo deket sama Satria."
"Apaan sih cemburu-cemburu, gue itu bukan siapa-siapanya dia. Gue bebas deket sama siapapun, dan itu bukan urusan dia."
"Iya-iya, lo yang sabar ya. Mungkin Reihan udah kelewat sayang jadi kayak gitu deh."
"Karina lo jangan ngaco."
"Hehe.. maaf."
Beberapa menit kemudian, kini mereka sampai di rumah Hana. Karina menghentikan motornya tepat di depan gerbang rumah Hana.
Hana turun dari motor, namun ia tak kunjung masuk ke dalam rumah.
"Udah sana masuk, Han," suruh Karina.
"Gue takut, Rin."
"Takut kenapa?"
"Gue takut mereka gak mau terima gue."
"Maksud lo?" Karina menautkan kedua alisnya, lagi-lagi Hana hanya diam. "Yaudah, ayo gue anter lo masuk," seru Karina yang turun dari motornya. "Udah ayo."
Mereka berdua masuk ke area rumah Hana. Hana sempat berhenti di ambang pintu, yang kemudian ia kembali melangkahkan kakinya untuk masuk.
"Permisi, Om, Tante, Hana pulang," pekik Karina yang tak lama Rustam dan Sonya datang menghampirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
REIHANA [Completed]
Teen FictionSeseorang mengubah hidupmu. Mengubah segala sesuatu yang tidak kamu sukai menjadi sesuatu yang selalu kamu rindukan. Mengubah sikap burukmu menjadi lebih baik. Namun saat seseorang itu pergi, hidupmu menjadi seperti sedia kala. Kamu berubah menjadi...
![REIHANA [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/214534503-64-k739851.jpg)