Sahabat sejati adalah dia yang tidak pernah pergi. Setia menemani saat bahagiamu, pun saat sedihmu.
***
Setelah selesai melahap makanannya. Reino dan Hana memutuskan untuk segera pulang karna malam sudah semakin larut. Mereka mulai meninggalkan tempat tersebut dengan kembali menaiki motor matic milik Reino.
Beberapa menit kemudian kini mereka sudah sampai dirumah Hana.
"Rei makasih ya kamu udah mau nemenin aku beli alat-alat lukis ini," seru Hana ketika sudah turun dari motor.
"Iya Hana sama-sama."
"Yaudah kalo gitu aku masuk dulu," Hana hendak berbalik namun Reino memanggil namanya.
"Hana!" panggil Reino yang membuat Hana kembali menatapnya.
"Kenapa Rei?"
"Kamu langsung tidur ya, jangan begadang. Terus sebelum tidur jangan lupa berdoa," ucap Reino mengingatkan.
"Iya Rei."
"Jangan lupa mimpiin aku."
"Iya bawel. Ada yang mau diomongin lagi sebelum aku masuk?"
"Nggak. Gih masuk."
"Yaudah. Kamu hati-hati pulangnya. Aku masuk dulu," Hana kembali berbalik namun lagi-lagi Reino memanggilnya.
"Hana!"
"Apa lagi Rei?"
"Aku sayang kamu," seru Reino yang membuat Hana tidak bisa menahan senyumnya. "Yaudah aku pulang ya." Pamit Reino dan mulai melajukan motornya meninggalkan Hana yang masih terdiam ditempatnya.
"Aku juga sayang kamu Rei." Ucap Hana sambil menatap punggung Reino yang semakin menjauh.
Hana kembali melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah. Seperti biasa, saat berada didalam rumah raut wajah Hana berubah. Kini Hana tidak terlihat sebahagia saat ia bersama Reino.
"Dari mana aja kamu baru pulang?" tanya Sonya sambil melipat tangan didada. Hana segera menyembunyikan peralatan lukis yang ia bawa dibalik punggungnya.
"Mama kan tau sendiri aku abis keluar sama Reino."
"Kenapa jam segini baru pulang? Mama kan udah bilang jangan pulang malem-malem."
"Aku tadi cari makan dulu ma."
"Alesan aja kamu. Terus itu apa yang kamu pegang?" tanya Sonya yang melihat Hana sedang menyembunyikan sesuatu darinya.
"Bukan apa-apa kok."
"Sini mama liat."
"Jangan ma."
"Sini!" Sonyapun mengambil paksa peralatan lukis yang Hana bawa. Sonya membelalakkan matanya saat mengetahui apa yang Hana sembunyikan darinya. "Kamu beli peralatan lukis lagi? Mama udah nyuruh kamu buat berenti bikin lukisan-lukisan gak berguna itu. Masih aja dilakuin, coba nurut sama apa yang mama suruh!" sentak Sonya.
"Aku selalu nurutin apa yang mama suruh! Bahkan ngelakuin sesuatu yang aku gak mampu. Tapi apa mama pernah sekali aja nurutin kemauan aku?" Hana mulai terpancing emosi.
"Ya emang sebagai anak kamu harus nurut sama apa yang mama suruh dan kamu gak boleh ngebantah."
"Sebagai ibu yang baik harusnya mama bisa ngertiin anaknya!" Hana sedikit meninggikan nada suaranya.
"Gak usah ngajarin mama! Mama lebih tau dari kamu. Sekarang kamu berenti ngelukis atau kamu mama kirim ke Surabaya. Biar kamu tinggal sama nenek disana dan kamu gak akan bisa ketemu lagi sama pacar kamu itu."
KAMU SEDANG MEMBACA
REIHANA [Completed]
Novela JuvenilSeseorang mengubah hidupmu. Mengubah segala sesuatu yang tidak kamu sukai menjadi sesuatu yang selalu kamu rindukan. Mengubah sikap burukmu menjadi lebih baik. Namun saat seseorang itu pergi, hidupmu menjadi seperti sedia kala. Kamu berubah menjadi...
![REIHANA [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/214534503-64-k739851.jpg)