Ketika ucapanku tak didengar. Kejujuranku tak dipercaya. Seseorang yang harusnya lebih percaya padaku, malah lebih mempercayai orang lain. Ingin rasanya aku berontak. Namun, akupun tak kuasa melakukannya. Lalu aku harus bagaimana?
***
Kriiinggggggg!
Suara alarm membangunkan Hana tepat pukul 5 pagi. Hana duduk di tempat tidurnya untuk beberapa saat sebelum benar-benar bangun. Hana mulai melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk melakukan ritual mandinya pagi ini.
Setelah semuanya siap, Hana mulai menuruni tangga untuk menuju dapur. Seperti biasa, di dapur sudah terdapat Sonya yang tengah menyiapkan sarapan.
Hana mulai duduk di kursi makan, namun ia tak kunjung melahap makanannya. Hana lupa ada sesuatu yang harus ia beritahu pada Sonya. Hana merasa ragu untuk mengatakan itu, karna Sonya pasti akan sangat marah.
"Kenapa gak dimakan? Bosen sama masakan Mama?" tanya Sonya yang melihat Hana hanya memperhatikan nasi goreng yang ada dihadapannya.
"Nggak kok, Ma."
"Terus kenapa gak kamu makan?"
Hana terdiam sejenak mencoba mengumpulkan keberaniannya. "Hana suruh bawa orang tua hari ini ke sekolah," ucap Hana dengan sedikit ragu.
"Maksud kamu Mama harus ke sekolah? Ada apa?"
"Ada kesalahfahaman dan guru BK mau bicara sama Mama."
"Guru BK? Jangan bilang kamu ngelakuin kesalahan."
"Nggak, Ma."
"Kalo nggak, gak mungkin Mama dipanggil. Kamu pasti ngelakuin kesalahan fatal sampe Mama harus dateng ke sekolah," ujar Sonya dan Hana hanya terdiam. "Emang dasar kamu ini nyusahin mama aja. Yaudah kamu sarapan, Mama mau siap-siap dulu." Sonya pun melenggang pergi menuju kamarnya.
Hana mulai melahap makanannya walaupun ia tidak ada selera untuk sarapan pagi ini.
🍁🍁🍁
Hana dan Sonya kini sudah sampai didepan gerbang sekolah. Keduanya turun dari taxi dan mulai masuk kedalam area sekolah. Banyak pasang mata yang memperhatikan keduanya. Mungkin mereka bertanya-tanya ada masalah apa sampai orang tua Hana datang ke sekolah.
Karina yang baru saja datang tak sengaja melihat keberadaan Hana dan Sonya. "Itu kan Hana sama tante Sonya. Mereka pasti mau ke ruang BK. Gue ikutin ah." Karina pun berniat untuk mengikutinya, ingin tahu apa yang akan dibicarakan oleh pak Sam. Karina takut Hana benar-benar akan dikeluarkan dari sekolah.
Tak lama merekapun sampai didepan ruang BK. Hana dan Sonya mulai membuka pintu ruangan yang ia dapat melihat keberadaan pak Sam disana.
"Permisi," seru Sonya yang sudah membuka pintu ruangan tersebut.
"Iya silahkah masuk."
Merekapun mulai masuk kedalam ruangan.
"Silahlan duduk," suruh pak Sam yang kini keduanya sudah duduk menghadapnya.
"Ada apa ya pak? Kenapa saya dipanggi? Apa anak saya ngelakuin kesalahan?" tanya Sonya berusaha terlihat tenang.
"Iya bu anak ibu sudah melakukan kesalahan. Dia sudah melukai temannya sendiri. Dia melukai tangan Siska dengan menggunakan cutter atau pisau lipat." Jelas pak Sam yang membuat Sonya terkejut.
Sonya sempat melirik ke arah Hana. Hana menggelengkan kepalanya memberitahu bahwa yang dikatakan oleh pak Sam itu tidak benar.
"Ya ampun pak, saya minta maaf ya atas apa yang sudah dilakukan oleh anak saya."
KAMU SEDANG MEMBACA
REIHANA [Completed]
Fiksi RemajaSeseorang mengubah hidupmu. Mengubah segala sesuatu yang tidak kamu sukai menjadi sesuatu yang selalu kamu rindukan. Mengubah sikap burukmu menjadi lebih baik. Namun saat seseorang itu pergi, hidupmu menjadi seperti sedia kala. Kamu berubah menjadi...
![REIHANA [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/214534503-64-k739851.jpg)