Hana masih tidak menyangka jika orang tersebut adalah orang yang dijodohkan dengannya.
'Bintang? Ternyata orang yang bawa gue ke warung gorengan itu, dia. Apa iya?'
"Syukur lah kalo lo udah pulang. Tadinya gue baru mau nyari lo. Soalnya kata orang tua lo, sedari semalem lo belom pulang," jelas Bintang, yang kini sudah turun dari motornya.
"Oh, iya, tapi sekarang gue udah ada di rumah. Lo bisa langsung pulang," ucap Hana, berharap Bintang mau pergi dari sana. "Eh, tapi sebelumnya gue mau nanya."
"Nanya apa?"
"Lo sebenernya gak setuju kan sama perjodohan ini? Dan lo gak suka sama gue? Iya, kan?" tanya Hana, Bintang menggelengkan kepalanya, membuat Hana menautkan kedua alis.
"Awalnya gue emang nolak. Mama sempet maksa gue buat setuju sama perjodohan ini. Dan gue gak ada perasaan apa-apa sama lo. Tapi waktu pertemuan kita yang ke dua, semalem. Gue mulai suka sama lo," jelas Bintang, sontak Hana membulatkan matanya.
"Maksud lo, lo setuju sama perjodohan ini?" tanya Hana, lagi-lagi Bintang mengangguk. "Nggak, lo gak boleh suka sama gue. Perjodohan ini gak boleh diterusin. Lo tau kan gue gak suka sama lo?"
"Tapi kita bisa apa? Kita gak bisa berbuat apa-apa. Orang tua kita pasti bakalan tetep maksa dan tetep nerusin perjodohan ini."
Hana menggeleng cepat, Hana sungguh tidak ingin perjodohan itu diteruskan.
"Eh, Bintang kamu udah di sini dari tadi?" tanya Sonya, yang menghampiri keduanya.
"Nggak kok, Tan, Bintang baru aja sampe," jawab Bintang, kemudian Sonya beralih menatap Hana.
"Hana, dari mana aja kamu semalem gak pulang?"
"Hana nginep di rumah temen."
"Ini kamu pake baju siapa? Ini baju cowok, ya? Ngapain aja kamu semalem, hah?" tanya Sonya, Bintang ikut memperhatikan baju yang dikenakan Hana.
'Baju yang dipake Hana kok kayak bajunya Reihan. Apa mungkin semalem Hana nginep di rumah Reihan?'
"Hana gak ngapa-ngapain."
"Bohong!"
"Hana gak bohong, Ma."
"Ada apa ini?" tanya Rustam, yang baru saja datang menghampiri ketiganya.
"Ini nih si Hana, semalem dia gak pulang pasti ngelakuin yang nggak-nggak," tuduh Sonya.
"Hana, akhirnya kamu pulang. Kamu dari mana aja? Papa khawatir sama kamu," tanya Rustam dengan wajah cemasnya.
"Hana semalem nginep di rumah temen, Paa, tapi Hana gak ngapa-ngapain kok," Hana mencoba meyakinkan Rustam.
"Iya sayang, Papa percaya sama kamu. Sekarang ayo kita masuk."
"Pa, kamu kok belain dia, sih?" protes Sonya.
"Udah kamu diem, Hana baru pulang jangan dituduh yang nggak-nggak."
"Oke. Hana sekarang kamu masuk, ganti baju. Siap-siap buat jalan sama Bintang," perintah Sonya.
"Ma, Hana baru pulang, dia pasti cape. Biarin dia istirahat," timpal Rustam.
"Gak ada yang boleh bantah aku. Hana, cepet sana masuk!" perintah Sonya lagi, Hana pun segera masuk ke dalam rumah. "Bintang, ayo masuk dulu. Sambil nunggu Hana siap-siap," ajak Sonya, mereka kini mulai masuk ke dalam rumah.
🍁🍁🍁
Hana mulai menuruni tangga setelah mengganti pakaiannya. Sebenarnya Hana enggan untuk pergi bersama Bintang. Namun jika ia menolak pun, Sonya akan tetap memaksa agar Hana menuruti kemauannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
REIHANA [Completed]
Teen FictionSeseorang mengubah hidupmu. Mengubah segala sesuatu yang tidak kamu sukai menjadi sesuatu yang selalu kamu rindukan. Mengubah sikap burukmu menjadi lebih baik. Namun saat seseorang itu pergi, hidupmu menjadi seperti sedia kala. Kamu berubah menjadi...
![REIHANA [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/214534503-64-k739851.jpg)