Setiap orang pasti ingin hidupnya bahagia. Entah bahagia saat berada diluar, maupun saat berada di dalam rumah. Keluarga yang bahagia adalah impian semua orang. Dimana setiap anggota keluarga saling mengerti, manyayangi, dan mengasihi.
***
Hana dan Karina merapikan alat tulisnya, bersiap untuk pergi ke kantin. Sebenarnya Hana ingin tetap berada didalam kelas. Namun Karina memaksanya agar pergi ke kantin untuk mengisi perutnya yang kosong. Jika Karina tidak memaksa, Hana pasti tidak akan makan siang kali ini.
"Udah Han? Ayo ke kantin," ajak Karina yang dibalas anggukan oleh Hana.
Mereka berdua mulai melangkahkan kakinya menuju kantin. Saat diperjalanan Hana hanya diam, tak ada niat untuk berkata-kata.
Tak lama kini mereka sudah sampai di kantin. Seperti biasa keadaan kantin ramai bak pasar. Karina mengedarkan pandangannya mencari kursi yang masih kosong. Pandangan Karina tertuju pada dua orang yang tengah duduk dikursi pojok kantin. Karinapun menghampirinya sambil menuntun Hana agar mengikutinya.
Tanpa meminta ijin terlebih dahulu. Karina dan Hana duduk dikursi yang ada dihadapan Rendi dan Romi yang kebetulan tak ada yang menempati.
"Eh kalian, baru keluar?" tanya Rendi yang baru menyadari kehadiran keduanya.
"Iya gue abis bujuk si Hana dulu. Abisnya dia tadi gak mau diajak ke sini."
"Oh gitu," Rendi hanya ber-oh ria.
Karina sempat melirik ke arah Romi yang hanya terdiam sambil memakan gorengan mbak Siti. Karina merasa heran dengan sikap Romi yang tidak seperti biasanya.
"Lo kenapa?" tanya Karina yang membuat Romi menoleh ke arahnya.
"Lo nanya gue?" tanya Romi sambil menunjuk dirinya.
"Iya, lo kenapa?"
"Gapapa. Emang gue kenapa?"
"Kayak ada yang beda."
"Iya tau gue makin ganteng," seru Romi lalu tertawa hambar. Membuat Karina menatap aneh Romi.
Mereka kembali terdiam. Entah mengapa suasananya begitu berbeda. Semenjak perginya Reino, mereka lebih banyak diam, tidak seceria seperti biasanya.
"Han lo mau makan apa?" tanya Karina yang hendak memesan makanan.
"Gue gak laper, Rin."
"Nggak lo pasti laper."
"Gue gak lagi mau makan."
"Hana lo harus makan sekarang."
"Gapapa Rin, gue masih kenyang."
"Lo boong."
"Nggak, gue serius."
"Udah lo tunggu disini, biar gue bawain makanan buat lo," Karinapun segera melenggang pergi untuk memesan makanan. Karina tahu Hana sedang berbohong, ia tidak akan membiarkan Hana tidak makan siang ini.
"Ren, gue juga udahan deh makannya. Gue lagi gak enak makan," seru Romi yang menghentikan aktivitas makannya.
"Lah gak enak makan gimana? Lo udah abis gorengan 5 biji."
"Kalo gue lagi napsu makan, biasanya kan gue abis gorengan 10 biji."
"Emang lo kenapa? Sakit?"
"Gue kepikiran Reino. Dia udah makan belom ya?"
"Yaelah Rom, orang udah meninggal mana bisa makan. Udah deh lo jangan macem-macem."
"Emangnya lo gak kangen sama Reino?"
KAMU SEDANG MEMBACA
REIHANA [Completed]
Teen FictionSeseorang mengubah hidupmu. Mengubah segala sesuatu yang tidak kamu sukai menjadi sesuatu yang selalu kamu rindukan. Mengubah sikap burukmu menjadi lebih baik. Namun saat seseorang itu pergi, hidupmu menjadi seperti sedia kala. Kamu berubah menjadi...
![REIHANA [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/214534503-64-k739851.jpg)