Waktu menunjukkan pukul 6 pagi. Hana terbangun dari tidurnya. Untung saja Hari ini hari libur, jadi ia tidak perlu terburu-buru untuk bangun dan pulang ke rumahnya.
Hana duduk di tempat tidur dengan mata yang setengah terbuka. Tiba-tiba seseorang datang mengetuk pintu.
Tok! Tok! Tok!
"Duh.. siapa ya yang ngetok-ngetok pintu? Jangan sampe itu mama atau papanya Reihan. Bisa-bisa mereka salah faham liat gue ada di sini," panik Hana, karna memang Ferdi dan Rosa tidak mengetahui keberadaan Hana di rumahnya.
Tok! Tok! Tok!
"Non Hana, bangun Non sudah pagi," ucap Mbok Surti, Hana pun menghela nafas lega. Ia segera membukakan pintu.
"Iya, Mbok, saya udah bangun kok," jawab Hana saat sudah membuka pintu. "Mbok, Reihan udah bangun belom, ya?"
"Mbok tadi udah coba bangunin, tapi Mas Reihan gak mau bangun. Emang sih kalo hari libur Mas Reihan suka susah dibangunin. Tapi Mbok tetep paksa Mas Reihan buat bangun. Soalnya nyonya sama tuan yang nyuruh, supaya Mas Reihan tetep bangun pagi walaupun hari libur," jelas Mbok Surti, dan Hana mengangguk mengerti.
"Oh, iya, mama sama papanya Reihan udah pulang?"
"Belom, Non, kemungkinan nanti agak siangan pulangnya."
"Emang mereka udah biasa ya Mbok, nginep di kantor gitu?"
"Iya, nyonya sama tuan itu kerjanya giat banget. Saya salut, mereka kuat kerja siang malem."
"Tapi kasian Reihan Mbok, dia butuh orang tuanya ada di rumah."
"Iya, Non, Mbok juga kasian sama Mas Reihan. Yaudah kalo gitu, Non bangunin Mas Reihan, kalo Non yang bangunin pasti Mas Reihan langsung bangun."
"Gapapa saya bangunin Reihan?"
"Iya, gapapa. Kamar tamunya ada di bawah, atau perlu Mbok anter?"
"Nggak usah, Mbok, biar saya aja sendiri."
"Yaudah kalo gitu. Mbok mau beresin kamar Mas Reihan dulu."
"Iya, silakan, Mbok."
Mbok Surti mulai masuk ke dalam kamar Reihan. Dan Hana pun menuruni tangga untuk menuju kamar tamu.
Hana mengedarkan pandangannya mencari kamar tamu yang Mbok Surti maksud. Hana cukup kesulitan karna rumah Reihan cukup luas.
"Kamar tamunya di mana, ya?" bingung Hana, karna terdapat banyak pintu di sana. Hana berjalan menghampiri salah satu pintu yang sepertinya itu kamar tamu yang Mbok Surti maksud.
Hana mencoba mengetuk pintu tersebut. Dan semoga tebakannya benar.
Tok! Tok! Tok!
Hana mulai mengetuk pintu, yang tidak ada respon dari dalam.
Tok! Tok! Tok!
Hana kembali mengetuk pintu yang masih tetap tidak ada jawaban.
"Rei, lo di dalem?" pekik Hana.
"Rei, jawab gue!" Reihan masih tetap tidak menjawab.
"Gue salah kamar gak, sih? Atau mungkin Reihan masih tidur? Gue coba masuk aja deh," Hana pun memutuskan untuk masuk ke dalam ruangan tersebut, yang kebetulan pintunya tidak dikunci.
Hana mulai masuk ke dalam ruangan tersebut, dan menutup pintunya kembali. Hana tidak dapat melihat apa-apa karna ruangan tersebut cukup tertutup dan lampu yang tidak dinyalakan. Hana sulit untuk melihat sekelilingnya. Ia pun tidak bisa memastikan apakah Reihan ada di ruangan itu atau tidak.
KAMU SEDANG MEMBACA
REIHANA [Completed]
Teen FictionSeseorang mengubah hidupmu. Mengubah segala sesuatu yang tidak kamu sukai menjadi sesuatu yang selalu kamu rindukan. Mengubah sikap burukmu menjadi lebih baik. Namun saat seseorang itu pergi, hidupmu menjadi seperti sedia kala. Kamu berubah menjadi...
![REIHANA [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/214534503-64-k739851.jpg)