'Selamat ulang tahun🎈 Doa yang baik selalu menyertaimu.' Hanya ucapan sederhana, namun begitu berharga.
***
Malam berganti, pagipun tiba. Hari ini matahari bersinar cukup cerah.
Kini Hana sedang berada dimeja makan, dengan ponsel yang ia letakkan disampingnya. Sesekali Hana melirik ponselnya, berharap ada notifikasi dari Reino.
"Kalo makan jangan liatin hp terus," seru Sonya yang melihat Hana sedari tadi memperhatikan ponselnya. "Liatin apa sih kamu?"
"Bukan apa-apa," jawab Hana yang kemudian segera menghabiskan makanannya.
"Semalem kamu belajar kan?" tanya Sonya memastikan.
"Iya."
"Bagus. Kamu itu harus rajin belajar, jangan males-malesan. Nurut juga sama orang tua, lakuin apa yang mama suruh. Jangan ngebantah terus," ucap Sonya yang Hana hanya mendengarkan saja tak ada niat untuk menyahutinya. "Kalo pulang sekolah langsung pulang ke rumah. Ngapain main keluyuran gak jelas. Mending dirumah belajar biar pinter, kalo pinter kan udah pasti jadi orang sukses. Ngerti gak kamu?"
"Iya ngerti," jawab Hana lalu mulai bersiap untuk berangkat. "Hana berangkat dulu." Pamit Hana tanpa eskpresi yang kemudian mulai melangkahkan kakinya untuk pergi ke sekolah.
Hana menyusuri jalan sambil menggenggam ponselnya. Sesekali ia melirik layar ponsel yang tak kunjung ada notifikasi dari Reino. Hana menarik nafas panjang, iapun memutuskan untuk menyimpan ponselnya ke dalam saku dan fokus pada jalanan yang mulai ramai oleh kendaraan yang melintas.
Beberapa menit kemudian, Hana sampai disekolah. Hana menyusuri koridor kelas sendirian, yang biasanya ada Reino disampingnya. Hana mulai memasuki kelas yang sudah terdapat beberapa murid yang datang. Hana duduk dikursinya yang kemudian kembali merogoh ponselnya.
Dilihatnya layar ponsel yang masih tetap tak ada notifikasi dari Reino. Hana kembali mencoba menelfon Reino. Namun nihil, nomor Reino masih tidak dapat dihubungi.
"Reino kemana sih? Gak biasanya dia kayak gini," bingung Hana karna Reino tak kunjung mengabarinya.
"Pagi Hana," sapa Karina yang baru saja datang. "Lo kenapa? Kok mukanya kusut gitu?" tanya Karina yang kini sudah duduk dikursinya.
"Gue lagi bingung."
"Bingung kenapa?"
"Semalem Reino gak bales pesan gue lagi. Sampe sekarang dia gak ada hubungin gue."
"Coba lo telfon."
"Udah. Tapi nomernya gak aktif."
"Loh kok gitu sih?"
"Gue juga gak tau. Semalem juga dia gak ada ngucapin apapun ke gue. Biasanya kalo gue ulang tahun, dia yang pertama ngucapin. Apa Reino marah sama gue?"
"Marah kenapa? Lo ada ngelakuin kesalahan?"
"Nggak sih. Kemaren juga gue baik-baik aja sama dia. Apa mungkin nyokap gue yang nyuruh Reino buat ngejauh?" tebak Hana.
"Mama lo? Kenapa dia lakuin itu?"
"Soalnya dia nyuruh gue buat putus sama Reino. Dia larang gue buat pacaran dengan alasan gue sekarang jadi pemalas semenjak pacaran sama Reino. Reino udah bawa pengaruh buruk buat gue. Padahal kan sebenernya nggak gitu, Rin. Justru semenjak pacaran sama Reino, gue jadi ngerasa lebih baik. Selama ini dia yang bisa redam emosi gue, nenangin gue disaat gue lagi berantem sama nyokap," jelas Hana.
"Lo yang sabar ya Han," Karina mengelus punggung Hana mencoba menenangkannya. "Lo juga jangan mikir yang aneh-aneh dulu. Siapa tau Reino lagi bikin kejutan buat lo," ujar Karina yang membuat Hana berfikir sejenak.
KAMU SEDANG MEMBACA
REIHANA [Completed]
Fiksi RemajaSeseorang mengubah hidupmu. Mengubah segala sesuatu yang tidak kamu sukai menjadi sesuatu yang selalu kamu rindukan. Mengubah sikap burukmu menjadi lebih baik. Namun saat seseorang itu pergi, hidupmu menjadi seperti sedia kala. Kamu berubah menjadi...
![REIHANA [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/214534503-64-k739851.jpg)