Billar : “ Assalamualaikum”
Dinda : “ Waalaikumsalam “
Billar : “ Aku udah di Lobby ya Din“
Dinda : “ Iya bentar lagi aku turun , tunggu bentar ya Mas “
Dinda kemudian turun ke Lobby untuk menghampiri Billar yang akan mengantarnya ke event hari ke tiga.
Dinda : “ Yuk berangkat kita “
Billar : “ Udah siap ?”
Dinda : “ Udah dong“
Billar : “ Mau sarapan dulu ? mumpung masih pagi”
Dinda : “ Boleh kayaknya masih keburu juga, mau sarapan dimana ?”
Billar : “Aku ajak ke warung Bubur Ayam langganan aku dari aku kecil sampe sekarang, dijamin enak. Rasanya sampai aku sebesar ini masih sama gak ada yang berubah .. sedikitpun”
Dinda : “Masak sih?”
Billar : “ Mau gak? Kalo gak mau yaudahhhhh”
Dinda : “ Iya .. iya.. ya udah ayo “
Mereka pun berjalan menuju parkiran mobil dan berangkat ke tempat tujuan. Sampai disana karena suasana rame jadi mereka fokus saja untuk mengisi perut kemudian melanjutkan perjalanan ke tempat event Dinda.
Billar : “ Yang aku bilang tadi malem, kamu gak keberatan kan maen ke rumahku sebentar ?”
Dinda : “ Iya aku mau kok, emang ada acara apa sih“
Billar : “ Ga ada acara apa-apa, masa iya kamu udah sampai sini gak aku ajak main ke rumah. Aku udah minta Bibi buat masakin buat kamu yang special pokoknya “
Dinda : “ ohh ya ? apaan tuh ?"
Billar : “ Dijamin kamu suka “
Dinda : “ Bibi udah lama juga kerja di keluarga Mas Billar ?”
Billar : “ Udah lumayan lama juga sih, hampir – hampir sama kayak Pak Imam lamanya”
Dinda : “ Enak ya semua setia , susah lho dijaman sekarang cari yang kayak Pak Imam & Bibi”
Billar : “ Iya juga sih,kebanyakan sebentar – sebentar resign”
Beberapa saat mereka menjadi hening.
Dinda : “ Mas.. “
Billar : “ Iya ..kenapa ? kok wajah kamu tiba – tiba berubah gitu ? ada apa ?”
Dinda : “ sebenernya banyak yang pengen aku tanyain ke kamu, Cuma aku takut kamu jadi gak nyaman “
Billar : “ Selama aku bisa jawab pasti aku jawab, kamu mau Tanya apa ?”
Dinda : “ Apa kamu pernah kenal aku sebelumnya ?”
Billar sedikit kaget dengan pertanyaan yang diucapkan oleh Dinda
Billar : “Kenal sama kamu sebelumnya?maksudnya gimana aku gak paham deh”
Dinda : “Apa Mas Billar pernah hadir di kehidupanku sebelumnya ?”
Billar : “ Kenapa kamu bisa berfikiran seperti itu ?”
Dinda : “ Ya sekarang gini aja.. masuk akal emangnya dengan kita yang baru kenal hitungan hari, trus kamu bisa perlakuin aku seperti ini, seperti kita udah lama saling kenal. Kamu kasih aku perhatian yang lebih, kamu selalu ada buat aku, kamu tahu semua hobbyku, kamu tahu semua kesukaanku, kamu tau semua kebiasaan aku, kamu tahu semua tentang aku”
Suasana di mobil saat itu menjadi beku. Billar hanya diam, ingin ia jawab tetapi berat.
Dinda : “ Kok jadi diem Mas ? atau Mas Billar ada maksud lainnya? Tolong jelasin ke aku Mas, biar pikiranku dan hatiku tenang gak dihantui rasa penasaran tiap hari."
Billar tetap terdiam…
Dinda : “ Bisa berenti dipinggir sebentar ?”
Billar pun mengangguk.
Dinda : “ Mas Billar pulang aja, aku bisa naik ojek online dari sini”
Billar tetap diam tak sepatah katapun yang keluar dari mulutnya. Dia juga tidak coba untuk mencegah Dinda agar tidak pergi.
Dinda kemudian melanjutkan perjalanannya untuk ke event.
Billar masih terpaku di pinggir jalan. Tak lama ia mencoba untuk chat ke Dinda
“ Maafin aku Din, aku gak bermaksud untuk gak jawab pertanyaan kamu ataupun cuekin kamu, ada beberapa hal yang nantinya kamu akan tau sendiri tanpa aku jelasin”
Dan .. ya.. chat itu hanya dibaca tanpa dibalas oleh Dinda
