Siapa dia

1K 99 11
                                        


Siang ini, Billar berencana akan kembali ke Jakarta.

Billar : " Temenin sarapan dulu ya sebelum aku berangkat "

Dinda : " Ya udah ayo mau sarapan dimana "

Billar : " Dimana aja asalkan sama kamu, makanan gak enak jadi enak "

Dinda : " Itu sih laper ,bukan karena ada aku"

Billar : " Ya udah silahkan masuk Calon istriku " ucap billar sambil membukakan pintu mobil untuk Dinda

Mereka kemudian pergi mencari restaurant untuk sarapan pagi.

Billar : " Mbak Pesan ini satu, ini satu, yang ini 2 ya, trus minumnya ini 2, tambah lagi ininya 2 ya "

Dinda : " Banyak banget kamu pesennya siapa yang mau abisin"

Billar : " Aku lah, sama kamu emang ada orang lain lagi selain kita ?"

Saat mereka sedang menikmati sarapan pagi tiba – tiba ada seseorang yang datang, Putri namanya.

Putri : " Billar ????"

Billar kemudian melirik kaget ke sampingnya.

Putri : " Kamu apa kabar ? wah bisa kebetulan banget ya ketemu disini ?"

Dinda yang saat itu ada di depan Billar raut wajahnya dari ceria menjadi sedikit risih dan terselip curiga.

" Jangan –jangan dia pesen makan banyak emang udah tahu kalo ada yang mau nyamperin dia " ucap Dinda dalam Hati

Billar : " Maaf..siapa ya ?"

Putri : " Aku Putri, satu kelas sama kamu di SMA dulu, masak lupa sih ?"

Billar : " Oh sorry sorry.. udah lama soalnya jadi gak inget.."

Putri : " Kamu tinggal di Bandung sekarang?kebetulan dong bisa sering ketemu kita nanti.. ini siapa ? pacar kamu ?"

Billar : " Cuma main aja disini, kenalin itu calon istri aku, Dinda "

Putri : " Ohh calon istri kamu.. cantik ya "

Dinda dan Putri pun berjabat tangan. Tetap saja Dinda masih dengan penuh tanda tanya.

Putri : " Oh ya.. suka ada kabar dari temen – temen yang lain gak ?"

Billar : " Beberapa aja sih "

Putri : " Kangen juga sama temen – temen sekolah, boleh lah lain kali kita kumpul bareng. Bagi nomor kamu ya next biar aku bisa kontek kamu sama yang lain juga "

Billar : " Ohh iya boleh boleh "

Billar kemudian mulai menyebutkan nomor telefon. Dinda yang tersadar jika nomor telefon yang Billar berikan kepada Putri adalah nomor telefonnya kemudian melirik ke Billar.

Putri : " Oke deh.. aku save ya..ya udah have fun ya kalian.. silahkan dilanjut aku cabut duluan.."

Billar : " Sip sip "

Putri kemudian pergi meninggalkan meja Billar & Dinda. Billar yang melihat raut wajah Dinda yang mulai ambek-ambekan pun mulai coba menjelaskan.

Billar : " Jangan salah paham, itu kan cuma teman SMA aku, lagian aku juga udah gak inget yang mana orangnya "

Dinda : " Hmm.. " Jawab dinda singkat padat dan penuh cemburu sambil ia menusukan garpu di makanannya

Billar : " Udah dong, jangan ngambek"

Dinda : " Abisnya enak aja dia langsung duduk di samping kamu, nempel – nempel lagi. Kamu juga mau aja dideket-deketin.. menghindar kek apa gimana "

Billar : " Iya.. iya.. maaf... ampuuunnn.. udah senyum dulu" Billar coba merayu

Dinda : " Kenapa juga nomor aku yang dikasih ? ngeselin"

Billar : " Aku cuma gak mau aja dikemudian hari kamu salah paham.. kalo dia mau kontek ya biar dia kontek ke kamu bukan ke aku."

Dinda yang mendengar penjelasan dari Billar kemudian tersenyum manis.

Billar : " Gitu dong .. dibanyakin senyumnya , jangan dibanyakin cemberutnya. Kamu harus percaya sama aku, bagaimanapun keadaannya aku janji bakalan selalu jaga hati kamu. Diabisin dulu makannya trus aku anterin kamu pulang "

Dinda : " Pulang lah disini lama – lama nanti makin banyak aja yang nyamperin kamu "

Billar : " yaah mulai lagiii "

Sepulang dari sarapan Billar kemudian mengantar Dinda kembali ke Kosnya dan sekalian dia berpamitan untuk kembali lagi ke Jakarta.

Billar : " Kamu jaga diri baik – baik disini, jangan lupa kasih kabar terus ke aku, minggu depan aku kesini lagi buat jemput kamu pulang jangan ilang –ilangan lagi"

Dinda : " Siapppp " jawab Dinda penuh semangat

Billar : " Nah gitu dong, ini baru Dinda yang aku kenal, ceria ,penuh semangat, gak hobby ngambek-ngambek" ledek Billar sambil mencubit hidung Dinda

Billar : Ya udah aku jalan dulu ya, Assalamualaikum "

Dinda : " Iya Waalaikumsalam, kasih kabar kalo udah sampai disana ya , jangan nyasar – nyasar"

Billar kemudian berlalu dengan mobilnya menuju Jakarta. Dan rasanya ia sudah tidak sabar menunggu minggu depan. 

Di Ujung PenantianCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang