Bandung kala itu

1.2K 99 28
                                        


" Dinda.. dimanakah kau berada "... tulis pesan dari Billar yang ia kirimkan ke Dinda

" Waalaikumsalam " Balasnya

" Hehe.. Iya Assalamualaikum... Din mana alamat kamu yang di Bandung ? Habis Sholat Jum'at besok aku mau kesana " balas Billar

" Beneran mau kesini ?"

" Iya lah, kapan sih aku bercanda.. heran deh "

Dinda kemudian mengirimkan alamatnya yang ada di Bandung.

Dinda : " Kamu besok sama siapa kesini ? "

Billar : " Sendiri , emang mau sama siapa lagi. Kalo aku ajak orang tua ku ,bukan aku ajak ke Bandung, tapi ke rumah kamu "

Dinda : " Gak capek nyopir sendiri sampe Bandung ?"

Billar : " Ke Bandung kalo buat ketemu sama kamu itu berasa deket, kan disana juga udah ada obat capek aku, ... kamu. Kamu mau aku bawain apa dari sini?"

Dinda : " Gak usah repot-repot, kamu kesini aja udah ngrepotin aku "

Billar : " Ohh gituu.. ohh gitu..."

Dinda : " Bercanda.... "

Hari ini Billar berniat untuk mencari suatu barang yang akan ia berikan kepada Dinda. Dia berharap dengan barang tersebut bisa memperjelas semuanya.

Setelah dia mencari di beberapa mall dan juga berbekal informasi dari Google.. akhirnya Billar mendapatkan barang yang ia cari.

Papa : " Kamu mau kemana ? Semangat gitu Papa liat "

Billar : " Mau memperjuangkan seseorang Pah, doain ya "

Papa : " Kamu udah punya pacar? Kok gak pernah cerita ke Papa "

Billar : " Nanti dong Pah, biar pasti dulu baru aku kenalin ke Papa "

Setelah selesai Sholat Jum'at dan setelah berpamitan dengan Papanya kemudian ia memulai perjalanannya ke Bandung tanpa ditemani siapapun. Ia terlihat sangat menikmati perjalanan sudah tentu pasti karena sudah ada seseorang yang menunggunya disana.

Memasuki wilayah Bandung, ternyata Billar sedikit kebingungan menemukan jalan hingga akhirnya dia tersasar.

Billar : " Assalamualaikum,.. Din dimana ?"

Dinda : " Masih di tempat kursus tapi bentar lagi selesai, kamu udah sampai Mas ?"

Billar : " Aku Nyasar.."

Dinda : " Astagaaa... kok bisa .. kan udah aku kasih alamat lengkapnya tadi "

Billar : ' Iya tadi agak gak konsen kayaknya salah belok deh .. coba kamu share loc ya "

Dinda : " Ya udah bentar aku share loc , Assalamualaikum "

Billar : " Waalaikum salam "

30 menit kemudian Billar tiba untuk menjemput Dinda.

Billar : " Maaf maaf.. jadi terlambat deh jemput kamunya "

Dinda : " Iya Gapapa.. udah dibilangin gak usah kesini tetep ngeyel sih "

Billar : " Udah dateng jauh-jauh , dikasih senyuman kek malah diomelin "

Dinda : " Ya udah , mau kemana dari sini ? "

Billar : " Café yang cozy disini dimana ?buat ngobrol-ngobrol.. masak iya kamu mau langsung pulang kosan "

Dinda : " Aduuhh aku juga kurang tahu, bentar deh aku cari dulu"

Dinda kemudian membuka handphonenya dan mencari satu tempat.

Dinda : " Ada sih ini kelihatannya bagus tempatnya, Cuma agak jauh dari sini, gapapa ?"

Billar : " Gapapa, yaudah kita jalan ya "

Mereka kemudian menuju café yang dimaksud. Sampai disana mereka memesan minum dan sedikit makanan kecil.

Billar : " Bagus ternyata tempatnya... "

Dinda : " Siapa dulu dong yang milih .."

Billar : "Aku ke toilet bentar ya"

Tak berselang lama ia kembali duduk di depan Dinda. Mereka mulai obrolan – obrolan kecil sambil menikmati minuman dan makanannya.

Beberapa saat kemudian salah seorang waiterss datang menghampiri mereka.

Waiterss : " Maaf Kak ini tadi ada titipan untuk Kakak " ucap waiterss tersebut sambil menyerahkan satu box berwarna dusty pink dihiasi sedikit bunga diujungnya

Dinda yang bingungpun bertanya.

Dinda : " Untuk saya kak ? Salah orang mungkin kak soalnya saya baru pertama kali kesini "

Waiterss : " Bener kok kak ini buat kakak "

Dinda kemudian mengiyakan , tetapi masih penasaran.

Dinda : " Apa ya ?? Bukan dari kamu kan ?"

Billar : " Coba aja dibuka dulu siapa tau disitu ada dari siapanya "

Dinda kemudian membuka box tersebut perlahan.

Dinda : " Puzzle ? ini sih bener salah orang "

Billar : " Masak sih?"

Dinda : "Iya nih, puzzle udah berantakan gini "

Billar : " Mungkin udah kegoncang kali jadi berantakan, coba kamu susun lagi "

Dinda : " Kamu aja nih yang susun Mas "

Billar : " Kan yang dikasih kamu masak aku yang nyusun"

Dinda : " Gak ada suratnya juga dari siapa "

Dinda kemudian mulai menyusun puzzlenya satu per satu... setelah tersusun satu kata demi satu kata dia kemudian melihat ke arah Billar..

Dinda : " Mas ... "
Billar : " Kenapa ?" jawabnya sambil tersenyum

Kemudian Billar mengeluarkan sesuatu dari sakunya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kemudian Billar mengeluarkan sesuatu dari sakunya.

" Kalo kamu terima , kamu ambil cincin ini dan berikan kepadaku. Kalo kamu menolak, tutup kembali cincin itu dan aku harap kita masih bisa menjadi teman "

Seakan kehabisan kata – kata Dinda hanya bisa mengeluarkan air mata. Dan diluar dugaan Billar ternyata Dinda mengambil Cincin itu dan memberikannya kepada Billar pertanda bahwa Dinda menerima ajakan dari Billar untuk melangkah ke Hubungan yang serius.

Billar yang saat itu juga tidak bisa menahan kebahagiaannya terlihat airmata berkumpul diujung matanya namun mencoba ia tahan. Kemudian ia memasangkan Cincin itu ke jari Dinda.

"Beberapa waktu udah aku lewati,banyak pula yang udah aku lalui. Tidak mudah memang. Tapi, aku selalu heran. Segala kesulitan bagiku seperti tak apa asal itu tentang Kamu.. Jadilah istriku, jadilah matahari di dalam rumahku selamanya "

Merasa bersyukur akan hari ini.

Terlihat kebahagiaan ada diwajah Billar. Cintanya dalam diam selama ini menemukan jawabannya.

Tak terkecuali Dinda, Ujung penantiannya selama ini ternyata ada didepannya.

Tetapi perjalanan mereka baru saja dimulai....

Di Ujung PenantianCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang