mau ngasih tau aja kalau bonchap itu alurnya gada hubungannya sama part-part kemarin. Ini hnya random karena kangen.
Kangen gak kalean? Beruntunglah orang-orang yg tidak menghapus ini dri library.
Btw, staysafe ya, dimanapun kalian berada. Selalu jaga kebersihan, dan dirumah aja dulu gak usah kemana-mana, mending baca wattpad hshshshs.
Warning! Part ini tidak disarankan untuk yang jomblo.
Padahal yg nulis juga jomblo T_T
Happy reading!
****
Alina membenarkan letak hpnya yang ia sandarkan pada tembok dengan tumpuan lemari belajar, membuatnya agar tetap seimbang.
"Aku doain jatuh."
Alina menoleh kearah sumber suara dengan tatapan sinis.
"Kalau jatuh, aku minta gantinya ke kamu!"
"Lah kok aku? Kamu yang salah juga, ngapain itu hp di taro disitu?"
"Kamu kan yang doain biar jatuh, jadi kalau beneran jatuh itu salah kamu!"
"Loh gak bisa dong. Lagian kamu ada-ada aja, mau bikin video tik tok segala kayak gak ada kerjaan lain."
Alina yang tadinya hanya menolehkan kepala untuk berbicara, kini ia berdiri tegak dan berbalik menatap Taehyung sepenuhnya dengan kesal.
"Ini nih lagi trend! Mau nyoba lah, kudet banget sih."
Taehyung mengikuti ucapan Alina dengan nada dibuat sama dengan bibir yang dimaju-majukan.
"Resek banget sih!"
Alina bergerak maju, memukul lengan cowok itu, sesekali dia mencubitnya dengan gemas.
"Ah gak asik lo main fisik." Taehyung mendengus, lalu ikut mencubit hidung Alina dan mengunci pergerakkannya.
Alina yang merasa tersudut kemudian dengan bringas menggigit lengan Taehyung yang melingkar ditubuhnya.
Taehyung meringis sakit sampai ia kehilangan keseimbangan dan Alina pun ikut terhuyung jatuh pada kasur kamar Alina, dengan posisi sama-sama termiring kesamping dan saling berhadapan satu sama lain.
Tapi walaupun begitu Alina terus meneruskan aksinya dengan kini mencubit hidung cowok itu sampai tidak bisa menghirup oksigen.
"Alina anjir lepasin, ini aku gak bisa napas." ucapnya dengan suara yang berubah sengau karena hidung yang ditutup.
Alina melepaskannya dengan raut wajah masih tidak bersahabat.
Tapi kemudian keadaan berbalik. Tiba-tiba Taehyung merengkuh tubuh kurus cewek itu dan membuat posisinya menjadi terkunci dibawah.
Taehyung menyeringai puas melihat wajah Alina yang ada dibawahnya berubah pucat.
"Tae lo mau ngapain, anjrit?"
Taehyung mengangkat sebelah alisnya mendengar pertanyaan ambigu dari Alina.
"Emang aku mau ngapain?"
Alina mendengus, "Lepasin gak?"
"Gak."
"Tae, Aku gak bisa napas."
"Lah, hidung kamu gak aku tutup, Lin. Gimana caranya gak bisa napas?"
Alina memalingkan wajah kesamping, menghirup oksigen banyak-banyak.
Taehyung sialan, gak mikir apa wajahnya deket banget? Gimana Alina bisa napas dengan benar?
"Heh, ngapain liat kesana? Muka ganteng aku disini." Taehyung menarik wajah Alina agar kembali menatapnya.
"Taehyung, sumpah, lo kayak Pedopil, beneran."
Celetukkan polos Alina sukses membuat Taehyung melotot dan segera mengkat tubuhnya lebih tinggi, membuat jarak diantara mereka.
"Bercanda doang anjrit, sembarangan, untung pacar. " ujarnya
Alina tertawa, kemudian segera menyuruh Taehyung berdiri. Namun saat hendak berbangun, lutut Taehyung yang menumpu pada kasur mengalami tidak keseimbangan, membuat tubuh cowok itu kembali terhuyung dan kini jatuh tepat diatas Alina dengan bibir yang tidak sengaja saling terpaut.
Alina membelalak dan segera mendorong Taehyung agar menjauh. Tapi bukannya segera bangun, Taehyung malah bergerak memasukkan tangannya pada belakang leher Alina dan mengangkatnya untuk lebih memperdalam ciuman mereka.
Alina terhanyut, matanya mulai terpejam menikmati, tapi kemudian-
Dukh!
Bukh!
Alina dan Taehyung sama-sama membelalak, dan segera melepaskan tautan mereka kemudian sama-sama berdiri menatap benda persegi panjang yang tergeletak di lantai.
"FUCEKKK?!! HAPE GUE BARU BELI KEMARIN!!!"
***
"Gara-gara kamu ini! Jatoh kan!"
Taehyung mendelik, tidak terima disalahkan.
"Apa-apaan. Siapa suruh naro disitu."
"Kalau tadi kamu gak doain jatoh, gak bakal jatoh!"
"lah mana aku tau???????"
Taehyung tidak habis pikir, kenapa jadi dia yang disalahkan. Sudah sangat jelas Alina sendiri yang meletakkan hpnya diatas sana, sudah Taehyung peringatkan tapi tidak mendengarkan. Jadi disini salah siapa?
Iya, tetap salah Taehyung.
"Mana sini hpnya. Lecet bagian mana?"
Alina mencibikkan bibirnya, kemudian menyerahkan hpnya pada Taehyung.
Lecet nya dibagian depan, retak sedikit, untungnya bukan layar hp melainkan anti goresnya saja.
"Anti goresnya doang, Lin. Besok ganti." ujarnya, kemudian menyerahkan kembali pada Alina.
Alina menyambutnya dengan helaan, kemudian menyalakan hpnya dan kembali membuka aplikasi Tiktok, lalu kembali menyerahkan hpnya pada Taehyung.
Taehyung mengangkat alisnya, tidak mengerti. "Apa?"
"Kamu aja yang video-in. Biar aman."
Taehyung mengaga dengan mata membelalak.
Apa-apaan?!
A/n
Eh btw mau promosiin lagi ada cerita naraxjk cek my work, the title is BOYFIE.
Okeyyyy.
Dan buat yang suka baku, ada ff Park Jimin masih sangat baru.
KAMU SEDANG MEMBACA
PubG-kth ✔
Fanfiction[Gbf series 1, Complete ✔] "Pacar lo pemain PubG? Waktu dia lagi main, lo telpon dia. Kalau dia gak marah, pertahanin!!" _ "Gak marah pala lu botak, gue sampe dibentak jing!" Ini cerita Alina Lee yang sangat ingin memusnahkan game dari bumi. (Masih...
