Saat memasuki kelas, mei langsung duduk di bangkunya yang biasa. Bangkunya masih terlihat kosong, sepertinya jessi belum datang, pikir mei.
"Hufth..." Mei menghela nafas panjang, saat sudah mendudukan bokongnya dibangku dan segera menelungkupkan kepalanya di atas meja.
"HEH BOCIL PAGI PAGI BEGINI UDAH TIDUR LO DI RUMAH NGAPAIN AJA LO." Teriakan menggelegar dari pintu masuk memenuhi ruangan kelas, beberapa saat setelah mei menelungkupkan kepalanya di atas meja.
"Berisik" Ketus mei yang masih pada posisi semulanya, tanpa mau berubah sedikitpun.
"Yeu...bocil ga bae marah-marah mulu, nanti cepet tua. Tau rasa lo." Ledek irish saat mendengar nada ketus mei.
"Tau ah, gue kesel. pokonya kesel, setengah mampus." Ucap mei seraya menatap nyalang irish, yang berdiri di samping mejanya.
"Nge piss dah gue, bocil kalo marah serem anjir." Sela irish seraya mengacungkan jari tengah dan telunjuknya ke arah mei.
"Selamat pagi gaes." Sebelum mei membalas, suara seseorang terlebih dahulu memotong pembicaraanya dan membuat suasana menjadi canggung.
"Ngapain lo di sini?" Ketus irish seraya mengangkat sebelah alisnya, satu kata buat irish. songong.
"Hmm...bukannya gue memang duduk di sini kan?" Tanya balik jessi.
"Terus kenapa kemarin lo tiba-tiba pindah? gajelas banget idup lo, plin plan." Kesal irish, sedangkan mei terdiam kaku di tempat duduknya.
"Oh kemarin..." Kata jessi seraya berpikir.
"Gue ga enak aja sama mei, takut dia berpikir macem-macem. Soalnya minggu kemarin gue ke mall sama juli, ada perlu soalnya." Jelas jessi seraya menatap mei.
"Pinter banget lo ngarang cerita." Sinis irish.
"Rish udah mungkin emang kaya gitu kenyataannya, lagian kita harus percaya jessi kan sahabat kita." Ucap mei, berusaha meredakan emosi irish.
"Mei lo itu bego apa tolol sih." Kesal irish.
"Hati-hati sama iblis berwujud bidadari." Lanjutnya lagi dengan pelan dan penuh penekanan, setelah itu irish pun kembali ke tempat duduknya. Bertepatan dengan bell yang berbunyi nyaring, serta seorang guru yang memasuki kelas.
"Assalamu'alaikum anak-anak, buka buku paketnya lanjutkan yang kemarin."
Jangan lupa vote and komen ya hargai author tq.
KAMU SEDANG MEMBACA
mei
Teen Fictionini cerita tentang seorang meikayla.gadis ceria berbadan mungil yang mempunyai mimpi bisa menaklukan seseorang berhati dingin. who?julian. ya julian saputra, atau yang kerap di sapa juli. apakah kalian percaya jika mei bisa menaklukan juli si cowo b...
