Dyan sedang berjalan di koridor kampus dengan berjalan santai tetapi tak lama ada seorang wanita yang berjalan tergesa-gesa sembari merapihkan bukunya dabmn tak sengaja menabrak Dyan hingga mereka terjatuh.
"Aww"ucap Dyan.
"Aduh sorry banget tadi gue jalannya ga liat-liat"ucapnya sembari membantu Dyan untuk bangun.
"Iya gapapa"ucap Dyan.
"Hmm sorry yah"ucapnya sembari mengulurkan tangannya dan memperkenalkan dirinya.
"Nama gue Asyila panggil aja Syila dari Fakultas kedokteran"ucapnya.
"Oh nama gue Dyan fakultasnya sama"ucap Dyan.
"Wah berarti kita satu kelas dong"ucap Syila.
"Iya"ucap Dyan.
"Yaudah masuk kelasnya bareng aja oke"ucap Syila.
"Yaudah"ucap Dyan.
Mereka berdua pun jalan bersama menuju kelasnya dan memulai pembelajaran ternyata selama ini yang duduk di belakang Dyan adalah Syila tapi kenapa ia tidak pernah melihatnya.
Setelah pembelajaran selesai Dyan di ajak oleh Syila kekantin untuk makan dan di telatir juga oleh Senja dia bilang sebagai ucapan maaf dia padahal Dyan sudah senang mendapatkan teman sepertinya ia seperti Rara.
"Yan ayo makan jangan bengong aja"ucap Syila.
"Oh iya"ucap Dyan.
"Yan kok setiap gue liat lo dikelas kayaknya ga suka keramaian yah"ucap Syila.
"Kenapa emang"ucap Dyan.
"Ya gue sering aja liat lo kalau dikelas pada berisik pasti pergi"ucap Syila.
"Wah berarti diam-diam lo sering merhatiin gue ya"ucap Dyan.
"Hee, tapi dari awal masuk gue pengen banget kenalan sama lo tapi kayak susah banget tau"ucap Syila.
"Susah gimana ini kita kenalkan"ucap Dyan.
"Ya bedalah Dyan dulu lo tertutup banget apalagi pas ada senior yang mau deketin lo"ucap Syila.
"Udahlah yang penting kita temenan"ucap Dyan dan mereka pun tertawa kecil di kantin yang tidak terlalu ramai.
"Yan minggu depankan ada tugas kelompok yang dua orang itu lo udah ada temenya belom"ucap Syila.
"Belum"ucap Dyan.
"Yaudah bareng gue aja, mau ngerjain dimana"ucap Syila.
"Terserah gue ikut aja"ucap Dyan.
"Yaudah dirumah gue aja dah, kita ngerjainnya mulai besok oke"ucap Syila dan dianggukan oleh Dyan. Mereka terus mengobrol sampai pulang karena sudah diberikan informasi kalau dosennya tidak masuk dan tidak memberikan tugas kepada mereka.
Mereka pulang bareng karena Syila ingin tahu tempat tinggal Dyan selama ia kuliah agar mudah untuk menjemputnya atau mengerjakan tugas bareng. Setelah Syila pulang Dyan langsung masuk kerumah dan menyalimi mbaknya setelah itu ia makan bareng.
"Yan katanya kamu belum ada temen terus tadi siapa yang nganterin kamu kalau bukan Alfi?"tanya mbak.
"Iya bak tapi tadi di kampus gak sengaja kenalan dan dia juga satu kelas sama Dyan anaknya baik tau sikapnya sama kaya Rara"ucap Dyan.
"Wah bagus dong kalau kaya gitu"ucap mbak.
"Hehe iya, oh iya bak besok Dyan mau kerumah dia ngerjain tugas kelompok bolehkan"ucap Dyan.
"Boleh dong, kesananya kamu tau gak rumahnya"ucap mbak.
"Belum tau hehe tapi dia mau jemput kesini kok"ucap Dyan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Dalam Diam
Roman d'amourCinta dalam diam itu memang menyenangkan tetapi tidak selamanya cinta dalam diam itu berujung kebahagiaan terkadang apa yang kita pikirkan diawal, pasti berbeda diakhir cerita jika tuhan sudah berkehendak. Atau karena adanya seseorang yang datang de...
