Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

28# Aku dan Kamu

18.6K 4K 821
                                        

"King! Lo inget kan hari ini hari apa?"

Alih-alih menjawab, Raja malah menyembunyikan wajahnya pada punggung sofa dan menutupnya rapat-rapat dengan cushion. Omelan Jov yang menggelegar pagi itu seolah-olah terdengar seperti kicauan burung emprit dari kejauhan. Laki-laki itu lebih memilih untuk melanjutkan tidurnya dan mengabaikan celotehan Jov yang tidak penting.

"Hari minggu! Lo udah janji sama gue kemarin mau ngajak gue ke CFD!" Perempuan itu muncul beberapa detik setelahnya dengan setelan olahraga nyentrik, hanya untuk menemukan Raja masih terlelap dalam tidurnya.

"HEH! BANGUUN!" Desisnya. Lalu dengan semena-mena mendorong bokong Raja kuat-kuat dengan kakinya. Namun dia harus berakhir kesal karena Raja sama sekali tidak bergerak.

"KING!! BANGUUUN! AYO KE CFD!!"

"Hnng.."

"Lo udah janji sama gue. Ayo dong! Entar keburu siang nggak ada yang jual lontong sayur lagi!"

Lagi-lagi Jovanka harus mendengus saat Raja hanya menggeliat kecil dan kembali menata kembali mimpi-mimpinya. Lalu dengan segenap perasaannya, Jov menarik cushion yang menutupi wajah Raja dan memukulkannya berkali-kali. Lantas, apakah usahanya itu membuahkan hasil? Sayangnya tidak. Wajah Raja masih tenang seperti sebelumnya. Padahal jam di dinding sudah menunjukkan jam setengah tujuh.

"Lo tuh tidur apa mati sih?!"

"Berisik Jovanka!"

"Makanya banguun! Ayo ke CFD. Jovanka yang kaya dan cantik ini belum pernah ke CFD. Lo nggak kasihan sama gue?"

"Pergi aja sendiri." Dan laki-laki itu kembali menghadap punggung sofa. Melipatkan tangannya ke depan dada, lalu menekuk kakinya semakin dalam. Posisi yang sempurna untuk terlelap hingga mimpi-mimpi indahnya kembali terajut.

Rencananya- tapi belum sampai ia di gerbang mimpi, Jovanka kembali menendang bokongnya hingga membuat wajah ayu Irene Red Velvet di hadapannya pecah berkeping-keping.

"Berani-beraninya ya lo menolak titah majikan? Bangun nggak?!" Bukan Jovanka namanya kalau langsung menyerah begitu saja. Ia berusaha menarik tangan Raja dan membuat laki-laki itu untuk membuka mata seperti perintahnya. Namun laki-laki di hadapannya itu tak kunjung bangun dan bersiap untuk pergi ke car free day seperti janjinya kemarin malam.

"King! Sumpah ya! Gue beneran ngambek kalo lo--"

Bugh!

"Kalo gue apa?"

Suara jarum jam di dinding terdengar nyata dan teratur, namun Jov merasa waktu tiba-tiba saja berhenti. Ada sesuatu yang menggebu-gebu dalam dadanya saat Raja tiba-tiba saja menariknya dan membuatnya terjatuh di atas tubuh laki-laki itu.

Sehari terlewati, Jov tidak tahu apakah Raja mandi parfum atau mandi kembang tujuh rupa sampai-sampai wanginya masih sama seperti saat pemuda tersebut datang ke apartemennya. Perpaduan vanilla dan bluberry yang manis dan menenangkan.

Lalu saat matanya terbuka, Jov seakan-akan menyelami lautan Raja Ampat dan tersesat di dalamnya. Irisnya yang jernih seperti menyimpan rahasia dan cinta dalam waktu yang bersamaan. Mata itu seakan-akan menyihir kewarasan Jovanka dan berakhir membuatnya mati kutu.

"Nah, nggak usah ke CFD. Kayak gini aja." Raja menyengir, namun beberapa detik kemudian berubah menjadi erangan karena Jovanka tiba-tiba saja menjadikannya samsak hidup. "AWW! Ampuun, ampuun! Jov!!! Arrrgh! Tulang gue patah, Jov!"

"Lebay! Bangun nggak lo!"

"Mager."

"NGGAK MAU TAHU, LO UDAH JANJI!"

Kaleidoskop✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang