|IMY 7| Tak Terlihat

355 61 17
                                        

Hanya bisa dilihat oleh orang yang mempunyai mata batin, mungkin itu lah wujud asliku.

Tubuh milik Fajar masih ditangani oleh dokter yang bertugas. Karena kurang darah, perawat mondar-mandir untuk mengambil stok darah yang sesuai dengan kebutuhan darah Fajar.

Fajar melihat kedua orang tuanya sedang menangis didepan ruang UGD. Siapa yang sedang sakit? Melihat itu Fajar pun yang masih berada di ujung lorong pintu masuk segera berjalan menghampiri sang mama.

"Ma, siapa yang sakit?" tanya Fajar berada dihadapan kedua orang tuanya yang terasa terpukul.

Kedua orangtuanya justru tak merespon apapun. Ia melihat sang mama yang menangis duduk disalah satu bangku kosong kemudian memengang pundak sang mama yang bergetar.

"Ma, jangan nangis. Lagian, siapa, sih yang sakit?" Fajar bertanya pada sang mama.

"Pa, kok pundak mama terasa berat, ya," tutur Anita yang tak lain Mama dari Fajar Rigardan.

"Mungkin mama kecapekan, kali. Jangan nangis, ma. Papa yakin, semua ada obatnya." Budi mencoba untuk menenangkan sang istri yang terus saja menangis.

Fajar yang merasa aneh dengan kedua orang tuanya berdiri dihadapan mereka. Fajar mengulurkan tangan kearah papanya berusaha untuk menyalami tangannya, tapi sang papa malah sibuk memeluk sang mama yang tengah menangis.

"Pa, ini Fajar. Fajar mau salim, pa," ucap Fajar yang melihat sang papa tak kunjung menatap kearahnya.

Suara derap langkah kaki mendekat kearah mereka. Fajar pun menoleh. Ia terkejut ketika Delima segera memeluk sang mama juga meneteskan air matanya.

Delima membuat hatinya sakit, kenapa ia datang kemari? Sebenernya ada apa ini? Apa hanya ia, yang tak tahu apapun? Berada dirumah sakit, tapi tidak tahu siapa yang sedang dirawat.

"Tante, yang sabar, ya," ucap Delima meneteskan air mata ketika mendapatkan kabar bahwa Fajar mengalami kecelakaan.

Anita melepaskan pelukan itu. Delima duduk di samping Anita. Ia menghapus air matanya kemudian menatap kearah wanita yang tak lain pacar dari anaknya itu.

"Iya, kamu juga. Pasti kamu sedih, ngeliat pacar kamu dalam keadaan seperti ini," tutur Anita sembari menghapus air mata Delima agar tak menangis lagi.

Fajar yang menyimak baik-baik terdiam membeku. Dirawat? Pacar Delima? Loh! Itu kan dirinya. Apa mereka tidak salah? Ia sedang berdiri tegak disini, bersama mereka semua. Bahkan ia tak merasakan sedikit pun sakit yang hinggap ditubuhnya.

Suara pintu ruang UGD menghentikan pikiran Fajar sejenak. Seorang dokter menghampiri kedua orang tuanya. Ia pun ikut menyimak baik-baik perkataan dokter itu.

"Dok, bagaimana kondisi anak saya?" tanya Pak Budi pada dokter itu.

Dokter wanita itu menghela nafas panjang. Kurang lebih ia berusaha untuk membantu Fajar yang tak lain korban kecelakaan, tapi tak mendapatkan hasil yang maksimal.

"Yang sabar, Bu. Anak bapak dan Ibu mengalami koma. Kemungkinan untuk kembali sadar sangatlah jauh. Benturan di kepala yang cukup menimbulkan luka dalam, membuat anak ibu kehilangan banyak darah juga koma." Penjelasan dari dokter membuat Anita meraung di pelukan sang suami.

I Missing You (COMPLETED) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang