|IMY 37| Maju Bersama

210 36 1
                                        

Kamu tahu apa yang lebih buruk dari patah hati? Bertahan untuk tidak mengungkapkan apa yang kita rasakan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Kamu tahu apa yang lebih buruk dari patah hati?
Bertahan untuk tidak mengungkapkan apa yang kita rasakan.
Aku hanya takut, takut akan kepercayaan yang tak akan pernah datang dalam benak dan ingatan, walau pasrah tidak menjadi kunci, namun menyerah seakan sudah ada menanti.

Kepada Maharani kelas 11 IPA satu, juga Fajar kelas 12 IPA satu, harap menuju ke kantor kepala sekolah sekarang juga. 

"Ran, nama lo di panggil, tuh." Allicia berusaha untuk menajamkan lagi indera pendengarannya, karena suara pengumuman itu di ulang kembali. "Eh, iya. Lo di panggil ke ruang kepala sekolah, sama Fajar juga."

Rani tak menanggapi omongan Allicia. Ia segera berlari dan menyusuri koridor sekolah untuk sampai lebih dulu. Ada perasaan mawas diri, apa lagi ia di panggil di ruang kepala sekolah, dengan ketua OSIS. Apa Fajar melaporkan kejadian tadi pada guru? Kemudian guru merasa tak sanggup dan menyerahkan kasus ini ke kepala sekolah? Kalau memang begitu, Rani hancur sekarang.

Bagaimana bisa Fajar melaporkan dirinya ke kepala sekolah tanpa tahu efek sampingnya? Bisa-bisa ia di keluarkan dari sekolah. Lantai sekolah sudah ia susuri, sampai ketika ia menemukan pintu minimalis kaca dengan aksen piala di depannya. Rani pun merapikan pakaian dan rambutnya, jujur saja, jika berhadapan dengan kepala sekolah ia sangat takut. Kenapa? Karena galaknya ibu sekolah seperti seorang macan betina. Rani menghela napas kemudian mengetuk pintu dengan sangat sopan.

"Masuk."

Rani mulai membuka pintu minimalis itu, ketika ia sudah berada di dalam ruangan kepala sekolah, matanya langsung tertuju pada seorang pria yang menatap dirinya sangat datar. Dia adalah Fajar. Rani pun hanya berdiri dan menatap Fajar dalam diam.

"Silahkan duduk, Rani. Ada yang mau saya bicarakan dengan kalian berdua," tutur Bu Diva.

Bu Diva adalah kepala sekolah di SMA Tunas harapan. Kepala sekolah yang menjabat lebih dari empat periode lamanya itu di kenal galak dan menerapkan berbagai macam aturan yang tidak bisa di ganggu gugat. Kelancaran juga pembangunan yang ada di sekolah membuat Bu Diva terus terpilih dan masih menjabat sampai masa periode yang sudah di tentukan.

"Terima kasih, Bu," balas Rani duduk di samping Fajar dengan perasaan panas dingin.

Rani jelas sangat takut sekarang. Takut jika Fajar memberitahu pada kepala sekolah. Rani pun menyatukan kedua tangannya di hadapan kepala sekolah. Wajahnya yang ketus ia rubah menjadi wajah yang memelas.

"Bu, saya akui, saya salah. Saya minta maaf, Bu. Saya gak akan lagi langgar peraturan sekolah, saya gak akan lagi jahat atau bully anak di sini lagi. Jangan keluarkan saya, Bu. Saya masih mau bersekolah di sini dan bertemu ketua OSIS ini, Bu. Saya mohon Bu." Rani pun memohon dengan perasaan yang sangat tulus.

I Missing You (COMPLETED) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang