"Tuhan sudah memilihkan jodoh pada setiap makhluknya."
~ Devi Anastasia
"Happy Reading"
***
Pagi ini Darrel hanya sarapan dengan roti saja. Mamanya telah berangkat kerja dengan diantar lelaki itu. Dan mamanya membuatkannya teh pagi ini. Padahal mamanya sudah tahu kalau Darrel tidak suka teh.
Lama-lama Darrel bosan berada dirumahnya jika keadaannya seperti ini terus. Ia meletakkan pisau dan garpu diatas piring dengan sedikit keras, sehingga menghasilkan suara yang memekakkan telinga akibat dentingan tersebut.
Ia mengambil tas ransel dan kunci motor diatas meja, Darrel berencana untuk menjemput Clara. Ia sengaja tidak memberitahu Clara sebelumnya, ini ia lakukan sebagai kejutan.
Darrel memanaskan mesin motornya dan melaju dengan kecepatan normal. Saat dijalan raya, ia melihat Luna yang sepertinya sedang menunggu taksi dipinggir jalan. Darrel menutup kaca helmnya supaya Luna tidak melihatnya. Tapi sepertinya, keberuntungan kali ini tidak berpihak kepada Darrel.
Luna malah meneriakkan namanya dengan lantang, Darrel pura-pura tidak dengar dan terus melajukan motornya. Saat akan melewati Luna, Luna malah mencegatnya dengan berdiri depan motor Darrel, Darrel sontak segera mengerem, jika tidak perempuan ini pasti akan tertabrak. Ah sial, gua jadi nggak bisa jemput Clara kan. Batin Darrel, ia mendengus kesal bertemu perempuan genit ini.
"El, gue boleh kan nebeng?" Luna berkata dengan wajahnya yang sudah berkeringat.
"Nggak, gue mau jemput Clara!" Ucap Darrel dengan tegas.
"Sekali aja El, dari tadi gue nungguin taksi, tapi udah penuh mulu." Sahut Luna dengan wajah yang memelas.
"Gua bilang nggak ya nggak."
"Please, lo nggak kasihan apa, gue udah keringetan ini." Jawab Luna yang setelah itu langsung naik ke jok belakang motor.
"Turun nggak Lun!" Gertak Darrel.
"Pokoknya gue nggak mau turun." Ucap Luna yang tetap saja ingin naik motor.
"Ck! Nyusahin lo." Ucap Darrel yang yang mau tidak mau bersama nenek sihir ini, setelah itu ia kembali menjalankan motornya.
Luna senang sekali lantaran ini adalah pertama kalinya ia membonceng Darrel. Ia tidak henti-hentinya untuk tersenyum.
Saat Darrel mengerem karena ada pengendara yang menyalipnya dari belakang, Luna malah memeluknya dengan erat. Darrel mengeraskan rahangnya dan melepaskan tangan Luna yang berada di pinggangnya. Darrel membuka kaca helmnya dan menggertak Luna.
"Luna! Lepas nggak tangan lo, atau mau gua turunin." ucap Darrel dengan suaranya yang lantang.
"Gue takut jatuh El, entar kalo gue berdarah gimana?" ucapnya yang pura-pura lugu.
Darrel tetap melepas tangan Luna secara paksa, ia benar-benar sudah dibuat kesal dengan Luna.
Lima belas menit kemudian, Darrel sudah sampai di gerbang sekolah. Semua mata anak-anak SMA Cakrawali tertuju pada Darrel, ada beberapa murid yang terlihat berbisik-bisik melihat mereka berangkat bersama.
KAMU SEDANG MEMBACA
DARREL [ON GOING]
Teen Fiction[Cerita ini akan aku revisi setelah tamat. Jangan lupa follow sebelum membaca.] *** Darrel Arkano Zavenander si manusia tampan dan gamers sejati, tidak luput juga dari sifatnya yang keras kepala. Satu lagi, dia dingin dengan setiap wanita, kecuali i...
![DARREL [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/190760486-64-k935592.jpg)