32. | Menahan Amarah

122 22 1
                                        

"Happy Reading"

***

Bel pulang sekolah baru saja berbunyi, semua murid SMA Cakrawali berhamburan keluar dari kelasnya. Terkecuali, Clara dan Devi yang sedang menunggu Feli di dalam UKS.

Pantas saja Feli tidak menyusul mereka ke kantin, ternyata gadis itu pingsan di kelas. Beberapa teman berkata, kalau Feli sempat mengeluh pusing sebelum ia pingsan. Kak Fero sedang menuju ke sekolah, pasti Clara tidak akan diperbolehkan pulang bersama Darrel. Clara menekuk bibirnya kesal.

Devi menengok pada Clara, "Lo kenapa cemberut mulu, sih?"

"Pasti Kak Fero nggak bakal bolehin gue pulang sama Darrel," ujar Clara yang dengan bibirnya yang tetap menekuk maju.

Devi terkekeh mendengarnya, "Yaudah, pulang bareng gue sama Steven. Mau, nggak?" ajak Devi sambil mengulum senyum.

"Nggak mau! Ada juga nanti gue yang jadi nyamuk," jawab Clara sambil melipat tangannya di dada.

Devi tertawa melihat wajah Clara yang kesal. Ia menengok ke arah ranjang UKS ketika Feli mengerang sembari memegang kepalanya.

Sontak Clara dan Devi langsung menuju ke ranjang, mereka berdua melihat Feli yang baru sadar dari pingsannya.

"Kalian kenapa?" tanya Feli yang melihat kedua wajah sahabatnya yang panik.

Clara menghela nafasnya sejenak, "Lo nggak apa-apa, kan?"

"Nggak apa-apa, kok. Kepala gua cuma pusing," jawab Feli sambil mendudukkan tubuhnya.

Seseorang membuka pintu UKS dan berjalan cepat menuju bilik ranjang UKS yang terisi orang. Dia adalah Kak Fero, dengan wajahnya yang terlihat dingin, ia menatap Clara dan Devi secara bergantian. Tatapannya beralih pada Feli yang tersenyum kecil menatapnya.

Ia kembali melangkah menuju ranjang Feli. Kak Fero tidak mempedulikan Clara dan Devi yang masih menatapnya dari belakang.

"Kirain kakak nggak bakalan kesini," ucap Clara sambil menatap punggung kakaknya dari belakang.

"Kamu nggak apa-apa, kan?" tanya Kak Fero yang malah bertanya pada Feli.

"Nggak apa-apa, kok." jawab Feli singkat.

Clara mendengus kesal melihat sikap kakaknya yang cuek. Ia berdiri dari duduknya dan berjalan begitu saja keluar dari UKS. Devi menekuk dahinya melihat Clara yang langsung keluar dari UKS.

Tatapan Devi beralih pada Feli dan Kak Fero yang kini sedang menatapnya, "Emh, Fel. Gue keluar juga, ya?" tanya Devi yang sedikit kikuk ketika melihat wajah dingin Kak Fero.

"Tungguin, gue juga mau pulang, Dev," ucap Feli yang bersiap untuk keluar juga.

Devi langsung berlari keluar dari UKS, "Kan ada pangeran lo, tuh. Keluar sini, jangan berduaan di dalem nanti ada setan," ucapnya dengan sedikit keras.

Feli yang sudah siap tidak jadi berjalan keluar. Kak Fero menarik paksa tangannya hingga kini mereka saling berhadapan. Pandangan mereka bertemu selama beberapa detik. Setelah itu, keduanya sedikit salah tingkah hanya karena saling berpandangan. Benar-benar kedua sejoli yang sedang dimabuk cinta.

"Kan pulangnya sama aku, kok ditinggal," ucap Kak Fero dengan alisnya yang naik sebelah.

Feli menganga ketika mendengar kata 'aku', tidak biasanya Kak Fero berkata seperti itu, "Ngapain ngomong 'aku', biasa aja kali," ujar Feli yang sebisa mungkin tidak tersenyum.

Kak Fero meliriknya sekilas, satu tangannya diselipkan ke saku celana. Sedangkan, tangan yang satunya lagi menggenggam erat telapak tangan Feli. Ia membawa gadis itu keluar dari UKS.

DARREL [ON GOING]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang