Meskipun banyak berjuang, gua tetap mau sama lo. Apa pun rintangannya.
~ Darrel Arkano Zavenander
"Happy Reading"
***
Beberapa menit kemudian, Darrel sampai di SMA Cakrawali. Ia membuka helm dan melihat beberapa luka di wajahnya. Sembari memegangi perutnya, Darrel berjalan pelan menuju kelas. Dengan wajahnya yang babak belur, ia sempat menjadi pusat perhatian saat berjalan di koridor.
Dari kejauhan, mata Darrel menangkap sosok Clara yang berjalan sendirian. Ketika jaraknya sudah dekat, Darrel berpapasan dengan Clara yang memakai earphone di telinganya. Clara menghentikan langkahnya dan menengok ke arah Darrel yang tetap berjalan.
Dengan sedikit berlari, Clara menarik lengan Darrel hingga lelaki itu berhadapan dengannya. Mereka berdua saling bertatapan satu sama lain. Terlebih, dengan mata Darrel yang menatapnya dalam.
Clara mencoba untuk tidak larut dalam tatapan Darrel. Ia memperhatikan beberapa luka di wajah lelaki jangkung itu. Alisnya berkerut ketika melihat luka yang paling parah berada di pelipisnya.
"Lo habis berantem? Sama siapa?? Bukan papa yang buat lo jadi gini, kan??" Clara cemas sampai ia memberikan pertanyaan bertubi-tubi.
"Gua habis dihajar preman," jawab Darrel pelan.
Mulut Clara menganga mendengarnya, sejak kapan Darrel berteman dengan preman, "Kok lo bisa temenan sama preman? El, kenapa lo jadi bandel begini, sih!?"
"Siapa juga yang bandel," jawab Darrel yang masih terus menatap Clara dalam-dalam.
"Terus???"
"Nabrak," jawab Darrel yang setelah itu melangkah meninggalkan Clara yang masih berdiri.
"Ihh, tungguin gue! Ayo ke UKS, nanti gue obatin lukanya," ajak Clara yang terus menarik tas Darrel.
"Lepasin... Gua nggak sakit parah, kok. Udah sana ke kelas," ucap Darrel yang sepertinya sedang tidak ingin diganggu.
Seketika Clara melepas tarikannya pada tas Darrel. Ia cemberut menatap Darrel yang tetap jalan menjauh. Dengan berat hati, ia melangkah menuju kelasnya yang berlawanan arah dari jalan untuk ke kelas Darrel.
Ketika sudah agak jauh, Darrel menengok ke belakang. Sudah tidak ada Clara di sana, ia hanya takut kalau gadis itu akan benar-benar marah. Darrel berpikir untuk mengirim pesan pada gadis itu, supaya ia tidak marah.
Darrel
Jangan marah... Gua cuma lagi nggak mood.
Setelah mengirim pesan itu, Darrel melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti sebentar. Ketika ia sampai kelas, beberapa siswa menatapnya sambil berbisik-bisik. Darrel tidak mempedulikan teman-temannya. Ia hanya mau menaruh tas.
"Darrel! Muka lo kenapa pada bonyok begitu!? Perasaan kemarin nggak ada latihan taekwondo," ucap Figo yang langsung menghampiri Darrel, ia juga memajukan wajahnya sampai sangat dekat dengan wajah Darrel.
Darrel merasa tak nyaman dengan apa yang Figo lakukan. Ia memundurkan kakinya dua langkah ke belakang agar sedikit menjauh.
"Cuma ada orang kurang kerjaan," jawab Darrel seadanya.
"Masa sihhh? Kok gua nggak percaya, yaa..." ucap Figo dengan mengernyitkan dahinya, "Ini bukan ulahnya Irfan, kan?" tanyanya sekali lagi dengan berbisik.
KAMU SEDANG MEMBACA
DARREL [ON GOING]
Ficção Adolescente[Cerita ini akan aku revisi setelah tamat. Jangan lupa follow sebelum membaca.] *** Darrel Arkano Zavenander si manusia tampan dan gamers sejati, tidak luput juga dari sifatnya yang keras kepala. Satu lagi, dia dingin dengan setiap wanita, kecuali i...
![DARREL [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/190760486-64-k935592.jpg)