Make You Mine - PUBLIC
***
"Aku mau kita punya hubungan. Gimana kalau kamu jadi pacar aku?"
~Darrel Arkano Zavenander
***
Setelah mengerjai Clara lewat telepon, Darrel pergi menemui Bunda Clara untuk izin pulang, karena memang ini sudah sore hari. Tidak enak juga rasanya jika terlalu lama bermain di rumah orang.
Setelah menyalimi tangan beliau, dan berbincang-bincang sedikit, Darrel izin untuk pulang sambil tersenyum. Bunda Clara tersenyum balik melihat Darrel yang kini kakinya sudah mulai menjauh. Entah kenapa ia sangat suka dengan anak seperti Darrel, jika suaminya tidak ingin kalau Clara dekat dengan Darrel, tapi dirinya malah senang jika Clara bertemu pria sopan dan baik itu.
Darrel melihat sekilas ke arah Kak Fero yang matanya sedang menatap tajam ke arahnya. Melihat itu Darrel malah tersenyum kecil sambil menggelengkan kepalanya. Langkah kakinya terhenti kala melihat Clara di depan pintu rumah yang saat ini wajahnya sedang memerah seperti kepiting rebus.
"Sejak kapan bisa gitu?" tanya Clara ketus.
"Barusan," jawab Darrel sambil mengedipkan matanya sebelah.
Clara menganga melihat Darrel yang barusan mengedipkan mata padanya. Ada apa dengan pria ini? Belum sempat ia bicara, Darrel sudah meneruskan langkah kakinya menuju motor besarnya. Bahkan yang lebih parahnya, ia memberikan finger heart ala Korea. Benar-benar tidak bisa dipercaya, Clara menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Darrel yang lama kelamaan jadi mirip seperti Feli.
Di atas motor Darrel tersenyum kecil pada Clara, ia mulai menyalakan motornya dan keluar dari halaman rumah Clara. Matanya mengarah ke spion kala melihat Clara yang melambaikan tangan dengan senyum kecilnya juga. Melihat itu, Darrel semakin senang dibuatnya, setidaknya ada yang membuatnya bahagia untuk saat ini.
Setengah jam berlalu, kini sampailah ia di rumahnya, Darrel melihat tak ada mobil mamanya disana. Perasaannya masih kecewa karena perdebatan mereka siang tadi. Ia sebagai anak juga merasa bersalah dan ia sadar akan itu. Tapi, bagaimana pun juga ia tak ingin mamanya memilih orang yang salah. Dengan perasaan bersalahnya Darrel memasuki rumah tanpa senyuman seperti di rumah Clara tadi.
Setelah memasuki kamarnya, Darrel langsung menuju cermin besar yang memperlihatkan penampilannya saat ini. Senyum kecil perlahan terbit di ujung bibirnya, ia meraba perban yang menutupi luka-luka di wajah dan tangannya.
"Besok waktunya," ucap Darrel dengan senyum kecil serta seringaian yang mengukir sempurna di wajahnya.
***
Sinar matahari pagi menerpa wajah Clara yang baru saja keluar dari mobil, ia melambaikan tangannya pada mobil Kak Fero yang sebentar lagi akan pergi. Setelah itu Clara beranjak dari sana, ia berjalan melewati koridor yang panjang. Tapi seseorang tiba-tiba saja menabraknya dengan sengaja dari belakang, untung saja ia tidak sampai terjatuh. Mata Clara langsung melihat ke si pelaku, ia sedikit kaget karena pelakunya adalah Irfan.
"Makanya kalo jalan pake mata!" Irfan menatapnya tajam seolah-olah ia tidak bersalah.
Clara menatap kesal Irfan, "Kan lo yang nabrak, bukan gue!"
"Ternyata sifat lo sama kayak Darrel. Sama-sama keras kepala, nggak mau ngaku kalo salah," ujar Irfan dengan nada kesalnya.
Tangan Clara mengepal keras, kenapa pagi-pagi seperti ini ia harus bertemu dengan titisan iblis, "Lo kalo ngomong dijaga, ya! Jangan bawa-bawa Darrel! Udah jelas lo yang salah, masih aja ngelak," tukas Clara yang bertambah kesal.
KAMU SEDANG MEMBACA
DARREL [ON GOING]
Ficção Adolescente[Cerita ini akan aku revisi setelah tamat. Jangan lupa follow sebelum membaca.] *** Darrel Arkano Zavenander si manusia tampan dan gamers sejati, tidak luput juga dari sifatnya yang keras kepala. Satu lagi, dia dingin dengan setiap wanita, kecuali i...
![DARREL [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/190760486-64-k935592.jpg)