23. All About You are
Note: plis komen untuk part ini untuk ngebangkitin mood nulis aku minggu ini yang lagi jelek:(
Sembari mengucek matanya, (namakamu) berjalan dengan lesu supermarket terdekat. Hari ini hari minggu, para pelajar dan pekerja menikmati waktu weekend dengan santai namun tidak dengan gadis ini.
Niat (namakamu) untuk bergelung pada selimut lembutnya hangus ketika suara sang mama menggelegar pagi ini didepan kamarnya. Ia disuruh untuk membeli beberapa perlengkapan rumah yang tiris sendirian. Sudah sendirian, jalan kaki pula.
"yasallam, ini supermarket kenapa jadi jauh banget yak? Perasaan kemaren-kemaren deket. Kepleset nyampe," gerutu (namakamu) kesal. Sendal jepit hitamnya menendang baru kerikil sembarangan.
"AWSSS!"
Mulut (namakamu) menganga ketika batu yang ia tendang mengenai seseorang. Buru-buru ia mengumpat dibelakang pohon mangga yang rimbun. "jangan ketauan kek, gue kan nggak sengaja." gumamnya
"WOI!" Teriak orang tersebut, dari nada bicaranya pasti orang itu marah. "SIAPA YANG NIMPUK GUE! KELUAR LO! JANGAN NGUMPET!"
(namakamu) menahan napasnya ketika derap langkah orang itu semakin mendekat. Wajahnya pucat pasi menahan jantungnya yang sudah dangdutan.
Cobaan apa lagi ini ya allah? Masalah idup gue kayaknya nggak ada yang bener
"KETAUAN GUE CINCANG-CINCANG LO. GUE JADIIN SARDEN!"
Mampussss. Mati gue
"KELUAR LO!!!"
Mauan lo kayak janda!
Mata (namakamu) memejam saat mulutnya dibekap entah oleh siapa. Napasnya tidak beraturan kala tangan orang tersebut melepas bekapannya. Dahi gadis itu menyerinyit melihat devano yang berdiri menyandar pada sepeda dengan pakaian santai khas cowok ini.
"dev, lo nyalamatin gue?" ini adalah kesekian kali pertanyaan bodoh yang keluar dari mulut (namakamu)
"lo bertingkah apa lagi sih sampe orang tadi marah?" tanya devano dengan jengah
(namakamu) terkekeh ringan,"gue nggak sengaja nimpuk tuh orang, Dev."
Selalu. Selalu saja gadis ini ceroboh dalam melakukan kegiatan apa pun!
"ceroboh," desis devano
"Emang! Lo bener banget. Gue emang ceroboh orangnya. Nggak tau turunan dari siapa. Padahal dikeluarga gue nggak ada yang ceroboh tau!" pikiran (namakamu) melayang mengingat keluarganya yang bener-bener saja, tidak ada yang sengklek. "bahkan, gue pernah mikir kalo gue bukan anak mama gue. Anak mungut diselokan."
"ikan cere kali lo," sahut devano tega
(namakamu) menyinyir. "nggak ada ikan cere secantik gue kali!"
Devano memandang arah lain, tak sanggup jika melihat wajah (namakamu) yang terkesan lucu pagi ini. "pede lo ketinggian,"
"ohhhhh pede yaaa?" (namakamu) menatap devano dengan sinis. Ia memaksa wajah devano agar menatapnya terang-terangan. Jadilah mereka berdua beradu pandang. "nyatanya gue cantik 'kan?"
Devano hanyut dalam mata coklat gadis dihadapannya. Seulas senyum tipis terpapar diwajah (namakamu), "mata lo nggak bisa boong. Nyatanya gue emang cantik! Buktinya lo liatin gue sampe nggak kedip!"
"dih? Nggak ada cewek cantik ngaku dirinya cantik. Karna yang nilai itu orang lain!" jawab devano setelah sadar
"mama gue bilang gue cantik kok,"
KAMU SEDANG MEMBACA
IMPOSSIBLE (IDR><NK)
Teen FictionIqbaal menggeleng dan melepaskan jaket yang ia pakai lalu mengikatnya dipinggang (namakamu) sehingga menutupi bagian paha. "Bukan apa-apa, cuma mau nutupin paha lo doang," ujar iqbaal disela-sela kegiatannya Seteah selesai ia berdiri mengsejajarkan...
