11. Dm-nya Iqbaal
Bel istirahat menggema seluruh ruang SMA Rajawali. Para siswa berhamburan keluar kelas menuju kantin untuk mengisi perutnya yang sudah sangat lapar. Ada yang menuju toilet dahulu, sengaja makan diperpustakaan, makan dipinggir lapangan dan sebagainya.
Salsa berdecak melihat (namakamu) masih sibuk menyalin catatan fisika miliknya. Gara-gara kelamaan ditoilet tadi pagi mengakibatkan ketertinggalannya pada catatan fisika. Salsa memggoyang-goyangkan lengan (namakamu).
"(Nam) ayo kekantin, gue laper parah. Catetannya dilanjut entar aja, yuk!"
(Namakamu) menggeleng. "Lo kekantin duluan aja, gue kayaknya nggak kekantin deh." Jawab (namakamu) namun tidak lepas dari buku dihadapannya
"Gila aja lo. Tumben banget hari ini rajin. Tapi jangan kerajinan dong,"
Tidak ada sahutan dari (namakamu) membuat salsa menghembuskan napasnya kasar. Tatapannya beralih saat nichol memasuki kelasnya. Nichol berjalan mendekati salsa. "Kantin nggak?"
"Kantin,"
Nichol mengangguk. "Bareng yuk,"
"Ayo." Salsa kembali memandang (namakamu) yang sama sekali tidak terganggu. "(Nam) gue kekantin dulu ya sama nichol."
(Namakamu) memberhentikan acara menulisnya. Ia melirik salsa dan nichol secara bergantian, namun tatapan yang ia berikan kepada nichol berbeda. Lebih tepat seperti tatapan selidik. "Yaudah."
Setelah kepergian salsa dan nichol, (namakamu) kembali fokus pada kegiatannya. Tak lama kegiatan itu kembali terhenti kala mendengar bunyi notifikasi ponselnya. (Namakamu) membuka lockscreen ponselnya dan menuju pada notifikasi itu. Disana ada sebuah chat yang dikirimkan oleh devano.
Devano
Lo nggak istirahat?Me
NggakDevano
Salsa?Me
Kekantin sama kak nicholDevano
Mereka lagi deket?Me
Kalo cuma mau nanya kayak gitu mending tanya langsung ke anaknya. Gue lagi sibuk nihDevano
Lo mau makan apa? Biar gue bawain kekelas loMe
Nggak usah devDevano
Gue beliin nasi goreng sama es teh yaMe
Dibilang nggak usahDevano
Nasi gorengnya pedes nggak?Me
Ish nggak usah dev. Gue bilang nggak usah.Devano
Oke nasi goreng pedes siap diantarMe
Dev bukan.
Dev
Devano(Namakamu) berdecih saat devano langsung off begitu saja. Anak itu memang pala batu. Sangat keukeuh dengan ucapan dan niatnya. (Namakamu) hanya bisa kembali menulis sampai devano datang. Sebuah notifikasi masuk lagi ketika (namakamu) hendak mengsilent ponselnya. Ia memasuki aplikasi instagram dan membuka kolom dm.
Dugh!
"Aduh!"
(Namakamu) tiba-tiba berdiri sehingga kakinya membentur meja membuat mengaduh sakit. Tapi tidak memudarkan rasa bahagianya sedikit pun. "Gila, demi apa iqbaal nge-dm gue! Demi apa a'a iqbaal gue nge-dm gue!!!"

KAMU SEDANG MEMBACA
IMPOSSIBLE (IDR><NK)
Teen FictionIqbaal menggeleng dan melepaskan jaket yang ia pakai lalu mengikatnya dipinggang (namakamu) sehingga menutupi bagian paha. "Bukan apa-apa, cuma mau nutupin paha lo doang," ujar iqbaal disela-sela kegiatannya Seteah selesai ia berdiri mengsejajarkan...