Kecepatan upload tergantung banyaknya komen. -mickymicky
24. Superficial Love
Pagi ini senyum (namakamu) sudah langsung mengembang ketika mamanya memberi tahu didepan kedatangan seorang iqbaal ramdhan. Bukan itu saja, kebahagiaan (namakamu) bertambah lagi kala ponsel kesayangannya telah kembali digenggaman. Tak henti-hentinya ia mengucap syukur pada yang diatas, ia memeluk sang mama beberapa menit sebelum menemui iqbaal diteras depan.
Mungkin iqbaal terlihat tampan setiap hari dengan keadaan apapun, namun kali ini ketampanan iqbaal bertambah kala rambutnya ia warnai menjadi warna biru, apalagi kalung dilehernya yang selalu membuat gadis itu salfok.
"Pagi kak,"
Iqbaal menghentikan kegiatan memainkan kunci mobilnya,"morning (nam)!"
(namakamu) tertawa melihat semangat iqbaal pagi-pagi seperti ini. "kak iqbaal ngapain disini? Pagi-pagi pula,"
"Mau jualan bubur,"
Meski (namakamu) tahu itu hanya gurauan semata, namun ia tetap berusaha bertanya. "beneran?"
"ya enggaklah," iqbaal merangkul (namakamu) posessif. "pagi ini gue mau anterin lo ke sekolah. Sekalian sarapan dulu dan kebetulan gue mau nepatin janji gue yang waktu itu."
Dahi (namakamu) menyerinyit,"janji? Yang mana? Hp? Ini hp aku udah ada loh kak. Btw makasih ya udah ngomong sama mama."
Iqbaal mengangguk. "it's ok. Sekarang kita langsung sarapan ditempat makan langganan gue kalo lagi di indo, oke?"
(namakamu) mengangguk nurut," oke deh!"
Sebelum berangkat mereka berpamitan dahulu pada orang tua (namakamu). Setelahnya mobil iqbaal melaju membelah jalanan pagi ini dengan kecepatan rata-rata. Lagu superficial love by Ruth b mengisi keheningan didalam mobil.
Mulai sekarang lagu superficial love ini pokoknya jadi perantara kak iqbaal! Jadi kalo gue kangen tinggal puter lagu ini deh
"nggak perlu nyari perantara kali, kalo kangen tinggal bilang. Nggak sampe 10 menit gue ada didepan lo." jawab iqbaal tiba-tiba seolah tau apa yang dipikirkan (namakamu)
Mulut (namakamu) menganga,"kak iqbaal cenayang?"
Sudut bibir iqbaal tertarik membuat seulas senyum. "peramal lebih tepat,"
"Ck, pasti diajarin dilan 'kan?" decih (namakamu). "aku pernah baca dialog punya kak vanessa."
"Dilan yang ikut-ikutan gue kali," balas iqbaal bergurau
(namakamu) memilin bibirnya tidak percaya. "Semerdekanya kak iqbaal aja deh."
Iqbaal mengangguk, pandangannya fokus pada jalanan depan. Pikirannya melayang entah memikirkan apa, sampai akhirnya ia berucap. "tapi gue harus berterima kasih sama Dilan,"
"karna udah ngajarin kak iqbaal ngegombal? Mandiri? Atau meramal?"
Iqbaal menggeleng menyalahkan semua tebakan (namakamu), membuat gadis itu menatapnya dengan penuh pertanyaan tanya. "Terus?" sambungnya
Iqbaal menghela napasnya,"karna udah temuin gue sama lo. Mungkin kalo film dilan nggak ada, sekarang gue masih sibuk ngurusin urusan kuliah gue di US dan lo sibuk ngehayalin gue, iyakan?"
Meskipun sedikit meroket namun pernyataan iqbaal seratus persen benar. Mungkin tanpa film dilan, iqbaal akan terus ada pada dunia halunya.
"Tapi gue juga nggak nyesel kalo film dilan nggak ada," sambungnya

KAMU SEDANG MEMBACA
IMPOSSIBLE (IDR><NK)
Teen FictionIqbaal menggeleng dan melepaskan jaket yang ia pakai lalu mengikatnya dipinggang (namakamu) sehingga menutupi bagian paha. "Bukan apa-apa, cuma mau nutupin paha lo doang," ujar iqbaal disela-sela kegiatannya Seteah selesai ia berdiri mengsejajarkan...