Aku updatee!!
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaa :)
Btw, ini aku ketik 5523 kata lohh. Gila tangan aku terbuat dari apaan ya:v
Oke nggak penting,
Let's Go!
------------------------------------------
Bulan baru saja datang ke meja kantin
Sisterhood yang biasanya, dengan minuman kaleng dingin di tangan kirinya dan makanan ringan di tangan kanannya.
Perlahan Bulan membuka pengait kaleng minumannya, lalu menegukkannya terburu buru. Wajar kelelahan sehabis latihan dance mulai dari jam perlajaran pertama sampai istirahat kedua.
“jadi Seaghan sama Bintang beneran jalan ke Mall?” tanya Bulan meletakkan kaleng minumannya, “berduaan gitu?” tanyanya lagi.
Allena mengangguk pasti. “gue liat di rumahnya langsung, ternyata Seaghan ngajak Bintang ke rumah juga dong, kebetulan aja gue lagi di rumah dia jadi gue bisa liat si Bintang” kata Allena.
“tapi yang bikin gue kesel, Bintang sok manis trus manja banget di depan Bunda Serkhan, benci gue” geram Allena. “udah gitu ya waktu diajak makan sama Bunda, sumpah sok imut banget bicaranya, trus sok baik banget lagi depan gue, pengen rasanya gue usir kemarin lusa” katanya lagi kesal.
“kan muka dua” sahut Vioreen yang sibuk mengaduk minuman dinginnya sendiri, di samping Xanna.
“tapi gue heran, kenapa Seaghan mauan aja gitu diajak ke Mall sama kunti satu” ucap Xanna bingung.
“dikasih pelet kali, atau nggak di kasih obat biar mauan orangnya” kata Bulan logis. “kan zaman sekarang udah ada obat yang macem macem, siapa tau kan bener” katanya lagi.
“ngaco lo!” seru Allena.
“mungkin lelah kali, menunggu keputusan yang belum tentu pasti” sahut Vioreen lagi masih kalem.
“bisa nggak usah bahas topik ini kan?” tanya Ghesha membuka suaranya. Sungguh dirinya sudah panas dan gerah karena lelah latihan, ditambah topik yang semakin membuatnya gerah.
Semua terdiam. Lupa kalau ada Ghesha juga disini.
“maaf Sha, bukannya kita nggak ngehargain perasaan lo, dan bukannya juga kita mau ikut campur sama urusan pribadi lo” kata Bulan merasa bersalah.
“nggak usah basa basi, mau ngomong apa lo?”
Bulan menegukkan ludahnya kasar setelah mendengar ucapan ketus Ghesha barusan. Panas dingin kan jadinya. “apa nggak sebaiknya lo lebih terbuka sama Seaghan Sha? Maksud gue bukan terbuka tentang urusan pribadi, tapi lebih welcome aja sama dia. Jangan terlalu kaku banget, mungkin dia kiranya lo emang nggak ada perasaan apa apa sama dia jadi menurutnya perjuangannya juga sia sia Sha”
“kalau mau membentuk hubungan itu, yang berjuang harus dua orang Sha. Kalau cuman satu orang, berarti yang menjalankan hubungan juga cuman satu orang Sha. Dan itu nggak banget dalam hubungan” katanya lagi. Suasana mendadak serius sekarang.
“kalau emang lo suka, lo cinta. Nggak ada salahnya kan kalau kita duluan yang tanya? Kalau kita duluan yang mulai? Kalau kita duluan yang bikin semuanya? Jangan selalu mereka trus Sha, mereka juga capek kalau diginiin. Cowo mana sih yang nggak capek berjuang sendirian, mati matian cari topik, eh cewenya cuman lewat doang. Lo itu berasa nggak menghargai Sha” katanya lagi mengeluarkan unek uneknya selama ini.
“lo paham maksud gue kan Sha?” tanya Bulan yang mengakhiri pembicaraanya pada Ghesha tadi. Namun Ghesha tidak menjawab, gadis itu terdiam.
“cewe kalau ngejar cowo emang nggak pantes Sha” sahut Xanna, menoleh kearah gadis itu. “harga dirinya bakalan turun. Tapi nggak ada salahnya juga kita balas perbuatan yang selama ini cowo yang selalu ngejar kita Sha, itu nggak akan salah. Kalau emang Seaghannya masih respon” katanya lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
FRIENDSHIP : LOVE [END]
Teen FictionSudah pernah dengar/baca cerita tentang persahabatan antara perempuan dan laki-laki belum? Kalau belum mari mampir di cerita ini. Nanti kalian bisa bertemu kisah pertemanan, percintaan, pertengkaran semua menjadi satu. Inilah cerita Friendship Love...
![FRIENDSHIP : LOVE [END]](https://img.wattpad.com/cover/211047491-64-k168725.jpg)