Hai haii!! Gak kerasa yaa FA udah part ke 60. WOAWWW!!!
Sebelumnya aku mau berterima kasih banget buat pembaca yang setia sampai sini sama FA 🙏 Makasih banget atas dukungan dan motivasi kaliann 😭💙
Tia sayang kalian lohh, 😊
Kalau begitu, jangan lupa tinggalkan jejak kalian dong yaa? :)
Let's Go!
-----------------------------------------“Hidup itu ada pilihannya, termasuk dalam hubungan.
Hubungan tidak akan berjalan halus kalau di antara mereka
ada yang sulit memastikan pilihannya.”
–Allena Scott–Pagi ini seperti ritual yang biasanya Xanna lakukan, pasti gadis itu sedang berada di ruang musik, tempat yang akhir akhir ini banyak menyita waktunya bersama teman temannya dan kekasihnya.
Tempat yang membuat dirinya harus berangkat pagi pagi subuh, dan tempat yang membuat Xanna terus bersama dengan sosok lelaki yang baru pertama kali bertemu karena perintah dari Bu Hevy juga.
Satria namanya.
Cowo yang terkenal karena ahli dalam bidang musik terutama biola, salah satu musik yang bisa di mainkan oleh Xanna juga. Itulah kenapa Satria di minta untuk berlatih bersama dengan Xanna karena aka nada perlombaan yang tiap sekolah mewakili dua orang.
Satria yang menduduki di kelas dua belas, dengan seragam yang sengaja ia keluarkan, rambut yang sedikit berantakan, dan wajah yang sangat tampannya. Sempat terkenal karena keahliannya dalam bermain biola. Walaupun begitu Satria tidaklah nakal.
“jadi ini di not yang mana?” tanya Xanna dengan biola disamping lehernya, lalu menunjuk salah satu kalimat pada satu barisan lirik.
“oh pake not yang senar D aja” ujar Satris cepat. Membuat Xanna mengangguk paham.
“aduh, ini not senar D gimana sih?! Nggak bisa bisa perasaan,” keluh Xanna kesal. “masa nih biola baru ditinggal satu tahun udah lupa aja, udah selek aja sama gue” katanya lagi membuat Satria terkekeh kecil.
“sini, gue ajarin” katanya lalu bangkit berdiri menuju bagian belakang tubuh Xanna, menaruh kedua lengannya tepat diatas kedua bahu Xanna dari belakang, agar dapat meraih biola Xanna dengan tepat.
Membuat Xanna terkejut bukan main, jantungnya juga tidak kalah berdegub dengan begitu kencangnya.
“nih begini not senar D” kata Satria memberitahu, membuat Xanna hanya mengangguk angguk saja biar cepat.
“udah ngerti kan?” tanyanya lagi yang masih dijawab anggukan oleh Xanna.
Aduh Xanna, lo kenapa bego?! Inget kita cuman temen nggak lebih. Batinnya bersikeras untuk membuktikan pada Ghesha sesuai ucapan gadis itu tiga hari yang lalu.
***
“nanti kapan kapan ajarin gue not lagi ya Sat,” katanya sesuai latihan musik bersama Satria dan sekarang tengah berjalan menuju ruang kelas Xanna.
Satria hanya terkekeh. “dibilangin jangan manggil gue Sat, kesannya lo kayak manggil gue bangsat” katanya tertawa. Sontak itu membuat Xanna tertawa kikuk.
“oh gitu ya,” balas Xanna sedikit cuek.
Kedua nya kembali terdiam, tidak ada yang membuka suaranya ketika Xanna terakhir berbicara. Mereka hanya melayangkan tatapannya masing masing, fokus pada pikiran mereka saat ini.
Namun Xanna sedikit risih seketika, disaat Satria ternyata terus memperhatikan wajahnya tanpa henti. Sebenarnya apa yang terjadi pada cowo ini? kenapa Satria terus memperhatikan wajah Xanna.

KAMU SEDANG MEMBACA
FRIENDSHIP : LOVE [END]
Teen FictionSudah pernah dengar/baca cerita tentang persahabatan antara perempuan dan laki-laki belum? Kalau belum mari mampir di cerita ini. Nanti kalian bisa bertemu kisah pertemanan, percintaan, pertengkaran semua menjadi satu. Inilah cerita Friendship Love...