18. A picture

1.2K 103 4
                                        


Bel pulang sekolah sudah berbunyi beberapa menit yang lalu. Parkiran masih lumayan ramai.

Samuel duduk diatas kap BMW nya sambil melipat tangan di dada. Memperhatikan satu persatu siswi yang lewat dihadapannya, mungkin saja salah satu dari mereka ada seseorang yang sedang ia tunggu.

"Eh, Nay!"

Samuel tersenyum lebar, memanggil Nayra yang tak jauh dari hadapannya.

Nayra mendekat, menatap Samuel malas, "Apa?"

"Ikut gue, hayu!"

Sebelah alis Nayra terangkat, "Ngapain?"

"Mau tepati janji gue! Kan tadi gue bilang ke lo bakal beliin makanan apapun yang lo mau sebagai permintaan maaf. Lo kan doyan makan, hehe." Samuel nyengir.

Nayra mendengus mendengar akhir ucapan Samuel tadi. Barusan dia diledek sama lelaki blesteran itu?

Tapi Nayra berpikir sebentar. Sepertinya tidak apa apa kalau ia menerima ajakan Samuel. Lumayan kan, hemat uang. Jadi bisa beli album oppa-oppa nya, hehe. Lagipula, mana bisa Nayra menolak yang namanya makanan.

"Oke."

Samuel tersenyum lebar, kemudian dengan semangat menarik tangan Nayra untuk segera masuk kedalam mobilnya.

"Ini mau kemana?" Tanya Nayra setelah mobil putih itu melaju keluar perkarangan sekolah.

"Kemana lo mau."

Setelah itu tidak ada lagi balasan. Baik Nayra dan Samuel pun diam.

"E-eh, Sam. Berhenti deket situ deh."

"Kenapa?" Tanya Samuel bingung, namun tak urung melakukan apa yang Nayra minta.

"Ada cilok, hehe."

Samuel tertegun sebentar ketika melihat gadis itu menunjukkan cengiran nya. Segera tersadar, Samuel tersenyum dan menatap ke depan, dimana terdapat penjual cilok tak jauh dari tempatnya menepikan mobil.

"Lo mau?"

Nayra memutar bola matanya malas, "Kalo ngga ngapain gue nyuruh lo berenti?"

Samuel tertawa kecil melihat wajah kesal gadis itu, "Yaudah, ayo."

Nayra segera mengangguk, kemudian membuka pintu mobil setelah melepas safety belt nya. Mereka berdua keluar bersama namun Nayra berjalan lebih dulu menghampiri si penjual cilok.

Samuel hanya menggelengkan kepalanya sambil tertawa kecil melihat tingkah Nayra. Ia mengambil duduk di sebelah Nayra disebuah kursi plastik yang sengaja disediakan oleh si penjual. Mereka menunggu dalam keheningan sampai si penjual datang memberikan pesanan mereka.

"Lo tadi ke sekolah pake apa, Nay?" Tanya Samuel membuka pembicaraan.

Nayra menelan terlebih dulu cilok yang sedang dikunyah nya, baru kemudian menjawab, "Pake mo-- astaghfirullah!"

Nayra menepuk keningnya. Merutuki dirinya yang pelupa.

"Kenapa?" Samuel mengerutkan keningnya bingung.

Nayra meringis, "Mobil gue... Ketinggalan di sekolah."

Nayra benar benar lupa bahwa tadi pagi ia membawa mobilnya. Ketika mendengar kata makanan, Nayra jadi lupa segalanya.

Samuel mengangguk pelan, "Yaudah, ntar gue anter Lo ke sekolah lagi." Lalu kembali melahap ciloknya.

Mendengar itu, Nayra mengangguk saja. Kemudian melanjutkan makannya.

Setelah selesai makan dan membayar, mereka beranjak dari tempatnya. Ketika ingin membuka pintu mobil, Samuel tidak sengaja melihat seorang pedagang telur gulung tak jauh dari pedagang cilok tadi. Sepertinya si penjual telur gulung itu baru saja mangkal.

SAM & NAYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang