Seperti halnya uang. Bahkan ketika lusuh sekalipun kau akan tetap berharga. Sekalipun dibuang oleh keluarganya, Serena menemukan keluarga baru sebagai pelipur lara. Gadis bernama lengkap Serena Latifa tersebut memliki keterbatasan dalam bicaranya. H...
Assalamualaikum, semua para readers yang setia, maaf ini bukan update cuma mau infoin aja, aku baru aja post carita baru. Siapa tau berkenan untuk di baca.
Judul : Hello, Future!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Blurb:
"Assalamualai...." Salamnya terputus ketika netranya menangkap sosok yang membuka pintu ternyata bukan pemilik rumah. "Assalamualaikum." Ujarnya mengulang salam.
Laki-laki di depannya mengernyit bingung. "Kamu siapa?" Tanya laki-laki tersebut sambil memastikan sesuatu ke arah gerbang.
"Saya Melva Laksamana, Om." Jawabnya mantap. Gadis bernama Melva tersebut mengikuti arah pandang laki-laki di depannya ke arah gerbang.
"Saya nggak tanya nama kamu. Saya tanya siapa kamu?"
Mendengar pertanyaan sarkas tersebut Melva menyengir lebar, sadar kesalahannya. Tapi bukankah itu jawaban umum dengan menyebutkan nama untuk menjawab pertanyaan siapa kamu? Ah sudahlah. Lebih baik ia segera menjawab. "Saya orang, Om." Jawabnya akhirnya. "Om nyari apa?" Tanya Melva kemudian karena atensi laki-laki di depannya masih menelisik gerbang di sana.
Laki-laki itu baru memperhatikan gadis di depannya ini. "Kok kamu bisa masuk? Kamu mau nyari sumbangan, kan? Kamu salah alamat." Tuding laki-laki tersebut.
Melva bengong mendengar tuduhan tak berdasar yang di ajukan kepadanya. Ternyata dari tadi laki-laki di depannya memastikan keberadaan Mang Jaya, satpamnya, karena kenapa Melva bisa masuk.
"Saya bukan meminta sumbangan, Om. Saya ke sini mau jemput rejeki." Tuturnya.
"...." Baru saja laki-laki tersebut akan menjawab. Namun suaran lain dari dalam rumah tersebut lebih dulu menyela.