12

548 69 18
                                        

Ujian telah berakhir. Saatnya bersenang-senang.  Menikmati hal yang sempat tertunda karena ujian. Seperti Hyeyoon dan teman-temannya yang sudah berencana untuk menikmati masa libur mereka dengan jalan-jalan bersama, nonton bioskop ataupun pergi ke tempat karaoke.

Bagi orang seperti mereka, hari libur adalah hari yang paling menyenangkan dibandingkan harus berkutat dengan sesuatu yang mereka tidak paham. Tapi ada satu hal yang membuat Hyeyoon cemas saat ini. Yaitu hasil ujiannya yang akan keluar hari ini. Setiap malam dia terus berdoa agar dia mendapatkan nilai yang memuaskan otomatis dia bisa pergi makan berdua dengan Rowoon.

Hyeyoon tidak bisa menghentikan detak jantungnya yang terlalu cepat. Dia terus melangkahkan kakinya menuju papan yang telah tertempel kertas hasil ujian semua siswa.

"Kau baru datang? " tanya Bora.

"Kau sudah melihat nilaimu? " tanya Hyeyoon yang di balas anggukan oleh kedua sahabatnya itu.

"Seperti biasa, aku masih kalah dengan siswa dari kelas lain" ucap Yoona dengan wajah sedihnya. Tapi setidaknya Hyeyoon yakin jika Yoona tetap menjabat sebagai juara dua di kelasnya sedangkan Bora menjadi juara bertahan.

Hyeyoon mencoba untuk menerobos kerumunan siswa yang sama penasarannya dengan gadis itu. Dia mencoba melihat satu persatu nama yang tercetak disana. Matanya langsung membulat saat menemukan namanya di kertas putih itu. Yang membuatnya tidak menyangka adalah angka yang tertulis disana. Selama hidupnya, ini baru pertama kalinya dia mendapatkan nilai yang tinggi. Bahkan namanya termasuk dijajaran siswa dengan nilai terbaik.

Hyeyoon tidak bisa menutupi rasa bahagianya. Dia melompat-lompat sambil berteriak membuat semua siswa mengalihkan pandangan padanya. Tapi dia tidak perduli. Dia berlari kecil menuju kedua sahabatnya itu. Lalu memeluk erat mereka.

"Bagaimana? " tanya Bora melihat wajah Hyeyoon yang begitu berseri.

"Aaa!!! " Bukannya menjawab Hyeyoon malah berteriak membuat Bora dan Yoona refleks menutup telinga mereka.

"Ya!! " tegur Yoona.

"Kalian harus membantuku" ucap Hyeyoon yang dibalas tatapan heran dari dua pasang mata itu.

**
Rowoon melangkahkan kakinya masuk ke dalam kelasnya. Lalu meletakkan tasnya di atas meja. Semua orang sibuk berkumpul untuk melihat nilai mereka. Sedangkan pria itu malah memilih berdiam diri di dalam kelasnya. Karena dia tahu, berapa nilai yang dia dapatkan. Jadi percuma saja pergi kesana itu hanya membuat lelah dirinya karena harus berjalan dari lantai 3 ke lantai 1.

"Rowoon-ssi" teriak seseorang memanggil namanya. Dia bisa melihat seorang gadis yang berlari kearahnya sambil mengangkat ponsel miliknya.

"Kenapa? " tanya Rowoon saat gadis itu sudah berdiri di depannya. Keringat terus bercucuran dari dahinya, bisa Rowoon tebak jika gadis itu sudah berlari dari lantai satu sampai ke kelasnya.

"Nilaiku sudah keluar" jawab gadis itu memperlihatkan ponselnya.

"Lalu? " tanya Rowoon lagi setelah melihat apa yang ada di layar ponsel gadis itu. Sejujurnya dia terkejut, melihat nilai yang bisa dikatakan sangat tinggi itu bisa didapatkan oleh seorang gadis yang berada di kelas paling akhir. Tapi tidak bisa dipungkiri, jika ini semua juga karena bantuannya. Sekaligus... Usaha gadis itu untuk belajar dengan keras.

"Sesuai janjiku, aku akan mentraktirmu"

"Kapan? "

"Eoh? " Hyeyoon berusaha memastikan bahwa dia tidak salah dengar. Karena ini sangat berbeda dari ekspetasinya yang berpikir bahwa Rowoon akan menolak ataupun pura-pura lupa dengan janji yang sudah mereka buat.

You're The Only OneTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang