Rakha sedang berada di kamar mandi. Rakha mengajak Bella untuk mampir sarapan dulu biar ke isi.
"Udah ganteng. Gue ke sana lagi, deh," gumam Rakha sambil menatap cermin dan membenarkan jambul nya.
Rakha berjalan menuju tempat mereka. Tadi Rakha juga sudah memesan makanan sebelum pergi ke kamar mandi.
Tapi ketika sampai di meja, Rakha melihat Bella bersama dengan pria. Siapa pria itu. Kok ada di sana? Banyak pikiran yang berkecamuk di otak Rakha. Tapi Rakha tidak ingin negatif thinking terlebih dahulu.
Jadi Rakha menghampiri mereka. Namun belum sampai, pria itu sudah pergi duluan. Ya sudah lah, apa urusan nya dengan dirinya.
Walaupun sebenarnya hati nya sakit melihat Bella dengan pria itu. Rakha juga melihat pria itu memegang tangan Bella.
"Itu siapa, Bell?" tanya Rakha yang baru saja datang.
"Oh, itu teman gue. Kok lo lama sih?"
"Bentar an doang kali," balas Rakha.
Akhirnya mereka diam dan menikmati makanan yang baru saja dihidangkan. "Kemana lagi?" tanya Bella setelah selesai makan.
"Terserah lo, deh. Gue juga bingung," kata Rakha.
"Gimana kalau ke taman aja? Cari udara segar." Rakha mengangguk. Boleh juga ide Bella.
Mereka pergi ke sebuah taman yang lumayan jauh dari kota. Udara di sana masih sejuk karena jauh dari jangkauan jalan raya.
"Bagus banget tempat nya. Lo nemu dimana?"
"Waktu itu gue nggak sengaja lewat sini."
Bella membulatkan mulutnya berkata 'O'.
Bella suka dengan alam. Makanya Bella juga suka dengan pantai. Baginya alam itu indah kalau kita bisa menjaga nya.
"Lo darimana, Sa?" tanya Naufal.
Most wanted anak IPS sedang berkumpul di cafe yang sama dengan cafe yang Bella dan Rakha datangi tadi.
"Dari rumah. Macet tadi makanya lama," jelas Arsa.
"Lo udah gue pesenin," ujar Aldi.
"Thanks." Aldi mengangguk. Ini cafe favorit mereka ketika berkumpul. Jadi mereka sudah hafal pesanan mereka.
"Eh, jam tangan lo baru?" tanya Andi. "Iya gue baru liat," sambung Reza.
Arsa mengangguk, "kemarin gue beli," balas Arsa.
"Wah nggak ajak ajak nih beli jam. Gue juga mau beli, soalnya jam gue udah rusak," balas Andi.
"Mana gue tau."
Pelayan datang membawa pesanan mereka. Mereka pun mengentikan pembicaraan mereka.
"Makasih," ucap Arsa mewakili.
Pelayan itu tersenyum dan pergi kembali ke belakang. "Makan dulu aja," kata Naufal.
Mereka makan makanan masing masing. Walau kadang masih di selingi canda tawa.
"Assalamualaikum," salam Rakha. "Wassalamu'alaikum," balas Luna a.k.a mama Rakha. "Habis darimana kok baru pulang?" lanjutnya.
"Pergi sama temen. Aku keatas dulu yaa ma." pamit Rakha. Luna mengangguk dan melanjutkan lagi aktivitas memasak nya.
Rakha menatap langit langit kamarnya. Rakha masih kepo dengan cowo yang tadi bersama dengan Bella.
Drttt..drt....
Ponsel Rakha berdering. Ada panggilan dari nomor Bella? Sejak kapan Bella menghubunginya?
"Hallo, kenapa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Rakha (END)
Teen Fiction[PART LENGKAP] [40 BAB] Seorang pria yang malu untuk menyatakan perasaan nya sendiri. Memilih untuk memendam perasaan nya sendiri selama satu tahunan. Dengan dorongan sahabat nya, ia mampu menyatakan perasaan nya itu. Mampukah, seorang Rakha Akbar...
