"Arghhh, kenapa tadi gue masuk duluan sih," kesel Bella pada dirinya.
Sungguh, Bella sangat menyesal. Tau gitu Bella ikut Putri atau nunggu Shifa aja.
"Gue harus gimana nih? Pusing gue."
Bella guling guling di kasur nya karena panik dan bingung. Hari ini udah seperti ini terus gimana besok?
Kenapa juga Bella harus menyuruh adam membuktikan ucapan nya.
"Nyesel nyesel nyesel banget gue."
Ketika sedang menuju balkon untuk menenangkan diri sebentar, tiba tiba ponsel nya berdering.
"Siapa, sih?" gerutu Bella.
Bella menyambar ponsel nya dengan kesal. Tanpa melihat siapa yang menelpon, Bella langsung mengangkat nya begitu saja.
"Apaan, sih?" sewot Bella.
"Eh santai dong, gue dibawah nih."
'Di bawah? Siapa?' bingung Bella.
Bella melihat nama si penelpon, ternyata sepupu nya. Kenapa tidak langsung masuk coba?
"Biasa nya langsung masuk."
"Gue sama temen gue nih. Bukain gih."
"Ish, sama aja juga. Tinggal masuk."
"Masalah nya gue nggak bawa kunci nya."
"Elah, bilang dari tadi kek."
Tutt..
Bella langsung mematikan panggilan telepon nya. Bella turun dengan menghentakkan kaki nya kesal.
Sampai di bawah, Bella melihat ada pembantu nya ingin membukakan pintu.
"Eh bi, biar aku aja."
"Biar bibi aja non."
"Nggak papa bi, itu curut sama temen nya."
"Eh kalau begitu bibi pamit kebelakang ya non."
Bella mengangguk. Bella tinggal bersama pembantu nya dan juga sepupu laknat nya tadi.
"Masuk."
Bella langsung pergi setelah membukakan pintu. Tapi tangan nya dicekal oleh sepupu nya itu.
"Apaan?"
"Ambilin minum sekalian ya."
"Gue bukan babu lo."
"Tolong lah bell. Nggak kasihan apa sama gue capek banget." lebay sepupu nya bernama SEAN DEVIN ADIJAYA
"Iya."
Bella udah kesel tambah kesal lagi. Akhirnya Bella ke dapur dengan perasaan dongkol.
Sepanjang membuat minum, Bella mengerutu. Entah apa nanti rasanya.
Semoga hasilnya baik baik saja ya. Doakan saja.
"Eh tadi sepupu lo kayak gue pernah liat, deh," ucap salah atau teman sean yang bernama Alex.
"Dimana?"
"Itu nya gue lupa."
"Dih."
Tidak lama kemudian, Bella datang dengan membawa empat minuman dengan cemilan.
Itu inisiatif Bella untuk membawa cemilan. Dari pada ia disuruh bolak balik oleh Sean.
"Silahkan TUAN," kata Bella menekankan kata tuan.
"Makasih, bi."
"Enak aja. Gue cantik cantik gini dibilang bibi."
"Hahah ya maaf. Oh iya, kenalin ini temen gue."
KAMU SEDANG MEMBACA
Rakha (END)
Teen Fiction[PART LENGKAP] [40 BAB] Seorang pria yang malu untuk menyatakan perasaan nya sendiri. Memilih untuk memendam perasaan nya sendiri selama satu tahunan. Dengan dorongan sahabat nya, ia mampu menyatakan perasaan nya itu. Mampukah, seorang Rakha Akbar...
