26 🔥 Curiga

179 16 0
                                        

"Cie yang semalem habis pergi jalan berdua," kata Putri.

"Hah?" Bella mengerutkan kening nya.

"Udah kali, gue tau semalem lo pergi sama Rakha pas gue lagi jalan sama Naufal," jelas Putri.

"Ya terus? Kan cuma jalan, apa salah nya?"

"Haduh haduh, masih belum peka ya lo. Eh btw semalem katanya Arsa hubungin lo tapi nggak bisa." Putri berusaha mengalihkan pembicaraan.

"Semalem ponsel gue baterai nya habis baru gue cas dan belum gue nyalain lagi."

Putri mengangguk. Semalam Naufal mendapat telpon dari sahabat nya a.k.a Arsa menanyakan keberadaan Bella karena nomor nya tidak dapat dihubungi.

Otomatis Putri tau karena Naufal juga memberi tau nya.

Bella menghidupkan ponsel nya yang dari semalam mati. Banyak pesan dari Arsa di sana dan beberapa panggilan tak terjawab.

"Eh bell lo mau kemana?" tanya Putri kala melihat Bella hendak pergi.

"Telpon Arsa dulu."

"Tunggu dulu. Lo sama Arsa emang temenan kan?"

"Iya. Kenapa emang nya?"

"Terus perasaan lo sama Rakha?"

Akhir nya pertanyaan itu lagi. Sudah berapa kali pertanyaan itu muncul.

"Gue nganggep Rakha teman nggak lebih. Lagian rakha nya juga biasa aja tuh."

"Bukan Rakha nya yang biasa aja tapi lo nya yang nggak peka."

"Ya gimana lagi. Orang omongan kalian semua nggak ada buktinya. Kalau Rakha emang suka sama gue, kenapa harus lewat perantara coba?"

"Ya mungkin karena tau lo nya masih nggak peka atau gimana gitu," alibi Putri.

Yang sebenarnya Putri juga tidak tau kenapa Rakha tidak mengatakan langsung.

Seperti nya nanti harus Putri tanyakan langsung pada Rakha. Setidaknya kalau ada pertanyaan seperti ini ia bisa menjawab.

Setalah tidak ada balasan dari Putri, Bella melangkahkan kaki ke depan kelas.

Namun ketika hendak keluar, tidak sengaja ia berpapasan dengan Rakha yang ingin masuk.

"Eh," kaget mereka berdua.

"Aduh cie cie. Tatap tatapan tuh."

"Ekhem ekhem mendadak batuk."

"Aduh keselek kodok."

"Pandangan pertama, awal aku berjumpa."

"Aseeek..."

Bella mendadak salting begitu juga dengan Rakha. Mereka sama sama tidak tau kalau ada yang mau masuk atau keluar.

Sesegera mungkin Bella menyingkir lebih dulu mempersilahkan Rakha masuk. Baru Bella keluar dan duduk di kursi depan kelas.

"Aissshh co cuit deh," goda Very.

"Diem lo."

"Bisa salting juga lo," goda Wahyu.

Seakan teringat apa yang akan disampaikan, Putri langsung menghampiri meja Rakha dkk.

"Eh kha," panggil Putri.

"Kenapa?" Bukan Rakha yang menjawab melainkan Wahyu.

"Gue panggil Rakha bukan lo," sewot Putri. "Ya biasa aja dong jangan ngegas," balas Wahyu tidak kalah ngegas.

"Lo juga sama ngegas anjing."

"Santai dong."

"Eeeett udah udah. Ada apa, Put?" tanya Rakha.

Rakha (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang