"Eh kalian mau kemana?" tanya Aldi yang baru menuruni tangga.
"Mau foto foto aja. Sekalian bikin kenangan sebelum Arsa balik," jawab Bella.
"Gue ikut lah! Sekalian gue ajak shela."
"Boleh juga. Sekalian jadi fotografer aja lo," canda Arsa.
"Siaapp!"
Ternyata candaan Arsa ditanggap baik oleh Aldi. Arsa sudah merasakan ada something.
Tidak biasanya Aldi mengiyakan candaan nya. Apalagi perintah seperti hal tadi.
Tapi Arsa menepis semua pemikiran nya. Yang terpenting hari ini ia harus bisa menjadi hari paling indah.
"Yaudah ayo!"
"Bentar elah gue panggil Shela."
Aldi menaiki tangga lagi. Tapi sampai pada anak tangga ke lima ternyata Shela sudah keluar duluan.
"Eh sayang, baru mau aku panggil."
"Aku udah tau dari Bella tadi," jawab Shela seadanya. "Ekhem! Disini ada jomblo," sindir Bella.
"Nggak jomblo dong. Tuh samping ada orang," sahut Aldi.
"Tau ah, yuk!"
Bella sudah keluar duluan disusul Arsa dibelakangnya. Sementara Aldi dan Shela santai santai saja.
Yang akan menyetir Aldi juga.
Mana mungkin mereka meninggalkan nya.
"Cepet dong! Panas nih! Pacaran mulu!" tegur Bella.
"Santai dong. Yuk masuk!"
Mereka memasuki mobil dan tidak lama setelah mobil tersebut melesat menuju tempat yang dituju.
---
"Jaket nya jangan lupa bawa bell," ingat Arsa.
Bella mengangguk dan mengambil jaket nya. Mereka memang ingin foto foto terlebih dahulu.
"Di, fotoin," perintah Arsa.
"Siap." semangat 45 Aldi.
Kalian tau lah apa sebab nya.
"Mana ponsel nya?" pinta Aldi.
"Pake punya lo aja. Punya gue ada di mobil."
Sejak tertidur tadi mereka belum mengecek ponsel nya.
Aldi mengangguk semangat. Peluangnya menambah followers makin besar.
"Jangan gitu dong. Gini nih."
Aldi menata posisi foto nya layaknya seorang fotografer handal. Bella dan Arsa mau mau saja lagi. Terserah Aldi saja, intinya kualitas gambar nya bagus.
1
2
3
Cekrek
Cekrek
Cekrek
Ada tiga gambar yang berhasil aldi dapatkan.
"Nih." Aldi menyerahkan ponsel nya agar mereka bisa menilai hasil foto nya.
"Bagus juga. Bakat lo jadi fotografer," puji Arsa.
"Iya dong," sombong Aldi sambil menepuk dada nya bangga.
Mereka hanya memutar bola matanya malas. Shela? Dia sudah bermain air.
"Makasih, lo susul tuh pacar lo," usir Arsa. "Dih ngusir."
Walaupun begitu Aldi tetap pergi dari sana. Tapi tidak hanya aldi saja yang pergi tapi Bella juga. Itu membuat Arsa bingung.
"Mau kemana Bell?"
"Ngambil hp."
"Sekalian kalau gitu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Rakha (END)
Dla nastolatków[PART LENGKAP] [40 BAB] Seorang pria yang malu untuk menyatakan perasaan nya sendiri. Memilih untuk memendam perasaan nya sendiri selama satu tahunan. Dengan dorongan sahabat nya, ia mampu menyatakan perasaan nya itu. Mampukah, seorang Rakha Akbar...
