26. Bad Coffee Day

32.2K 5.5K 468
                                        

Dalam waktu yang sangat singkat, otakku berputar seperti gasing. Haruskah aku memberi tahu Larung bahwa Sonia datang ke kafe? Larung selalu mengingatkanku untuk memberi tahunya jika ada hal-hal menyangkut Sonia. Tapi Larung pasti sedang diskusi dengan dosen pembimbingnya sekarang. Atau aku harus memanggil Dimas? Dia pasti sedang numpang tidur atau numpang streaming di lantai atas.

Tapi kalau dipikir-pikir, kenapa aku harus takut? Dasar debar jantung sialan! Memangnya aku sudah melakukan kesalahan apa pada Sonia sampai jantungku se-berdebar ini? Aku nggak menyakiti siapa-siapa, aku nggak merebut siapa-siapa, aku nggak mengambil hak siapa pun. Lagi pula, ini adalah tempat umum dan ini adalah pekerjaanku. Aku nggak boleh nggak menyukai tamuku, sebenci apa pun aku padanya. Dan memangnya apa yang bisa dilakukan oleh Sonia di tempat ini? Di tempat yang ... katakanlah, adalah teritoriku?

Berbekal sugesti itu, aku berhasil menenangkan degub jantungku. Walau hanya sedikit. Kutegakkan wajahku, dan kusambut Sonia dkk se-profesional mungkin. Kupasang senyum se-ramah mungkin, sembari menanyakan pesanan mereka. Kebetulan aku sedang berjaga sendirian di depan. Neera yang bertugas bersamaku sedang istirahat di belakang karena sejak tadi dia mengeluh pusing dan mual.

"Larung ada?" tanya Sonia setelah aku mencatat pesanannya. Seolah-olah itu hal yang sangat wajar untuk ditanyakan. Seolah-olah kami adalah kawan baik yang nggak punya masalah apa-apa.

"Nggak ada," jawabku sambil tersenyum.

Setelah memastikan semuanya tercatat dengan baik, aku segera menyiapkan pesanan mereka. Aku sungguh berharap ada tamu lain sehingga bisa membantuku lebih fokus. Atau dengan banyaknya pengunjung, aku jadi punya alasan untuk memaksa Neera bangun meski dia masih sedikit pusing. Karena sekarang, mau nggak mau aku merasa sedang diawasi oleh gerombolan Sonia, meski sebenarnya mereka sedang asyik mengobrol membahas kompetisi model apalah.

"Bri!"

Aku nyaris terlonjak saat Sonia memanggilku. Astaga, ada apa lagi sih?

Sedikit terburu-buru aku menghampiri meja mereka. Rasa panik membuatku sedikit ceroboh dan kaki kananku terantuk kaki meja. Goncangan terjadi di meja, membuat air dari jambangan kaca tumpah sedikit membasahi meja. Aku buru-buru minta maaf dan mengambil kain lap untuk membereskan kekacauan yang kubuat.

Ternyata mereka hanya minta tambahan order snack. Duh, aku harus lebih santai. Come on, memangnya Sonia mau apa sih di tempat kerjaku?

Setelah menyampaikan pesanan makanan mereka ke dapur, aku melanjutkan proses membuat kopiku yang tertunda tadi. Saat ini aku sudah ahli membuat kopi sesuai menu-menu RuTem. Larung harus bangga, karena aku jago dalam waktu singkat sementara dia masih tetap nggak bisa membuat makanan atau minuman apa pun.

Aku cuma jago bikin program, ngurus komputer, bikin startup, dan ngembangin perusahaan, begitu dulu dia berkata dengan nada rendah hati yang penuh kesombongan.

Mengingat Larung membuatku nyengir kecil. Sekarang aku sudah lebih santai. Sambil bersenandung kecil, aku membuat Caramel Machiato, Peppermint Tea, dan Americano Iced pesanan mereka. Namun, lagi-lagi kerjaku disela oleh sebuah panggilan. Lagi-lagi dari meja Sonia. Kali ini mereka menanyakan tentang distro buku di sayap kanan dan juga acara diskusi buku yang akan digelar lusa. Berusaha bersabar, aku menjawab pertanyaan-pertanyaan Sonia dengan baik. Kurasa dia hanya ingin membuatku kerepotan saja. Ha! Dia pasti belum mengenalku dengan baik sampai berpikir hal-hal seperti itu bisa menggangguku.

Sesi tanya jawab nggak penting itu usai. Aku kembali ke balik meja. Namun, ponselku di saku celana bergetar. Ibu menelepon. Tadinya aku berniat mengabaikan dahulu panggilan itu. Aku berencana menyelesaikan tugasku terlebih dahulu baru nanti menelepon balik Ibu, tetapi Ibu menelepon untuk yang kedua kalinya. Ini di luar kebiasaan, karena Ibu jarang menelepon siang-siang. Setelah berpikir cepat, aku berlari keluar kafe dan menjawab panggilan dari Ibu.

Ruang Temu RasaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang