Aku gatau gimana cara menjelaskan nya secara halus, mohon maaf kalau ada banyak bahasa kasarnya, kalau kalian gak nyaman bisa langsung di skip atau out aja, terima kasih
Jangan lupa tinggalkan jejak<3
I hope you enjoy this story (•ө•)♡
Happy reading:)
π√π√π√π
Malam ini adalah malam terakhir Dara di Jerman. Tak terasa sudah 1 minggu Dara dan Gaza berada di Berlin. Malam ini mereka berdua tengah bersiap karena akan makan malam bersama Irfan, kakak ke-4 Dara sekaligus brand ambassador baru perusahaan Mizuka Corp.
Dara yang mendengar kalau Irfan juga berada di Berlin tentu saja merasa sangat senang. Sudah lama sekali rasanya ia tidak memeluk Irfan. Dara itu salah satu gadis yang sangat menyukai sebuah pelukan.
Dara baru saja akan menghampiri Gaza namun langkah nya terhenti saat melihat Gaza sedang berdiri di hadapan tiga orang pria. Dara dapat melihat dengan jelas ekspresi Gaza yang menahan amarah di depan orang itu. Dan tanpa sadar, tubuh Dara juga ikut menegang.
"What are you doing here, uncle?" tanya Gaza dingin
Orang itu mengulas senyum tipis dan membuat Gaza ingin sekali memukul wajah brengsek itu. Sungguh sebenarnya Gaza masih tidak menyangka akan bertemu dengan orang ini lagi. Orang yang dinyatakan meninggal oleh pihak rumah sakit sekitar 2 tahun lalu. Orang yang sudah membuat hancur adik perempuannya.
"Nice to meet you, Dric!" sapa Robert
Gaza terus mengepalkan kedua tangannya berusaha untuk tidak menghabisi Robert saat ini juga. Rahangnya sudah mengeras ingin sekali membunuh orang di depannya ini, kalau saja Robert tidak datang dengan dua orang bodyguard.
"What are you doing here, uncle?" ulang Gaza penuh penekanan
"Ummm... Aku ingin bertemu my baby girl, boleh?" tanya Robert sambil tersenyum
Oke, Gaza sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi. Satu pukulan telak mendarat di wajah Robert. Membuat sudut bibirnya sedikit robek dan mengeluarkan darah. Robert yang mendapat pukulan tiba-tiba dari Gaza hanya tersenyum remeh. Gaza memang sangat mudah dipancing. Tentu saja dua pengawal Robert tidak tinggal diam saat melihat tuan nya di pukul oleh Gaza. Mereka langsung bertindak dengan menahan kedua tangan Gaza. Membuat Gaza tak bisa berontak.
"Gaza... Gaza... Kamu takkan bisa menyembunyikan dia dariku. Aku akan menghancurkan nya. Dengan begitu keluarga kalian juga akan ikut hancur!" ucap Robert tenang
"Baj*Ng*n!!" teriak Gaza terus berontak
"Sekarang cepat beritahu aku dimana gadisku Gaza? Aku akan membawa nya pergi! Atau jangan-jangan kau juga melakukan 'itu' dengan nya? Astagaa!! Apa aku benar Gaza?" tanya Robert dramatis
"Aku tau kau pasti kesulitan ya menahan diri untuk tidak menyentuh gadis itu? Ah aku iri padamu Gaza. Kamu bisa menyentuh nya kapan saja dengan alasan kau adalah kakaknya. Sungguh membuat ku iri,"
"Apa kau sudah mendapatkan ciumannya? Ayo ceritakan padaku. Apa kau sudah merasakan bibirnya? Apa dia membalas ciuman mu? Seharusnya dia membalas dengan baik karena aku sudah mengajari nya 4 tahun lalu." Robert menunjukkan seringainya yang terlihat menjijikkan di mata Gaza
Gaza benar-benar tidak tahan dengan semua omong kosong Robert. Setelah terus berontak, akhirnya Gaza terlepas dan langsung menyerang Robert tanpa ampun. Ia sangat membenci Robert. Ia benci dengan orang yang sudah berani merendahkan adiknya. Gaza benar-benar hilang kendali saat ini. Ia tak peduli dengan kondisi Robert yang terlihat mengenaskan begitupun dengan dua pengawal nya yang lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
A Special Girl
Ficção Adolescente[СοмρӀеτе...] Bagaimana rasanya tinggal satu rumah dengan banyak lelaki tampan yang menjadi idaman semua gadis? Pasti bahagia, bukan? Inilah kisah tentang seorang gadis Heterochromia yang tinggal bersama 16 kakak laki-lakinya. Menjadi satu-satunya a...
