Masih dengan cerita yang sama
Dan para pemain yang sama pula
Selamat berimajinasi
I hope you enjoy this story (•ө•)♡
Happy reading:)
π√π√π√π
"Aaaaaaaa....." teriak Dara
Dara terbangun dengan nafas terengah-engah. Lagi-lagi mimpi buruk itu. Tanpa sadar air mata jatuh membasahi pipi Dara. Tubuhnya juga bergetar ketakutan. Mimpi itu benar-benar melemahkan mental nya.
Ia melihat ke samping dan tidak menemukan Ari di sampingnya. Dara mulai mengatur nafasnya. Ia harus tenang. Ia tidak boleh seperti ini terus. Ia harus melawan rasa trauma nya.
Dara turun dari ranjang dan berjalan keluar kamar, saat hendak bangun, ia melihat secarik kertas diatas nakas.
Morning sayang, kalo kamu udah baca surat ini berarti kamu udah bangun. Maaf ya kakak gak bangunin kamu karena kamu tidurnya nyenyak sih. Kakak hari ini ada kuliah pagi, kalo mau apa-apa panggil si mbok aja ya. Oh iya, hari ini juga bang Rafa udah balik, coba aja samperin ke kamar nya. Semoga hari ini menyenangkan.
Mario tampan tiada tandingan :)
Dara tersenyum tipis saat membaca kalimat terakhir dari surat itu. Ternyata Ari sama narsis nya seperti Cakra. Dara melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 9 pagi.
Ia cukup senang meskipun hari ini bangun kesiangan. Karena setidaknya tadi malam ia bisa tidur lebih dari 4 jam.
Dara berjalan menuruni tangga, ternyata benar kata Ari kalau hari ini Rafa ada di rumah, buktinya Rafa sedang duduk di ruang tamu, ia terlihat sibuk dengan ponsel ditangannya dan laptop didepannya. Dara tersenyum senang kemudian langsung memeluk Rafa dari belakang. Ia mengalungkan lengannya di leher Rafa dengan manja.
"Good morning!" sapa Dara manja
Rafa nampak terkejut namun kemudian tersenyum.
"Morning sayang," balas Rafa
"Kamu baru bangun?" tanya Rafa lembut
Dara mengangguk lalu duduk di samping Rafa.
"Kakak lagi ngerjain apa?" tanya Dara
"Cuma lagi mantau kerjaan di kantor," jawab Rafa lalu kembali fokus dengan handphone nya
"Kakak pulang kapan?" tanya Dara lagi
Rafa mengalihkan pandangannya pada Dara "hm? Oh, kakak sampe sini pas subuh," jawab Rafa
Dara mengangguk pelan, melihat Rafa yang nampak nya sedang sibuk membuat Dara memilih untuk diam saja. Ia takut mengganggu pekerjaan Rafa.
"Kamu mau sarapan diluar gak? Sekalian kita jalan-jalan, kan kamu belum pernah keliling setelah sampe Jakarta," tawar Rafa setelah mematikan ponselnya
Mendengar tawaran Rafa membuat Dara langsung mengangguk antusias. Karena memang benar kata Rafa, Dara belum pernah keluar rumah setelah sampai disini.
"Yaudah, siap-siap gih sana, kakak tunggu disini," titah Rafa lembut
Dara pun kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap. Setelah beberapa menit Dara dan Rafa pun berangkat. Mereka pergi ke sebuah restoran Jepang yang ada di Jakarta. Setelah makan, mereka melanjutkan pergi ke sebuah mall untuk berkeliling.
KAMU SEDANG MEMBACA
A Special Girl
Dla nastolatków[СοмρӀеτе...] Bagaimana rasanya tinggal satu rumah dengan banyak lelaki tampan yang menjadi idaman semua gadis? Pasti bahagia, bukan? Inilah kisah tentang seorang gadis Heterochromia yang tinggal bersama 16 kakak laki-lakinya. Menjadi satu-satunya a...
