I hope you enjoy this story (•ө•)♡
Happy reading:)
Vote ke berapa nih kalian?😏
π√π√π√π
Sekitar pukul 1 pagi akhirnya mereka tiba di rumah eyang. Sebenarnya jarak Pangandaran-Tasikmalaya hanya sekitar 2-3 saja, namun karena ada sedikit masalah di jalan, makanya mereka baru tiba saat ini.
Setelah parkir, mereka turun dari mobil masing-masing dengan wajah yang kentara sangat mengantuk. Bahkan beberapa dari mereka sesekali tersandung batu saking mengantuk nya.
Dara yang berjalan di belakang bersama kembar tiga hanya terkikik melihat beberapa kakak nya yang tersandung. Apalagi Samuel nyaris tersungkur kalau saja Ardy tidak sigap menahan tubuh Samuel.
"Astagfirullah! Kalau jalan tuh melek Sam!" tegur Ardy
Samuel hanya membalas dengan gumaman tidak jelas. Beginilah jika para putra Maheva dipaksa berjalan dalam keadaan mengantuk. Mereka tidak akan sadar dengan langkah mereka sendiri.
Kini mereka sudah berdiri di depan pintu, Devano mengetuk pintu beberapa kali sambil mengucap salam. Sedangkan adik-adiknya yang lain mencari posisi ternyaman mereka untuk memejamkan mata. Gaza yang melihat tingkah adik-adiknya hanya bisa menggelengkan kepala tanpa mau menegur.
Tak berselang lama, pintu terbuka memunculkan sosok wanita dengan piyama abu-abu. Wanita itu adalah Lula tante mereka yang merupakan adik dari Athalla.
"Assalamualaikum Tante," ucap Devano mencium punggung tangan Lula. Kemudian di ikuti oleh adik-adiknya yang lain termasuk Dara.
"Waalaikumsalam, kok kalian jam segini baru sampe? Katanya kalian dari Pangandaran?" tanya Lula heran
"Tadi ada urusan kantor yang harus di selesaikan dulu Tante," jawab Gaza
"Yaudah ayo masuk. Kalian langsung istirahat aja ya ke kamar. Besok pagi baru kita ngobrol," ujar Lula lalu mempersilahkan mereka masuk
Saat masuk ke dalam rumah, mereka langsung menuju kamar masing-masing. Sungguh, yang mereka butuhkan saat ini adalah kasur empuk dan selimut hangat.
Lula sebenarnya sangat terkejut melihat Dara, namun ia menahan diri untuk tidak bertanya karena merasa tak tega melihat para keponakan nya yang sudah sangat kelelahan dan mengantuk.
***
Keesokan paginya semua berkumpul di meja makan. Sejak sepuluh menit yang lalu eyang terus memeluk Dara, menghujani Dara dengan kecupan rindu. Wajar saja, karena sudah hampir 3 tahun eyang Amira tidak bertemu dengan Dara.
"Eyang sakit ya? Kata bang Dev semalem jantung eyang kambuh," tanya Dara khawatir
"Iya, tapi sekarang eyang udah sehat karena ketemu kalian," jawab Amira kembali mencium pipi gembul Dara
Saat ini Dara benar-benar diperlukan seperti bocah tiga tahun oleh Amira. Mungkin Amira terlalu gemas dengan cucu bungsunya itu.
"Udah dong Mah kasian Dara nya kalo terus mamah peluk sama cium," ucap Lula berusaha melepaskan Dara dari pelukan Amira
"Eyang tuh rindu sekali sama kamu. Kamu kenapa makin kayak anak bayi sih, hm? Bikin eyang gemes aja," ucap Amira mencubit pipi Dara dengan gemas
Amira adalah ibu dari Athalla yang merupakan wanita keturunan Indonesia-Jerman. Berusia 85 tahun namun terlihat seperti 20 tahun lebih muda. Sangat menyayangi ke-18 cucunya tanpa ada yang dibeda-bedakan.
KAMU SEDANG MEMBACA
A Special Girl
Novela Juvenil[СοмρӀеτе...] Bagaimana rasanya tinggal satu rumah dengan banyak lelaki tampan yang menjadi idaman semua gadis? Pasti bahagia, bukan? Inilah kisah tentang seorang gadis Heterochromia yang tinggal bersama 16 kakak laki-lakinya. Menjadi satu-satunya a...
