Chapter 26 : Have fun with Mario&KimTan

2.3K 237 51
                                        

I hope you enjoy this story (•ө•)♡

Happy reading:)

π√π√π√π

Seminggu sudah berlalu sejak perbincangan Dara dan Shawn di telepon. Dara mencoba mengikuti saran dari Shawn untuk beradaptasi dengan para pengurus rumah. Dara yang sejak awal seolah tidak sadar keberadaan para asisten rumah tangga, kini mulai memberanikan diri untuk menyapa mereka duluan.

Meski sudah hampir dua bulan tinggal bersama para kakaknya, Dara belum benar-benar membuka diri. Dara masih memberikan jarak antara dirinya dan para kakaknya.

Dara memang sangat trauma akan masa lalunya. Selalu saja ada rasa takut saat Dara berada di dekat para kakaknya. Padahal sudah berulang kali Dara meyakinkan dirinya untuk mencoba mempercayai, namun rasanya tetap sulit.

Makanya saat Dara menyapa para asisten rumah tangga, itu membuat mereka sangat terkejut termasuk para kakaknya. Mereka tahu Dara sudah sangat bekerja keras, dan mereka sangat menghargai itu. Mereka semua senang karena Dara semakin menunjukkan perubahan positif yang signifikan.

Seperti biasa, pukul 9 pagi Dara akan keluar dari kamarnya dan duduk di ruang tengah untuk melihat para robot bekerja membersihkan rumah. Jam 8 pagi hingga 8 malam adalah waktu nya para robot bekerja. Bahkan Dara sampai hafal jadwal para robot karena terlalu sering memperhatikan pekerjaan mereka.

Dara mengernyit bingung saat melihat beberapa pengurus rumah nampak sibuk mengangkat tumpukan kardus diikuti dengan Mario dan KimTan yang juga berjalan di belakangnya.

Mario menuruni tangga sambil terus berbincang dengan seseorang di telepon, sedangkan KimTan sibuk mengetikan sesuatu di ponselnya.

"Enggak lah gue sama KimTan udah urus semuanya kok... Iyaiyaa kita emang mau kesana... Ish apa sih ini kan bagian nya gue sama dia... Iya astaga bisa gak sih gausah ngomel?" Mario terus saja berbicara di telepon dan sesekali menggerutu

"Bang, mau kemana?" tanya Dara akhirnya saat kedua kakaknya berjalan begitu saja melewati nya

Dara jadi kembali teringat pada Andre yang melewatinya begitu saja saat akan pergi ke Bandung.

"Sssttt... Bentar dulu ya sayang," ucap KimTan sambil meletakkan telunjuk di bibirnya

KimTan kembali fokus mengetik di ponselnya dan Mario yang terus berjalan tanpa menghiraukan Dara. Dara hanya bisa mengerucutkan bibirnya karena diabaikan oleh kedua kakak kembarnya.

10 menit kemudian Ari dan KimTan kembali masuk ke dalam rumah.

"Mang Agus, semua kardus nya udah masuk bagasi kan? Gaada yang ketinggalan kan?" tanya Ari sekali lagi untuk memastikan

"Sudah semua den," jawab Agus sambil mengangguk

"Oke kalo gitu, makasih mang."

KimTan dan Ari duduk di depan Dara. Mereka berdua masih sibuk dengan ponsel masing-masing, makanya Dara diam saja dan tak mau bertanya lagi. Dara memilih untuk kembali memperhatikan robot bekerja daripada terus diabaikan oleh kedua kakak kembarnya.

"Tan, gimana makanannya? Udah lu pesen kan? Buku-buku? Alat tulis? Semua udah kan?" tanya Ari

KimTan mengangguk "iya, ini gue lagi bikin data nya di hp," jawab KimTan

Mario kembali menggerutu saat ponselnya berdering dan menunjukkan nama "Gavier" di layar. Dengan kasar ia menekan tombol hijau dan menempelkan ponselnya ke telinga.

"Astaga apa lagi sih bang?"

"...."

"Iya kan tadi gue udah kasih tau detail acaranya. Ini si Tan lagi nyusun datanya,"

A Special GirlCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang