2

6.5K 637 16
                                        

Sepulang dari cafe Tyana benar benar sangat kesal dan dongkol. Akhirnya ia memutuskan untuk pulang naik gojek karena tidak mood untuk berjalan kaki seperti biasanya.

Saat memasuki pekarang rumahnya ia menyerit heran tak biasanya rumahnya sepi.

"Assalamualaikum orang orang numpang tanya ini rumah atau rumah hantu pasar malem sepi amat" teriaknya sambil masuk kedalam rumah.

"Waalaikumsalam yuhuu baru pulang kamu dek?" jawab laki laki paruh baya yang usianya otw 49 tahun itu. Siapa lagi jika bukan Pak Santoso Akbar Bapak terasik sepanjang masa bagi Tyana.

"Yoi bro, Asha masuk kamar dulu ya yah, eh badeway Ayahandaku Bundadariku kemana yah?" tanya Tyana sebelum memutar knop pintu kamarnya yang terletak didekat ruang tengah.

"Pacar Ayah lagi shoping sama tante kamu" jawabnya santai sambil mengotak ngatik remot tv.

"Tante Juli lagi ada disini yah?"

"Hooh mo nginep katanya dia."

"Wes mantep lah bisa makan enak kan Asha" jawab Tyana girang.

"Maksud kamu?" ayahnya menyerit heran.

"Ayah, aku mau jujur sama ayah kalo masakan pacar ayah itu kurang en.." belum selesai Tyana mengucapkan ucapanya kupingnya yang lebar itu sudah dijewer habis habisan oleh sang bunda yang tiba tiba sudah ada disampingnya.

"Durhaka kamu sama bunda Asha!!" pekik Bunda Sari tepat pada kuping Tyana membuat si empu merasa pengang.

"Ampun pacarnya Ayah jangan aniyaya Asha. Asha masih mau hidup amal ibadah Asha masih dibawah kkm ampun Bundaratu" ucap Tyana seraya berusaha melepaskan jeweran sang Bunda.

"Sekali lagi kamu ngomong kaya gitu Bunda gak akan segan segan buat ke Rumah Pak Rt hari ini juga!" tegas sang bunda.

"Mau ngapain kak ke Pak Rt segala" timpal Juli adik Bunda Sari.

"Mau nyuruh Pak Rt buat hilangin nama si Tyana Ashalina Akbar dari Kartu keluarga karena udah berani bilang masakan aku gak enak!!!" tegasnya lagi sambil memperkuat jeweranya.

"Aww sakit bun ampun bun aw aww ish" ringis Tyana.

"Halah kak si Tyana itu bener tau" timpal Juli membuat sang kakak merah padam menahan emosi.

"Juliii keterlaluan kamu dasar adik laknat!!!" teriaknya yang pada akhirnya jeweran Sari terlepas dari kuping Tyana.

"Tante Jupe aku padamu. Muach aw" teriaknya lalu masuk kedalam kamar tak lupa menguncinya karena yakin sang Bunda pasti akan murka.

"Sialan anak kamu kak, manggil gue Jupa Jupe." ujar Juli tak terima.

"Bukan anak gue dia anak si Akbar" tunjuknya pada sang suami yang hanya cengar cengir tidak jelas disofa.
"Emang anak aku, dia kan aku yang bikin 21 tahun yang lalu sama kamu Sar masa kamu lupa?" jawab Pak Santoso Akbar dengan menaik nurunkan alisnya.

"Udah gue duga anak sama bapak emang 12 13." ucap Juli sambil menggeleng gelengkan kepala.

Sementara Sari mendengus kesal lalu berlalu menuju dapur menyimpan barang belanjaannya.

...

Malam ini terasa lebih hangat karena ada Juli dan Tora Arshaka Akbar kakak laki laki satu satunya Tyana. Karena Santoso Akbar dan Sari Ardila hanya memiliki dua orang anak.

Sebenarnya setiap hari rumah ini tidak pernah sepi karena kelakuan Santoso dan Tyana cukup untuk hiburan gratis bagi Keluarga Akbar.

Hanya saja Tora jarang dirumah karena sedang mencoba mandiri katanya. Ya ujung ujungnya petengahan bulan duit gaji abis pulang juga kerumah.

"Hadirin yang dirahmati Allah sa.. " ucapan Tyana dimeja makan disela sang kakak.

"Dek to the point ajalah gausah pidato dulu pusing kakak" potong Tora.

"Kak Saka bisa diem dulu gak sih ganggu Asha aja ah" jawabnya kesal.

"Tuh kan lupa Asha tadi mau ngomong apa ya, Ayah Asha mau ngomong apa yah Asha lupa?" tanya nya pada sang Ayah yang tengah memakan Ayam gorengnya dengan khidmat.

"Loh bukanya Ayah udah kasih kamu buku kumpulan khotbah jumat kemaren ya kok kamu udah lupa lagi aja mangkanya kalo mau pilih tema khotbah ditandain biar inget" jawab Santoso Akbar panjang lebar yang membuat semua orang di meja makan geleng geleng kepala.

"STOP Ayah Stop Asha bukan mau khotbah Prabu Santoso Akbar!!" tegasnya.

"Oh" jawab Santoso singkat lalu melanjutkan acara makannya.

"Eh Tante Jupe Asha mau nanya dong" ucapnya membuat ulah lagi.

"Asha jangan panggil Tante Juli Jupa jupe lah" sela sang Bunda.

"Sttt Pacar Ayah diem aja!" ucapnya sambil tak mengalihkan pandangannya dari wajah Juli.

"Mau nanya apa sih kamu sha?" jawab Juli akhirnya.

"Tante suami tante kemana sih?"  tanya Tyana seraya membenarkan hijab instan yang ia kenakan.

"Ohh Om Redi lagi ke Yogyakarta lagi ada bisnis disana" jawab Juli seadanya.

Brak

Asha menggebrak meja membuat semua orang yang ada dimeja makan menatapnya heran.

"Asha mau ke jogja juga dong" teriaknya.

"Astagfirullah Asha kamu apa apaan sih gebrak gebrak meja segala nanti kakak ajak kamu ke jogja deh kalo libur semester" jawab Tora.

"Ka Saka beneran mau ajak Asha ke jogja? Ada angin muson dari mana nih? Anjay" jawab Tyana girang lalu terkiki geli.

"Asha Ayah kan udah bilang jangan ngomong anjay anjayan segala kamu tuh cewek lo sha" ucap Santoso masih dengan wajah santainya.

"Ayah ngomongnya agak tegas dong jangan santai gitu si Asha mana takut kalo kayak gitu!!!" tegas Bunda. Membuat Asha terkikik geli.

"Maafkan hamba Kanjeng Prabu Santoso Akbar. Hamba berjanji tak akan mengulanginya lagi suer" ucapnya sok serius.

"Baiklah nakku aku pegang janjimu" jawab Santoso dengan nada seperti seorang raja sedang memberi petuah terhadap anaknya.

"Terima kasih kanjeng prabu" jawab Asha seraya membungkukan tubuhnya.

Yang lain tentu hanya menggeleng gelengkan kepala melihat kelakuan Ayah dan anak bungsunya itu.

"Oke Asha udah selesai makan, Asha mau ke kamar mau ngerjain tugas. Kak Saka sama Ayah jangan ganggu Asha. Camkan itu" ucapnya seraya menunjuk kedua matanya dengan dua jari lalu ditunjukan pada ayah dan sang kakak.

"Ayah gak janji sha" jawab sang Ayah terkekeh.

"Ayah!! Ayah tau kan konsekuensinya apa kalo Ayah ganggu Asha lagi ngerjain tugas?" jawab Asha sok tajam.

"Ayah lupa ingatan"jawab Ayah sekenanya.

"Ish nih ya Asha ingetin sama Ayah, kalo ayah ganggu Asha. Apa guys? "

"SIAP SIAP PACAR AYAH GAK KASIH JATAH" ucap serempak Bunda Kak Saka dan Tante Juli. Sementara Santoso mendengus kesal rencana menjahili sang anak akan gagal.

"Curang kamu, banyak pendukungnya sedangkan ayah ga ada yang dukung." jawabnya sok cemberut.

"Terima kasih hadirin yang sudah mendukung saya, besok saya kasih gehu. Bye" ucapnya lalu berlalu masuk kedalam kamar.

Tbc

Maaf siapa ya? [END] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang