"Assalamualaikum Asha pulang" ucap Tyana lesu.
"Waalaikumsalam, kenapa lagi kamu Asha?" tanya bunda yang ternyata sudah ada Lea disana.
"Hmm" jawab Tyana berdeham.
"ham hem ham hem kalo ditanya tuh dijawab Asha!" tegur Bunda.
"Gapapa bund, Bos masuk kamar gue aja gue mau cerita!" titah Tyana pada Lea.
"Bund Lea masuk kamar Asha dulu ya" izin Leana pada Bunda Sari. Sari hanya mengangguk pertanda mengizinkan.
...
"Kenapa sih Ty, balik balik murung gitu biasanya juga khotbah dulu lo." ucap Lea sembari mendaratkan bokongnya dikasur Tyana.
"Bos bawa gue ke dukun Bos" pekik Tyana membuat Lea membulatkan matanya.
"Gelo sia!" pukul Lea pada Tyana.
"Awshh sakit bos, kekerasan mulu ih lo" ringis Tyana.
Lea tak habis pikir dengan pola pikir Tyana yang makin sini makin absurd aja.
"Bos gue serius gue mau ke dukun. Gue mau guna guna si Azfar biar gak gentayangan terus dimana mana. Gue pusing bos. Bisa gila gue lama lama." ujar Tyana sambil menahan kesal.
"Azfar tu siapa si ty?" tanya Lea heran.
"Astaga Bos lo gatau siapa Azfar?" tanya Tyana kesal dan tak habis pikir padahal dia sudah berulang kali bercerita sampai mulut berbisa.
"Azfar itu cowok yang tempo ari ngantain hijab gue dikasir cafe lo, terus dia itu dosen pengganti pak Yosep dua minggu kedepan." ujar Tyana panjang lebar berharap sahabatnya ini paham dan ingat.
"Ohhh iya iya gue tau." teriak Lea.
"Nah itu lo tau, dan parahnya lagi dia itu temen Kak Saka kemaren dia kerumah ngobrol ngobrol gitu,terus waktu gue balik ngampus dia ngikutin gue juga sampe taman. Terus lebih parah lagi tadi ketemu gue di gramed sama ceweknya bayangin rasain jelasinn!" pekik Tyana.
"Ya terus?" jawab Lea singkat membuat Tyana geram. Sudah cerita panjang lebar dijawab singkat oh sungguh menyakitkan.
"Ya masalahnya dia tu nyinyirin gue terus Bos, gue kesel jadinya. Sebenernya salah gue ini sih?, apa dia punya dendam kesumat sama gue?" tanya Tyana lesu.
"Lo ngerasa pernah ganggu dia gak?" tanya Lea.
"Justru itu dari pertama kita ketemu dia itu udah sering nyinyirin gue. Sampe kayaknya nyinyirin gue tuh udah hal wajib kalo ketemu" gerutu Tyana.
"Maka dari itu Bos ajak gue ke dukun bos mau gue santet tu orang biar kapok!" geram Tyana.
"Gila aja lo, lagian zaman sekarang masih mau maen santet santetan bunuh aja sekalian" jawab Lea santai.
"Bukan maen, Bos gue yang satu ini jiwa kriminalnya luar biasa." ujar Tyana terbahak.
"Udahlah gausah terlalu dipikirin, gue mau balik. Lo jangan lupa mandi biar dosa lu berguguran." ucap Lea lalu melenggang pergi.
"Sialan lo bos, dosa lo lebih banyak dari gue ya. Catet itu bos" teriak Tyana geram.
...
Dor dor dor
"Kak Saka buka pintunya kak, Asha mau ngomong." teriak Tyana. Dia terus menggedor pintu kamar Saka yang tak kunjung keluar.
"Asha kamu ngapain sih?" tanya Bunda.
"Kak Saka gak mau bukain pintunya Bund dia kenapa sih?" tanya Tyana heran.
"Mau sampe lebaran jebot juga gak bakal keluar kakak kamu itu." ujar Sari santai.
KAMU SEDANG MEMBACA
Maaf siapa ya? [END] ✓
HumorBagaimana rasanya mempunyai keluarga yang absurd dan tiba tiba didatangkan pasangan yang absurd juga? Penasaran baca ajadeh wkwk. Ini bukan cerita humor yang bisa bikin lo ketawa ngakak guling guling. Jangan terlalu berekspetasi tinggi nanti kalo...
![Maaf siapa ya? [END] ✓](https://img.wattpad.com/cover/236807169-64-k868059.jpg)